KABARBURSA.COM – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diproyeksikan bergerak dalam rentang 8.230 hingga 8.400 pada perdagangan hari ini, Senin, 23 Februari 2026, setelah sebelumnya, Jumat, 20 Februari 2026, ditutup terkoreksi tipis 2,31 poin atau turun 0,028 persen ke level 8.271,77.
Dua rumah riset, MNC Sekuritas (MNCS) dan BRI Danareksa Sekuritas (BRIDS), sama-sama menyoroti pergerakan dana asing serta level teknikal sebagai faktor penentu arah indeks jangka pendek.
Head of Research Retail MNCS, Herditya Wicaksana, dalam laporannya menyampaikan bahwa secara teknikal IHSG masih memiliki peluang melanjutkan penguatan dengan catatan bertahan di atas level kunci.
“Best case, apabila IHSG mampu bertahan di atas 8.170, indeks masih berpeluang melanjutkan penguatan ke rentang 8.440 hingga 8.503. Namun, perlu diwaspadai potensi koreksi ke area 8.059 sampai 8.119,” ujar Herditya dalam riset hariannya.
Ia juga menegaskan bahwa skenario pergerakan indeks saat ini masih berada dalam fase pengujian level penting.
“Selama IHSG tidak menembus area support terdekat, peluang untuk membentuk lanjutan penguatan masih terbuka. Tetapi apabila tekanan jual meningkat dan support gagal dipertahankan, maka ruang koreksi ke area bawah tersebut perlu dicermati,” katanya.
Data perdagangan terakhir menunjukkan IHSG ditutup di level 8.271,77 dengan komposisi 381 saham turun, 267 saham naik, dan 171 saham tidak berubah. Di pasar reguler, investor asing mencatatkan net sell sebesar Rp360,91 miliar.
Sementara itu, Head of Research Departement BRIDS, Chory Agung Ramdhani bersama tim, menilai struktur tren IHSG masih berada dalam kondisi yang relatif konstruktif.
“Struktur tren IHSG masih konstruktif selama mampu bertahan di atas area 8.150 hingga 8.230, sehingga peluang rebound tetap terbuka dengan target resistance pada area psikologis 8.400,” ujar Chory.
Menurutnya, arus dana asing dan dinamika global tetap menjadi perhatian utama pelaku pasar.
“Pergerakan dana asing serta sentimen global masih menjadi variabel utama yang menentukan arah indeks dalam jangka pendek, terutama setelah tercatat net foreign sell Rp360,91 miliar di pasar reguler,” katanya.
BRIDS juga mencatat pengaruh sentimen eksternal terhadap pergerakan pasar domestik. Bursa Amerika Serikat sebelumnya ditutup menguat dengan Dow Jones Industrial Average naik 0,47 persen ke 49.625,97, S&P 500 menguat 0,69 persen ke 6.909,51, dan Nasdaq naik 0,90 persen ke 22.886,07.
Dari sisi komoditas, emas menguat 1,67 persen, minyak terkoreksi 0,06 persen, CPO naik 1,89 persen, batu bara menguat 0,04 persen, dan nikel naik 0,50 persen.
Dengan posisi IHSG di 8.271,77, level support terdekat berada di kisaran 8.150–8.230, sementara resistance psikologis berada di 8.400.
Pergerakan dana asing dan respons pasar terhadap sentimen global menjadi faktor yang terus dicermati pada perdagangan hari ini. (*)