Logo
>

IHSG Naik ke 8.239, Tekanan Jual Asing Berlanjut

IHSG dibuka naik ke 8.239 ditopang sektor energi, meski investor asing masih mencatat net sell.

Ditulis oleh Desty Luthfiani
IHSG Naik ke 8.239, Tekanan Jual Asing Berlanjut
Ilustrasi papan pantau saham di Bursa Efek Indonesia (BEI). Foto: KabarBursa.com/Desty.

KABARBURSA.COM – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dibuka menguat pada perdagangan Rabu, 18 Februari 2026, naik 26,87 poin atau 0,33 persen ke level 8.239,14. Sepanjang sesi awal perdagangan, indeks bergerak di rentang 8.227,45 hingga 8.250,40 dengan level pembukaan di 8.235,81.

Berdasarkan data perdagangan, total volume transaksi tercatat 11,48 juta lot dengan nilai transaksi mencapai Rp541,30 miliar dari 95.870 kali transaksi.

Meski indeks menguat, investor asing masih mencatatkan aksi jual bersih atau net foreign sell sebesar Rp2,03 triliun di seluruh pasar. Nilai beli asing tercatat Rp7,30 triliun, sedangkan nilai jual mencapai Rp9,33 triliun. Secara reguler market, net sell asing bahkan mencapai Rp2,20 triliun.

Dari sisi sektoral, penguatan IHSG ditopang oleh mayoritas sektor yang bergerak di zona hijau. Sektor energi memimpin kenaikan dengan penguatan 1,18 persen, disusul sektor barang konsumsi non-siklikal yang naik 1,07 persen dan sektor siklikal yang menguat 0,86 persen.

Sektor transportasi dan logistik juga naik 0,77 persen, sektor perindustrian menguat 0,66 persen, serta sektor properti bertambah 0,32 persen. Sementara itu, sektor bahan baku menjadi satu-satunya yang terkoreksi cukup dalam yakni turun 0,60 persen.

Pada jajaran top gainers, saham PT Gozco Plantations Tbk (GZCO) dari sektor perkebunan melonjak 20,75 persen ke level 256. PT Eagle High Plantations Tbk (BWPT) yang juga bergerak di sektor perkebunan naik 18,18 persen ke harga 156.

PT Indospring Tbk (INDS) dari sektor komponen otomotif menguat 17,19 persen ke 2.590. Selain itu, PT Gunawan Eramandiri Tbk (GUNA) naik 12,82 persen ke 264 dan PT Batulicin Nusantara Maritim Tbk (BESS) dari sektor pelayaran menguat 11,00 persen ke level 1.615.

Di sisi lain, tekanan jual masih membayangi sejumlah saham. PT Hillcon Tbk (HILL) dari sektor jasa pertambangan turun 15,00 persen ke 68. PT Satria Mega Kencana Tbk (SOTS) yang bergerak di sektor perdagangan besar terkoreksi 14,95 persen ke 1.650.

PT Graha Prima Mentari Tbk (GRPM) melemah 6,85 persen ke 408, PT Pembangunan Graha Lestari Indah Tbk (PGLI) dari sektor properti turun 6,48 persen ke 202, serta PT Imago Mulia Persada Tbk (LFLO) terkoreksi 6,31 persen ke 520.

Secara keseluruhan, partisipasi investor domestik masih mendominasi transaksi dengan porsi 65,95 persen, sementara investor asing berkontribusi 34,05 persen. Kondisi ini mencerminkan bahwa penguatan indeks lebih banyak ditopang oleh akumulasi pelaku pasar dalam negeri di tengah tekanan jual asing yang masih berlanjut.

Mengacu pada riset harian MNC Sekuritas dalam MNCS Daily Scope Wave 18 Februari 2026, IHSG sebelumnya terkoreksi 0,64 persen ke level 8.212 dan telah mencapai area koreksi minimal yang diproyeksikan.

Secara teknikal, IHSG masih berpeluang melanjutkan penguatan untuk membentuk bagian dari wave c dari wave x dengan target rentang 8.377 hingga 8.440. Namun, pelaku pasar tetap diminta waspada terhadap potensi lanjutan koreksi ke area 8.098 hingga 8.155, dengan level support berada di 7.863 dan 7.712 serta resistance di 8.354 dan 8.517. (*)

Dapatkan Sinyal Pasar Saat Ini

Ikuti kami di WhatsApp Channel dan dapatkan informasi terbaru langsung di ponsel Anda.

Gabung Sekarang

Jurnalis

Desty Luthfiani

Desty Luthfiani seorang jurnalis muda yang bergabung dengan KabarBursa.com sejak Desember 2024 lalu. Perempuan yang akrab dengan sapaan Desty ini sudah berkecimpung di dunia jurnalistik cukup lama. Dimulai sejak mengenyam pendidikan di salah satu Universitas negeri di Surakarta dengan fokus komunikasi jurnalistik. Perempuan asal Jawa Tengah dulu juga aktif dalam kegiatan organisasi teater kampus, radio kampus dan pers mahasiswa jurusan. Selain itu dia juga sempat mendirikan komunitas peduli budaya dengan konten-konten kebudayaan bernama "Mata Budaya". 

Karir jurnalisnya dimulai saat Desty menjalani magang pendidikan di Times Indonesia biro Yogyakarta pada 2019-2020. Kemudian dilanjutkan magang pendidikan lagi di media lokal Solopos pada 2020. Dilanjutkan bekerja di beberapa media maenstream yang terverifikasi dewan pers.

Ia pernah ditempatkan di desk hukum kriminal, ekonomi dan nasional politik. Sekarang fokus penulisan di KabarBursa.com mengulas informasi seputar ekonomi dan pasar modal.

Motivasi yang diilhami Desty yakni "do anything what i want artinya melakukan segala sesuatu yang disuka. Melakukan segala sesuatu semaksimal mungkin, berpegang teguh pada kebenaran dan menjadi bermanfaat untuk Republik".