KABARBURSA.COM — Indeks Harga Saham Gabungan atau IHSG belum sepenuhnya keluar dari tekanan. Meski sempat ditopang volume pembelian, arah pergerakan pasar masih dibayangi potensi koreksi lanjutan dalam jangka pendek. Data analisis teknikal MNC Sekuritas menunjukkan IHSG terkoreksi tipis 0,24 persen ke level 7.541, namun disertai munculnya minat beli yang mulai terlihat.
Analis Teknikal MNC Sekuritas, Herditya Wicaksana, melihat posisi indeks saat ini berada di fase krusial dalam struktur gelombang. “IHSG sedang berada di akhir wave [iv] pada label hitam atau alternatifnya di akhir wave [a] dari wave B pada label merah,” ujarnya dalam riset hariannya yang dirilis, Kamis, 23 April 2026.
Dalam kerangka ini, pasar dinilai masih berpotensi melanjutkan koreksi sebelum menemukan arah yang lebih jelas. “IHSG rawan bergerak terkoreksi dengan area koreksi terdekat diperkirakan akan menguji 7,245-7,447 sekaligus menutup beberapa area gap-nya,” katanya.
Meski demikian, ruang penguatan jangka pendek masih terbuka, meskipun terbatas. “Meskipun menguat, dalam jangka pendek kami perkirakan akan menguji 7,580-7,601,” tambahnya.
Dengan level support berada di kisaran 7.488 hingga 7.351 dan resistance di 7.700 hingga 7.861, pergerakan IHSG saat ini cenderung berada dalam fase tarik-menarik antara tekanan koreksi dan potensi rebound.
Saham-Saham yang Mulai Menarik Dicermati
Di tengah kondisi pasar yang masih fluktuatif, sejumlah saham mulai menunjukkan pola teknikal yang menarik untuk diperhatikan, terutama dari sisi pergerakan gelombang dan volume transaksi.
ACES, misalnya, mencatat penguatan 2,07 persen ke level 394 dan didominasi oleh volume pembelian. Pergerakan ini menempatkan saham tersebut di fase akhir wave 5 dari wave (1), yang secara teknikal sering diikuti oleh fase koreksi berikutnya.
BBYB juga menunjukkan sinyal serupa dengan kenaikan 2,42 persen ke level 338, disertai peningkatan volume beli. Saat ini, saham tersebut diperkirakan berada pada bagian wave (iv), yang mengindikasikan fase konsolidasi sebelum potensi pergerakan lanjutan.
Sementara itu, BMRI menguat 1,06 persen ke 4.750, namun pergerakannya masih tertahan oleh rata-rata pergerakan jangka panjang. Posisi teknikalnya berada pada fase wave B, yang biasanya menjadi fase transisi sebelum arah tren berikutnya terbentuk.
Adapun GOTO cenderung bergerak datar di level 56, namun tetap ditopang oleh volume pembelian. Secara teknikal, saham ini berada pada bagian wave [c] dari wave 1, yang membuka peluang pergerakan lanjutan selama mampu keluar dari tekanan resistance terdekat.
Secara keseluruhan, kondisi pasar saat ini menunjukkan fase yang belum stabil. Di satu sisi, mulai muncul akumulasi pembelian. Namun di sisi lain, struktur teknikal masih mengindikasikan potensi koreksi lanjutan.
Dengan posisi IHSG yang berada di ujung fase gelombang, arah pergerakan berikutnya akan sangat ditentukan oleh kekuatan tekanan jual dan konsistensi minat beli di pasar. Dalam kondisi seperti ini, pelaku pasar cenderung menahan posisi sambil menunggu konfirmasi arah yang lebih jelas.(*)
Berita atau informasi yang Anda baca membahas emiten atau saham tertentu berdasarkan data yang tersedia dari keterbukaan informasi PT Bursa Efek Indonesia dan sumber lain yang dapat dipercaya. Konten ini tidak dimaksudkan sebagai ajakan untuk membeli atau menjual saham tertentu. Selalu lakukan riset mandiri dan konsultasikan keputusan investasi Anda dengan penasihat keuangan profesional. Pastikan Anda memahami risiko dari setiap keputusan investasi yang diambil.