Logo
>

INET Buka Jalur Bisnis Baru dari Kabel Laut hingga Wi-Fi 7

Direktur Utama PT Sinergi Inti Prima Tbk, Muhammad Arif, mengatakan Perseroan memasuki 2026 dengan fondasi operasional yang lebih kuat setelah melewati fase konsolidasi pasca penawaran umum perdana saham

Ditulis oleh Desty Luthfiani
INET Buka Jalur Bisnis Baru dari Kabel Laut hingga Wi-Fi 7
PT Sinergi Inti Andalan Prima Tbk (INET) bagi dividen tahun buku 2025. Foto: dok INET

KABARBURSA.COM – PT Sinergi Inti Prima Tbk (INET) menyiapkan strategi ekspansi bisnis infrastruktur digital pada 2026 melalui penguatan konektivitas internasional, perluasan jaringan broadband domestik, hingga pengembangan layanan berbasis teknologi Wi-Fi 7.

Perseroan menilai lonjakan lalu lintas data, percepatan transformasi digital, serta perkembangan teknologi seperti 5G, cloud computing, dan artificial intelligence (AI) menjadi pendorong utama pertumbuhan industri infrastruktur digital nasional.

Direktur Utama PT Sinergi Inti Prima Tbk, Muhammad Arif, mengatakan Perseroan memasuki 2026 dengan fondasi operasional yang lebih kuat setelah melewati fase konsolidasi pasca penawaran umum perdana saham atau initial public offering (IPO).

“Kami memandang 2025 sebagai momentum penguatan fondasi operasional dan pengembangan jaringan untuk merespons peluang pasar yang semakin cepat,” ujar Arif dalam keterangan tertulis, Jumat, 29 Mei 2026.

Menurut dia, penyelesaian penguatan jaringan domestik dan pengembangan ring Jabodetabek menjadi modal penting bagi INET untuk memperluas penetrasi bisnis di sektor konektivitas digital.

Salah satu fokus utama Perseroan pada tahun ini adalah pengembangan Sistem Komunikasi Kabel Laut (SKKL) Jakarta–Batam–Singapura melalui entitas anak usaha PT Pusat Fiber Indonesia (PFI). Dalam proyek tersebut, PFI menjalin kerja sama dengan PT Jejaring Mitra Persada (JMP) untuk pengembangan jalur kabel bawah laut internasional.

Melalui skema Indefeasible Right of Use (IRU), PFI memperoleh hak penggunaan infrastruktur kabel laut pada jalur Rising-8, khususnya segmen Edge Cape Batam hingga Tanah Merah Singapura.

Langkah tersebut mereka nilai akan memperkuat layanan konektivitas global Perseroan, termasuk layanan International IP Transit dan International Private Leased Circuit (IPLC) yang menyasar pelanggan korporasi dan penyedia layanan internet atau internet service provider (ISP).

Selain konektivitas internasional, INET juga memperluas jaringan fiber to the home (FTTH) ke sejumlah wilayah potensial di luar Pulau Jawa, termasuk Bali, Lombok, dan Kalimantan Barat.

Perseroan menyebut penetrasi broadband di kota lapis kedua dan ketiga masih memiliki ruang pertumbuhan besar, terutama di wilayah yang belum terlayani optimal.

Untuk mendukung ekspansi tersebut, INET mengakuisisi PT Personel Alih Daya Tbk (PADA) yang bergerak di bidang penyediaan layanan teknis dan sumber daya manusia. Akuisisi itu disebut memperkuat kapasitas tenaga kerja instalasi dan pemeliharaan jaringan FTTH Perseroan.

Melalui anak usaha PT Garuda Prima Internetindo (GPI), INET juga mulai mengembangkan layanan broadband berbasis Wi-Fi 7 yang menyasar pengguna rumah tangga dan ekosistem smart home.

Teknologi Wi-Fi 7 diklaim menawarkan kecepatan internet lebih tinggi, koneksi lebih stabil, latensi rendah, serta mendukung kebutuhan perangkat digital yang semakin kompleks.

Dalam pengembangan bisnis, Perseroan menerapkan strategi pemasaran berbeda untuk segmen korporasi dan konsumen. Pada segmen business to business (B2B), INET mengandalkan pendekatan relasi bisnis dan layanan langsung melalui penyediaan interkoneksi pusat data, kolokasi, local loop, hingga network access provider (NAP).

Sementara untuk segmen business to consumer (B2C), Perseroan mengoptimalkan kampanye digital dan edukasi pasar terkait pemanfaatan teknologi Wi-Fi 7.

INET juga melakukan pemisahan lini bisnis korporasi dan pemerintahan melalui entitas anak PT Data Prima Solusindo guna menjaga hubungan dengan mitra ISP dan menghindari potensi benturan kepentingan di pasar.

“Langkah ini dilakukan agar partner B2B tetap nyaman berbisnis dengan INET dan tidak terjadi benturan kepentingan di lapangan,” kata Arif.

Di tengah persaingan industri telekomunikasi yang padat modal, Perseroan menegaskan fokus pertumbuhan tetap diarahkan pada ekspansi yang terukur dengan mempertimbangkan profil risiko dan keberlanjutan bisnis jangka panjang.

INET juga menyebut penguatan kompetensi sumber daya manusia menjadi bagian penting untuk menjaga adaptasi terhadap perkembangan teknologi telekomunikasi dan kebutuhan industri digital di masa mendatang.(*)

Disclaimer:
Berita atau informasi yang Anda baca membahas emiten atau saham tertentu berdasarkan data yang tersedia dari keterbukaan informasi PT Bursa Efek Indonesia dan sumber lain yang dapat dipercaya. Konten ini tidak dimaksudkan sebagai ajakan untuk membeli atau menjual saham tertentu. Selalu lakukan riset mandiri dan konsultasikan keputusan investasi Anda dengan penasihat keuangan profesional. Pastikan Anda memahami risiko dari setiap keputusan investasi yang diambil.

Dapatkan Sinyal Pasar Saat Ini

Ikuti kami di WhatsApp Channel dan dapatkan informasi terbaru langsung di ponsel Anda.

Gabung Sekarang

Jurnalis

Desty Luthfiani

Desty Luthfiani seorang jurnalis muda yang bergabung dengan KabarBursa.com sejak Desember 2024 lalu. Perempuan yang akrab dengan sapaan Desty ini sudah berkecimpung di dunia jurnalistik cukup lama. Dimulai sejak mengenyam pendidikan di salah satu Universitas negeri di Surakarta dengan fokus komunikasi jurnalistik. Perempuan asal Jawa Tengah dulu juga aktif dalam kegiatan organisasi teater kampus, radio kampus dan pers mahasiswa jurusan. Selain itu dia juga sempat mendirikan komunitas peduli budaya dengan konten-konten kebudayaan bernama "Mata Budaya". 

Karir jurnalisnya dimulai saat Desty menjalani magang pendidikan di Times Indonesia biro Yogyakarta pada 2019-2020. Kemudian dilanjutkan magang pendidikan lagi di media lokal Solopos pada 2020. Dilanjutkan bekerja di beberapa media maenstream yang terverifikasi dewan pers.

Ia pernah ditempatkan di desk hukum kriminal, ekonomi dan nasional politik. Sekarang fokus penulisan di KabarBursa.com mengulas informasi seputar ekonomi dan pasar modal.

Motivasi yang diilhami Desty yakni "do anything what i want artinya melakukan segala sesuatu yang disuka. Melakukan segala sesuatu semaksimal mungkin, berpegang teguh pada kebenaran dan menjadi bermanfaat untuk Republik".