KABARBURSA.COM –Pengendali PT Barito Renewables Energy Tbk (BREN) Prajogo Pangestu, baru saja menambah kepemilikan saham BREN lewat 7 kali pembelian. PP memborong saham di kisaran harga Rp9.525–Rp9.675.
Aksi ini bukan sekadar transaksi administratif. Dari sisi struktur harga, rentang tersebut berada tepat di zona keseimbangan pasar saat ini. Pendiri Barito Pacific Group ini mengumpulkan bukan di area ekstrem bawah maupun puncak reli. Artinya, pembelian ini terjadi di fase stabilisasi, bukan saat panic selling atau euforia puncak.
Dari keterbukaan informasi yang disampaikan kepada Bursa Efek Indonesia (BEI), ada total 1 juta saham yang dibeli melalui tujuh transaksi terpisah dengan nilai agregat mencapai Rp9,61 miliar. Pembelian dilakukan di rentang harga yang relatif sempit, yang artinya eksekusi dilakukan secara disiplin, bukan agresif.
Tidak terlihat upaya mendorong harga naik secara instan, namun menyerap likuiditas yang tersedia. Sekali lagi, ini memperkuat karakter transaksi sebagai akumulasi terkontrol, bukan aksi spekulatif jangka pendek.
Dampaknya pada struktur kepemilikan memang kecil secara persentase, yaitu naik dari 0,104 persen menjadi 0,105 persen, namun secara psikologis pasar, sinyalnya kuat. Pengendali membeli di tengah fase konsolidasi panjang, bukan setelah breakout.
Ini biasanya dibaca sebagai penguatan keyakinan terhadap harga wajar saat ini, bukan upaya mengejar momentum.
BREN di Fase Sideway Lebar
Jika ditarik ke grafik harian, BREN memang berada dalam fase sideway lebar sejak reli besar di pertengahan 2025. Harga cenderung bergerak di rentang 9.000–10.000, dengan beberapa kali false breakout.
Pola ini menandakan bahwa pasar masih mencari keseimbangan baru setelah lonjakan sebelumnya. Volume juga cenderung lebih rendah dibandingkan fase impulsif, kecuali pada beberapa hari tertentu.
Masuk ke perdagangan hari ini, orderbook memperlihatkan dinamika yang cukup menarik. Di sisi bid, antrean cukup tebal muncul di area 9.450–9.500.
Level 9.500 secara khusus terlihat sebagai titik tarik-menarik, dengan volume bid yang relatif dominan dibandingkan area di atasnya. Ini mengindikasikan bahwa minat beli masih aktif di bawah harga berjalan.
Di sisi offer, tekanan jual paling besar terlihat di area 9.600–9.700, terutama di 9.700 dengan antrean yang jauh lebih besar. Ini menciptakan semacam “atap” jangka pendek. Dengan struktur seperti ini, pergerakan intraday BREN cenderung terjebak di dalam range, bukan langsung menembus salah satu sisi.
Secara mikrostruktur, ini mencerminkan pasar yang sedang menunggu konfirmasi. Bid tebal di bawah menjaga harga agar tidak jatuh terlalu dalam, sementara supply di atas membatasi kenaikan. Ini konsisten dengan karakter konsolidasi.
Harga terakhir di kisaran 9.525, turun tipis sekitar 1,8 persen, masih berada tepat di tengah-tengah range pembelian Prajogo. Ini penting, karena berarti pasar belum menjauh dari zona akumulasi tersebut. Tidak ada impuls besar yang mengonfirmasi perubahan struktur.
Harga Bergerak di Area ini
Sepanjang hari ini, arah harga sangat ditentukan oleh dua level kunci, yaitu level 9.500 sebagai support intraday dan 9.700 sebagai resistance. Selama harga bertahan di atas 9.500, tekanan jual masih bisa dikategorikan sebagai profit taking ringan, bukan distribusi agresif.
Namun, selama level 9.700 belum ditembus dengan volume yang meningkat, potensi kenaikan masih bersifat terbatas.
Dengan kondisi ini, bias pergerakan BREN hari ini lebih mengarah ke pergerakan range-bound. Fluktuasi di dalam rentang 9.450–9.650 menjadi skenario yang paling sesuai dengan struktur orderbook saat ini.
Tidak terlihat sinyal kuat untuk breakout, tetapi juga belum ada indikasi pembalikan arah.
Aksi Prajogo Pangestu sendiri, jika dibaca dari sudut pandang struktural, lebih memperkuat zona harga ini sebagai area nilai, bukan sebagai puncak. Namun, konfirmasi arah tetap akan ditentukan oleh bagaimana pasar merespons area 9.700 dan apakah bid di 9.500 tetap terjaga hingga penutupan.(*)
Berita atau informasi yang Anda baca membahas emiten atau saham tertentu berdasarkan data yang tersedia dari keterbukaan informasi PT Bursa Efek Indonesia dan sumber lain yang dapat dipercaya. Konten ini tidak dimaksudkan sebagai ajakan untuk membeli atau menjual saham tertentu. Selalu lakukan riset mandiri dan konsultasikan keputusan investasi Anda dengan penasihat keuangan profesional. Pastikan Anda memahami risiko dari setiap keputusan investasi yang diambil.