Logo
>

IHSG Terkoreksi 0,58 Persen, Mayoritas Sektor di Zona Merah

IHSG dibuka turun 0,58 persen ke 7.893 pada awal perdagangan. Mayoritas sektor melemah, sementara beberapa saham mencatat lonjakan signifikan.

Ditulis oleh Desty Luthfiani
IHSG Terkoreksi 0,58 Persen, Mayoritas Sektor di Zona Merah
Ilustrasi IHSG dibuka melemah pada perdagangan Rabu, 4 Maret 2026. Foto: dok KabarBursa.com

KABARBURSA.COM – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) kembali dibuka melemah pada perdagangan Rabu, 4 Maret 2026. Pada awal sesi, IHSG turun 46,00 poin atau 0,58 persen ke level 7.893,77.

Pergerakan indeks berada di rentang 7.896,38 hingga 7.897,81, mencerminkan tekanan jual yang masih mendominasi pasar sejak pembukaan.

Total volume transaksi di seluruh pasar tercatat sebesar 12,19 juta lot dengan nilai perdagangan mencapai Rp447,60 miliar dari 50,82 ribu transaksi. Aktivitas perdagangan menunjukkan pelaku pasar masih cenderung melakukan aksi jual selektif, terutama pada saham-saham berkapitalisasi besar.

Dari sisi sektoral, mayoritas indeks sektoral berada di zona merah. Sektor basic industry terkoreksi paling dalam sebesar 2,79 persen, diikuti sektor consumer cyclical turun 1,64 persen, sektor teknologi melemah 0,84 persen, sektor properti turun 0,80 persen, sektor keuangan terkoreksi 0,63 persen, serta sektor infrastruktur turun 0,67 persen.

Sektor non-cyclical juga melemah 0,51 persen. Sementara itu, sektor industrial menguat 0,54 persen, sektor kesehatan naik 0,04 persen, dan sektor energi menguat tipis 0,02 persen.

Di tengah pelemahan indeks, sejumlah saham justru mencatatkan lonjakan signifikan. PT Satria Mega Kencana Tbk (SOTS) dari sektor properti dan pengembangan kawasan melonjak 24,59 persen ke level 1.140.

PT Royaltama Mulia Kontraktorindo Tbk (RMKO), perusahaan jasa pertambangan dan kontraktor batu bara, naik 13,79 persen ke harga 825. PT Megapower Makmur Tbk (MPOW) yang bergerak di sektor energi baru dan terbarukan menguat 12,40 persen ke level 145.

Selain itu, PT Graha Prima Mentari Tbk (GRPM) dari sektor properti naik 9,94 persen ke harga 376, sementara PT Estee Gold Feet Tbk (EURO) yang bergerak di sektor barang konsumsi terapresiasi 9,51 persen ke level 1.555.

MNC Sekuritas dalam laporan Daily Scope Wave edisi 4 Maret 2026 menyebutkan IHSG sebelumnya telah terkoreksi 0,96 persen ke level 7.939 dan tekanan jual membuat indeks menembus garis rata-rata pergerakan jangka panjang MA200.

Secara teknikal, IHSG dinilai masih berada dalam fase downtrend dan berpotensi membentuk bagian dari wave (b) dari wave [x]. Apabila IHSG kembali menembus area support terdekat di 7.861 dan 7.712, maka indeks berpeluang menguji rentang 7.686 hingga 7.846. Sementara itu, resistance terdekat berada di 8.154 dan 8.306. (*)

Dapatkan Sinyal Pasar Saat Ini

Ikuti kami di WhatsApp Channel dan dapatkan informasi terbaru langsung di ponsel Anda.

Gabung Sekarang

Jurnalis

Desty Luthfiani

Desty Luthfiani seorang jurnalis muda yang bergabung dengan KabarBursa.com sejak Desember 2024 lalu. Perempuan yang akrab dengan sapaan Desty ini sudah berkecimpung di dunia jurnalistik cukup lama. Dimulai sejak mengenyam pendidikan di salah satu Universitas negeri di Surakarta dengan fokus komunikasi jurnalistik. Perempuan asal Jawa Tengah dulu juga aktif dalam kegiatan organisasi teater kampus, radio kampus dan pers mahasiswa jurusan. Selain itu dia juga sempat mendirikan komunitas peduli budaya dengan konten-konten kebudayaan bernama "Mata Budaya". 

Karir jurnalisnya dimulai saat Desty menjalani magang pendidikan di Times Indonesia biro Yogyakarta pada 2019-2020. Kemudian dilanjutkan magang pendidikan lagi di media lokal Solopos pada 2020. Dilanjutkan bekerja di beberapa media maenstream yang terverifikasi dewan pers.

Ia pernah ditempatkan di desk hukum kriminal, ekonomi dan nasional politik. Sekarang fokus penulisan di KabarBursa.com mengulas informasi seputar ekonomi dan pasar modal.

Motivasi yang diilhami Desty yakni "do anything what i want artinya melakukan segala sesuatu yang disuka. Melakukan segala sesuatu semaksimal mungkin, berpegang teguh pada kebenaran dan menjadi bermanfaat untuk Republik".