Logo
>

Ini Mesin di Balik Laba MAPA yang Loncat 39,6 Persen

Map Aktif Adiperkasa mencatat pertumbuhan kinerja pada kuartal I 2026.

Ditulis oleh Syahrianto
Ini Mesin di Balik Laba MAPA yang Loncat 39,6 Persen
PT Map Aktif Adiperkasa Tbk (MAPA) mencatat pertumbuhan kinerja pada kuartal I 2026. (Foto: Dok. MAP Group)

KABARBURSA.COM – PT Map Aktif Adiperkasa Tbk (MAPA) mencatat pertumbuhan kinerja pada kuartal I 2026. Pendapatan dan laba meningkat dengan dorongan konsumsi awal tahun serta momentum musiman.

Ratih D. Gianda, VP Investor Relations, Corporate Communications, and Sustainability MAP Group, mengatakan kinerja awal tahun didukung peningkatan minat konsumen terhadap portofolio produk perusahaan. 

“Kami merasa termotivasi atas kinerja awal tahun yang solid, dengan meningkatnya minat konsumen pada brand-brand kami yang didukung oleh periode lebaran," ujar Ratih dalam siaran persnya dikutip, Jumat, 1 Mei 2026. 

Map Aktif Adiperkasa (MAA), sambung Ratih, memanfaatkan momentum ini dengan memastikan ketersediaan produk yang tepat di seluruh portofolio. Hal ini memberikan fondasi yang kuat dalam menghadapi dinamika lingkungan bisnis yang terus berkembang.

Sepanjang tiga bulan pertama 2026, MAPA membukukan pendapatan bersih sebesar Rp5,0 triliun atau tumbuh 14,7 persen secara tahunan. Laba kotor tercatat Rp2,4 triliun, sementara laba usaha naik 28,9 persen menjadi Rp603 miliar. 

EBITDA mencapai Rp991 miliar, dan laba bersih meningkat 39,6 persen menjadi Rp473 miliar.

Pertumbuhan tersebut terjadi seiring peningkatan aktivitas konsumsi pada periode Lebaran. Perusahaan memastikan ketersediaan produk di seluruh jaringan untuk menangkap permintaan yang meningkat pada periode tersebut.

Dari sisi operasional, MAPA tetap menjalankan strategi efisiensi untuk menjaga keseimbangan antara pertumbuhan dan profitabilitas. 

Langkah yang dilakukan meliputi optimalisasi persediaan, pengelolaan biaya, serta penguatan proses operasional di belakang layar.

Selain itu, perusahaan juga melanjutkan pengembangan digitalisasi dan otomasi. Upaya ini dilakukan melalui penguatan kanal penjualan, baik secara online maupun offline, guna menghadirkan pengalaman belanja yang terintegrasi.

Ratih menambahkan perusahaan tetap mencermati berbagai faktor eksternal yang memengaruhi bisnis. “Ke depannya, kami tetap memperhatikan situasi global, termasuk ketegangan geopolitik yang sedang berlangsung, tekanan biaya, dan volatilitas mata uang," jelas dia.

"Fokus kami tertuju pada hal-hal yang dapat dikendalikan, termasuk memahami preferensi pelanggan, memperkuat fondasi multi-channel, dan membangun fleksibilitas untuk pertumbuhan jangka panjang,” terangnya, menambahkan.

MAPA merupakan entitas ritel berbasis brand commerce yang mengelola lebih dari 40 merek eksklusif. Perusahaan memiliki lebih dari 2.200 gerai serta 30 platform online di kawasan ASEAN, dengan fokus pada segmen sports, leisure, dan kids(*)

Disclaimer:
Berita atau informasi yang Anda baca membahas emiten atau saham tertentu berdasarkan data yang tersedia dari keterbukaan informasi PT Bursa Efek Indonesia dan sumber lain yang dapat dipercaya. Konten ini tidak dimaksudkan sebagai ajakan untuk membeli atau menjual saham tertentu. Selalu lakukan riset mandiri dan konsultasikan keputusan investasi Anda dengan penasihat keuangan profesional. Pastikan Anda memahami risiko dari setiap keputusan investasi yang diambil.

Dapatkan Sinyal Pasar Saat Ini

Ikuti kami di WhatsApp Channel dan dapatkan informasi terbaru langsung di ponsel Anda.

Gabung Sekarang

Jurnalis

Syahrianto

Jurnalis ekonomi yang telah berkarier sejak 2019 dan memperoleh sertifikasi Wartawan Muda dari Dewan Pers pada 2021. Sejak 2024, mulai memfokuskan diri sebagai jurnalis pasar modal.

Saat ini, bertanggung jawab atas rubrik "Market Hari Ini" di Kabarbursa.com, menyajikan laporan terkini, analisis berbasis data, serta insight tentang pergerakan pasar saham di Indonesia.

Dengan lebih dari satu tahun secara khusus meliput dan menganalisis isu-isu pasar modal, secara konsisten menghasilkan tulisan premium (premium content) yang menawarkan perspektif kedua (second opinion) strategis bagi investor.

Sebagai seorang jurnalis yang berkomitmen pada akurasi, transparansi, dan kualitas informasi, saya terus mengedepankan standar tinggi dalam jurnalisme ekonomi dan pasar modal.