KABARBURSA.COM – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menutup sesi I perdagangan Senin, 23 Februari 2026, di level 8.384,05 atau menguat 112,28 poin setara 1,36 persen dari penutupan sebelumnya 8.271,77.
Di sepanjang sesi pertama, indeks bergerak dalam rentang 8.327,57 hingga 8.395,58 dengan pembukaan di 8.334,54. Posisi harga tersebut berada dekat area tertinggi intraday dan seluruh pergerakan berlangsung di zona hijau.
Kenaikan sesi I ini didukung oleh partisipasi pasar yang cukup luas. Sebanyak 480 emiten menguat, dengan 224 saham melemah dan 254 stagnan. Frekuensi transaksi tercatat sebesar 1,86 juta kali dengan nilai sekitar Rp13 triliun.
Dari sisi sektoral, seluruh indeks terlihat bergerak positif, dengan penguatan terbesar terjadi pada sektor bahan baku yang naik 3,66 persen. Kemudian, disusul sektor transportasi 2,16 persen dan energi 1,66 persen.
Sementara, sektor keuangan dan konsumer primer masing-masing naik 1,38 persen dan 1,53 persen. Catatan ini menunjukkan kontribusi sektor berkapitalisasi besar dalam mendorong kenaikan indeks.
Teknikal IHSG
Secara teknikal harian, grafik IHSG menunjukkan pemulihan setelah sebelumnya mengalami tekanan korektif. Level 8.384 berada di atas area konsolidasi sebelumnya dan mendekati rentang resistensi jangka pendek di sekitar 8.390–8.400, yang bertepatan dengan level tertinggi intraday sesi I.
Posisi harga yang bertahan di atas level pembukaan serta tidak kembali menguji area 8.300 mencerminkan dominasi tekanan beli sepanjang sesi pertama.
Dari sisi struktur volume, aktivitas perdagangan terlihat stabil dibanding rata-rata harian sebelumnya. Kenaikan indeks disertai partisipasi saham yang luas dan penguatan merata di seluruh sektor, yang secara historis sering mencerminkan fase risk-on jangka pendek dalam satu sesi perdagangan.
Namun, rentang pergerakan intraday yang relatif sempit antara 8.327 dan 8.395 juga menunjukkan bahwa indeks mulai mendekati area uji resistensi terdekat.
Jika tekanan beli mampu menjaga posisi di atas 8.380 hingga memasuki sesi II, maka ruang pergerakan indeks akan mengarah pada uji ulang area 8.400. Sebaliknya, apabila terjadi tekanan jual pada paruh kedua perdagangan, area 8.330–8.350 menjadi zona penyangga terdekat berdasarkan pergerakan intraday sesi I.
Dengan posisi saat ini, kelanjutan penguatan hingga akhir perdagangan akan sangat ditentukan oleh konsistensi arus transaksi pada saham berkapitalisasi besar serta kemampuan indeks bertahan di atas rentang 8.350–8.380 pada sesi lanjutan.
Struktur pergerakan sesi I menunjukkan dominasi kenaikan yang luas, sementara area 8.390–8.400 menjadi titik teknikal terdekat yang akan diuji dalam lanjutan perdagangan hari ini.(*)