KABARBURSA.COM – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menutup sesi pertama perdagangan Senin, 19 Januari 2026, dengan pergerakan positif. Hingga jeda siang, IHSG berada di level 9.099,70, menguat 24,29 poin atau 0,27 persen dibandingkan penutupan sebelumnya di 9.075,41.
Sejak dibuka di level 9.098,70, indeks sempat bergerak naik hingga menyentuh level tertinggi intraday di 9.109,04, sebelum terkoreksi ringan dan bertahan di zona hijau. Tekanan jual sempat muncul di awal sesi yang terlihat dari level terendah harian di 9.026,00. Namun pelemahan ini langsung diserap oleh pasar.
Likuiditas sesi pertama tergolong padat. Total nilai transaksi tercatat mencapai sekitar Rp16,57 triliun dengan volume perdagangan 368,38 juta lot. Struktur ini menunjukkan aktivitas yang masih cukup aktif, meski tidak dalam fase euforia.
Jadi hingga tengah hari (miday) ini, pola pergerakan IHSG lebih mencerminkan konsolidasi di area atas, bukan reli agresif. Di sini, pelaku pasar cenderung selektif dalam mengambil posisi.
Saham-saham Berkapitalisasi Kecil Dorong Pergerakan
Dari papan top gainers, lonjakan paling mencolok datang dari saham PT Ever Shine Tex Tbk (ESTI). Saham ini melesat 34,74 persen ke level 256, dengan nilai transaksi mencapai Rp21,12 miliar dan volume sekitar 856,61 ribu saham.
Pergerakan ESTI menjadi salah satu yang paling eksplosif hari ini, di mana minat beli datang secara serentak.
Di belakangnya, PT Bersama Zatta Jaya Tbk (ZATA) juga mencatat lonjakan tajam. Harga saham ini naik 34,57 persen ke level 109, dengan nilai transaksi besar mencapai Rp216,95 miliar dan volume mencapai 21,49 juta saham. Aktivitas ZATA tergolong masif, baik dari sisi nilai maupun jumlah saham berpindah tangan.
Saham PT Trisula Textile Industries Tbk (BELL) ikut meramaikan papan atas. Harga BELL melonjak 34,55 persen ke level 148, dengan nilai transaksi sekitar Rp46,82 miliar dan volume 3,32 juta saham.
Sementara itu, di sisi top losers, tekanan jual terlihat cukup tajam pada sejumlah saham. PT Tunas Alfin Tbk (TALF) menjadi yang paling tertekan dengan penurunan 12,41 persen ke level 600. Nilai transaksi saham ini mencapai Rp598,22 juta, dengan volume sekitar 9,89 ribu saham.
Tekanan juga terjadi pada PT Citra Tubindo Tbk (CTBN), yang turun 11,62 persen ke level 7.225. Nilai transaksi tercatat sekitar Rp1,01 miliar dengan volume di kisaran 1,38 ribu saham. Pergerakan CTBN cenderung sporadis, dengan tekanan jual muncul di tengah minimnya minat beli.
Saham PT PAM Mineral Tbk (NICL) juga masuk jajaran pelemah terdalam. Harga saham ini turun 11,25 persen ke level 1.460, dengan nilai transaksi cukup besar mencapai Rp84,34 miliar dan volume sekitar 562,48 ribu saham.
Top Volume Hari ini
Dari sisi aktivitas, papan top volume hari ini memperlihatkan rotasi yang cukup kontras antara saham berkapitalisasi besar dan saham-saham dengan karakter spekulatif tinggi. Tiga nama yang mendominasi adalah PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GOTO), PT Bumi Resources Tbk (BUMI), dan PT Bersama Zatta Jaya Tbk (ZATA).
GOTO menjadi saham dengan volume terbesar, mencapai sekitar 42,11 juta saham yang berpindah tangan. Nilai transaksinya tercatat sekitar Rp277,49 miliar dengan frekuensi 19,11 ribu kali.
BUMI berada di posisi kedua dengan volume sekitar 32,76 juta saham, tetapi nilai transaksinya jauh lebih besar, mencapai Rp1,30 triliun. Frekuensinya juga sangat tinggi, menembus 150,19 ribu kali.
ZATA melengkapi tiga besar dengan volume sekitar 21,49 juta saham, nilai transaksi Rp216,95 miliar, dan frekuensi 94,16 ribu kali.
Secara keseluruhan, pergerakan IHSG pada sesi pertama hari ini masih mencerminkan fase konsolidasi di level atas. Kenaikan indeks tidak diiringi lonjakan ekstrem, sementara rotasi saham terlihat jelas antara papan atas dan papan bawah.
Aktivitas spekulatif masih terkonsentrasi di saham-saham tertentu, sementara sebagian saham lain justru mengalami tekanan cukup dalam. Struktur ini menandakan pasar masih berhati-hati, menunggu katalis yang lebih kuat untuk menentukan arah berikutnya.(*)
Berita atau informasi yang Anda baca membahas emiten atau saham tertentu berdasarkan data yang tersedia dari keterbukaan informasi PT Bursa Efek Indonesia dan sumber lain yang dapat dipercaya. Konten ini tidak dimaksudkan sebagai ajakan untuk membeli atau menjual saham tertentu. Selalu lakukan riset mandiri dan konsultasikan keputusan investasi Anda dengan penasihat keuangan profesional. Pastikan Anda memahami risiko dari setiap keputusan investasi yang diambil.