KABARBURSA.COM – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) kembali dibuka melemah pada perdagangan Rabu, 4 Maret 2026. Pada awal sesi, IHSG turun 46,00 poin atau 0,58 persen ke level 7.893,77.
Pergerakan indeks berada di rentang 7.896,38 hingga 7.897,81, mencerminkan tekanan jual yang masih mendominasi pasar sejak pembukaan.
Total volume transaksi di seluruh pasar tercatat sebesar 12,19 juta lot dengan nilai perdagangan mencapai Rp447,60 miliar dari 50,82 ribu transaksi. Aktivitas perdagangan menunjukkan pelaku pasar masih cenderung melakukan aksi jual selektif, terutama pada saham-saham berkapitalisasi besar.
Dari sisi sektoral, mayoritas indeks sektoral berada di zona merah. Sektor basic industry terkoreksi paling dalam sebesar 2,79 persen, diikuti sektor consumer cyclical turun 1,64 persen, sektor teknologi melemah 0,84 persen, sektor properti turun 0,80 persen, sektor keuangan terkoreksi 0,63 persen, serta sektor infrastruktur turun 0,67 persen.
Sektor non-cyclical juga melemah 0,51 persen. Sementara itu, sektor industrial menguat 0,54 persen, sektor kesehatan naik 0,04 persen, dan sektor energi menguat tipis 0,02 persen.
Di tengah pelemahan indeks, sejumlah saham justru mencatatkan lonjakan signifikan. PT Satria Mega Kencana Tbk (SOTS) dari sektor properti dan pengembangan kawasan melonjak 24,59 persen ke level 1.140.
PT Royaltama Mulia Kontraktorindo Tbk (RMKO), perusahaan jasa pertambangan dan kontraktor batu bara, naik 13,79 persen ke harga 825. PT Megapower Makmur Tbk (MPOW) yang bergerak di sektor energi baru dan terbarukan menguat 12,40 persen ke level 145.
Selain itu, PT Graha Prima Mentari Tbk (GRPM) dari sektor properti naik 9,94 persen ke harga 376, sementara PT Estee Gold Feet Tbk (EURO) yang bergerak di sektor barang konsumsi terapresiasi 9,51 persen ke level 1.555.
MNC Sekuritas dalam laporan Daily Scope Wave edisi 4 Maret 2026 menyebutkan IHSG sebelumnya telah terkoreksi 0,96 persen ke level 7.939 dan tekanan jual membuat indeks menembus garis rata-rata pergerakan jangka panjang MA200.
Secara teknikal, IHSG dinilai masih berada dalam fase downtrend dan berpotensi membentuk bagian dari wave (b) dari wave [x]. Apabila IHSG kembali menembus area support terdekat di 7.861 dan 7.712, maka indeks berpeluang menguji rentang 7.686 hingga 7.846. Sementara itu, resistance terdekat berada di 8.154 dan 8.306. (*)