KABARBURSA.COM — Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dibuka melemah pada perdagangan Senin pagi, 9 Maret 2026. Berdasarkan data perdagangan sekitar pukul 09.00 WIB, indeks berada di level 7.346,46 atau turun 239,23 poin setara 3,15 persen dibandingkan posisi sebelumnya.
Pergerakan IHSG sejak awal sesi perdagangan terlihat berada dalam tekanan jual. Pada awal perdagangan, indeks sempat dibuka di level 7.374,31 dan langsung bergerak turun hingga menyentuh level terendah di sekitar 7.342,61.
Aktivitas transaksi di Bursa Efek Indonesia pada awal perdagangan tercatat mencapai 17 juta lot dengan nilai transaksi sekitar Rp893,57 miliar dari lebih dari 100,39 ribu kali transaksi di seluruh pasar.
Pelemahan indeks juga tercermin dari pergerakan sektor-sektor saham yang mayoritas berada di zona merah. Sektor bahan baku atau basic industry mencatat penurunan paling dalam sebesar 5,96 persen. Disusul sektor cyclical atau konsumsi siklikal yang turun 5,42 persen serta sektor infrastruktur yang melemah 4,59 persen.
Tekanan juga terlihat pada sektor industri yang turun 4,49 persen, sektor properti melemah 3,43 persen, serta sektor energi yang terkoreksi 3,12 persen. Sementara sektor transportasi turun 2,82 persen dan sektor barang konsumsi non siklikal melemah 2,98 persen.
Sektor keuangan juga bergerak turun sebesar 1,60 persen diikuti sektor teknologi yang melemah 1,99 persen dan sektor kesehatan yang turun 1,00 persen.
Di tengah pelemahan indeks, sejumlah saham justru mencatatkan kenaikan harga dan masuk dalam daftar top gainers pada awal perdagangan hari ini.
Salah satunya adalah PT Koka Indonesia Tbk dengan kode saham KOKA yang bergerak di sektor konsumer. Saham ini naik 40 poin atau menguat 15,38 persen ke level Rp300 per saham.
Saham lain yang juga mencatat kenaikan adalah PT Indo Oil Perkasa Tbk dengan kode saham OILS yang bergerak di sektor energi. Saham OILS naik 32 poin atau menguat 14,95 persen ke posisi Rp246 per saham.
Kenaikan juga terjadi pada saham PT Champ Resto Indonesia Tbk dengan kode saham ENAK yang bergerak di sektor restoran dan konsumsi. Saham ENAK menguat 51 poin atau naik 11,23 persen ke level Rp505 per saham.
Sementara itu saham PT Apexindo Pratama Duta Tbk dengan kode saham APEX yang bergerak di sektor jasa pengeboran minyak dan gas juga masuk dalam daftar saham penguat setelah naik 22 poin atau menguat 9,48 persen ke level Rp254 per saham.
Penguatan juga terjadi pada saham PT Batulicin Nusantara Maritim Tbk dengan kode saham BESS yang bergerak di sektor transportasi dan logistik maritim. Saham BESS naik 100 poin atau menguat 7,81 persen ke level Rp1.380 per saham.
Di sisi lain, beberapa saham justru mengalami tekanan cukup dalam dan masuk dalam daftar top losers pada perdagangan pagi ini.
Saham PT Sreeya Sewu Indonesia Tbk dengan kode saham SIPD yang bergerak di sektor pakan ternak dan agribisnis tercatat turun 165 poin atau melemah 14,93 persen ke level Rp940 per saham.
Saham PT MD Entertainment Tbk dengan kode saham FILM yang bergerak di sektor industri hiburan juga mengalami penurunan signifikan sebesar 640 poin atau turun 14,48 persen ke posisi Rp3.780 per saham.
Penurunan juga dialami oleh saham PT Danasupra Erapacific Tbk dengan kode saham DEFI yang bergerak di sektor jasa keuangan. Saham ini turun 13 poin atau melemah 14,44 persen ke level Rp77 per saham.
Selain itu saham PT Sekar Bumi Tbk dengan kode saham SKBM yang bergerak di sektor makanan olahan tercatat turun 125 poin atau melemah 14,12 persen ke level Rp760 per saham.
Saham PT Petrosea Tbk dengan kode saham PTRO yang bergerak di sektor jasa pertambangan dan kontraktor tambang juga mengalami penurunan 700 poin atau turun 14,11 persen ke level Rp4.260 per saham.
Sebagai latar belakang, dalam riset harian MNC Sekuritas disebutkan bahwa pada perdagangan sebelumnya IHSG tercatat terkoreksi 1,62 persen ke level 7.585 disertai munculnya tekanan jual yang cukup kuat di pasar. Dalam analisis teknikal tersebut, pergerakan indeks diperkirakan sedang berada pada bagian dari wave [y] dari wave 4 atau wave (2) sehingga masih berpotensi melanjutkan koreksi.
Dalam skenario tersebut, area 7.140 hingga 7.391 diperkirakan menjadi zona koreksi yang perlu dicermati pelaku pasar. Sementara itu level support IHSG berada di kisaran 7.311 dan 7.391 dengan resistance di area 7.934 hingga 8.154. (*)