Logo
>

IHSG Tertekan, Saham-saham ini Jadi Magnet Asing di Sesi I

Di tengah pelemahan IHSG hingga 1,81 persen pada sesi I perdagangan, sejumlah saham mencatat pembelian bersih investor asing.

Ditulis oleh Syahrianto
IHSG Tertekan, Saham-saham ini Jadi Magnet Asing di Sesi I
Data perdagangan yang dihimpun Kabarbursa.com, menunjukkan indeks dibuka di level 7.338,82 dan sempat menyentuh posisi tertinggi 7.350,28. (Foto: Kabarbursa.com/R. Fadli)

KABARBURSA.COM – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) masih berada di zona tekanan hingga sesi I perdagangan Jumat, 13 Maret 2026. Indeks tercatat berada di level 7.228,95 atau turun 133,17 poin setara 1,81 persen dibandingkan posisi sebelumnya.

Data perdagangan yang dihimpun Kabarbursa.com, menunjukkan indeks dibuka di level 7.338,82 dan sempat menyentuh posisi tertinggi 7.350,28 sebelum bergerak turun hingga 7.188,08. Aktivitas transaksi mencapai sekitar 159,61 juta lot dengan nilai perdagangan sekitar Rp633,7 triliun.

Di tengah tekanan indeks tersebut, data transaksi investor asing menunjukkan arus dana yang masih aktif pada sejumlah saham, terutama di sektor energi dan sumber daya alam.

Berdasarkan data perdagangan hingga sesi I, investor asing tercatat melakukan pembelian bersih di sejumlah saham dengan volume yang cukup besar. Saham PT Astrindo Nusantara Infrastruktur Tbk (BIPI) menjadi saham dengan pembelian bersih asing terbesar dengan net foreign buy 201,81 juta saham. Total pembelian asing pada saham ini tercatat mencapai 374,44 juta saham, sementara penjualan asing berada di 172,63 juta saham.

Posisi berikutnya ditempati saham PT Bakrie & Brothers Tbk (BNBR) dengan net foreign buy 142,28 juta saham. Total pembelian asing pada saham tersebut tercatat sebesar 164,99 juta saham, sementara penjualan asing berada di kisaran 22,70 juta saham.

Saham sektor energi lain yang juga masuk dalam daftar pembelian asing terbesar adalah PT Bumi Resources Tbk (BUMI). Pada sesi perdagangan berjalan, saham ini mencatat net foreign buy 66,63 juta saham dengan total pembelian asing mencapai 730,43 juta saham dan penjualan asing sekitar 663,80 juta saham.

Selain itu, saham PT Buana Lintas Lautan Tbk (BULL) mencatat pembelian bersih asing sekitar 60,03 juta saham. Total pembelian asing pada saham ini tercatat 81,52 juta saham, sementara penjualan asing berada di kisaran 21,49 juta saham.

Saham energi lain yang juga masuk dalam daftar pembelian bersih investor asing adalah PT Energi Mega Persada Tbk (ENRG) dengan net foreign buy sekitar 40,98 juta saham. Total pembelian asing pada saham ini tercatat mencapai 56,45 juta saham, sementara penjualan asing sekitar 15,47 juta saham.

Selain saham-saham tersebut, beberapa emiten lain juga mencatat pembelian bersih asing pada sesi perdagangan berjalan, antara lain PT Indoritel Makmur Internasional Tbk (INET) dengan 30,54 juta saham, PT Darma Henwa Tbk (DEWA) sekitar 19,98 juta saham, serta PT Agung Podomoro Land Tbk (APLN) sekitar 16,93 juta saham.

Sementara itu, pada sisi lain pasar, sejumlah saham kapitalisasi besar justru mencatat penjualan bersih investor asing. Saham PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GOTO) menempati posisi teratas dalam daftar penjualan bersih asing dengan net foreign sell sekitar 142,41 juta saham.

Saham perbankan juga tercatat mengalami tekanan jual asing. Saham PT Bank Mandiri (Persero) Tbk (BMRI) mencatat net foreign sell sekitar 46,46 juta saham, diikuti oleh PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk (BBNI) dengan 22,26 juta saham serta PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BBRI) dengan sekitar 16,63 juta saham.

Secara keseluruhan, data transaksi menunjukkan investor asing mencatat pembelian sebesar Rp3,05 triliun dan penjualan sekitar Rp3,10 triliun di seluruh pasar. Dengan demikian, investor asing membukukan net foreign sell sekitar Rp52,56 miliar hingga sesi perdagangan berlangsung.

Sementara itu, aktivitas transaksi domestik tercatat lebih dominan dengan nilai pembelian sekitar Rp4,34 triliun dan penjualan sekitar Rp4,29 triliun. Komposisi transaksi menunjukkan porsi investor domestik mencapai sekitar 58,39 persen, sementara investor asing sekitar 41,61 persen dari total nilai perdagangan.

Dari sisi volume transaksi, investor asing mencatat pembelian sekitar 3,85 miliar saham dan penjualan 3,50 miliar saham. Sementara itu, investor domestik mencatat pembelian sekitar 11,80 miliar saham dan penjualan sekitar 12,14 miliar saham. (*)

Dapatkan Sinyal Pasar Saat Ini

Ikuti kami di WhatsApp Channel dan dapatkan informasi terbaru langsung di ponsel Anda.

Gabung Sekarang

Jurnalis

Syahrianto

Jurnalis ekonomi yang telah berkarier sejak 2019 dan memperoleh sertifikasi Wartawan Muda dari Dewan Pers pada 2021. Sejak 2024, mulai memfokuskan diri sebagai jurnalis pasar modal.

Saat ini, bertanggung jawab atas rubrik "Market Hari Ini" di Kabarbursa.com, menyajikan laporan terkini, analisis berbasis data, serta insight tentang pergerakan pasar saham di Indonesia.

Dengan lebih dari satu tahun secara khusus meliput dan menganalisis isu-isu pasar modal, secara konsisten menghasilkan tulisan premium (premium content) yang menawarkan perspektif kedua (second opinion) strategis bagi investor.

Sebagai seorang jurnalis yang berkomitmen pada akurasi, transparansi, dan kualitas informasi, saya terus mengedepankan standar tinggi dalam jurnalisme ekonomi dan pasar modal.