Logo
>

Segmen Lifestyle Menggila, Laba ERAA Melejit 123 Persen

Pertumbuhan penjualan dan ekspansi gerai dorong kinerja, tapi margin inti mulai menunjukkan pergeseran.

Ditulis oleh Yunila Wati
Segmen Lifestyle Menggila, Laba ERAA Melejit 123 Persen
Kinerja Erajaya di kuartal 1 2026 ini disebut melampaui ekspektasi. Laba melonjak hingga 123 persen. (Foto: dok Erajaya Swasembada)

KABARBURSA.COM – Kinerja PT Erajaya Swasembada Tbk (ERAA) di kuartal I 2026 tampil mencolok. Dalam laporan keuangannya, ERAA mencatatkan laba bersih sebesar Rp453 miliar. Laba ini melonjak 123 persen secara tahunan dan naik 10 persen dibanding kuartal sebelumnya.

Tidak hanya laba bersih yang bergerak naik. Pendapatan perusahaan ikut terkerek sebanyak 41 persen, menjadi Rp22,4 triliun. Kenaikan ini ditopang oleh hampir seluruh lini bisnis, mulai dari ponsel dan tablet hingga komputer dan perangkat elektronik lainnya. 

Segmen active & lifestyle ini bahkan mencatat pertumbuhan paling tinggi, yaitu melonjak lebih dari 200 persen secara tahunan.

Dari catatan-catatan kinerja tersebut, terlihat bahwa pertumbuhan ERAA tidak hanya datang dari ekspansi, tetapi juga berasal dari momentum pasar yang sedang menguat. 

SSSG Tumbuh 26,2 Persen

MNC Sekuritas dalam risetnya, Jumat, 1 Mei 2026, mencatat bahwa pertumbuhan penjualan ini sejalan dengan same store sales growth (SSSG). Pertumbuhannya mencapai 26,2 persen secara tahunan dalam dua bulan pertama 2026.

Dorongan pertumbuhan ini tidak lepas dari faktor musiman dan siklus produk. Penjualan seri iPhone generasi terbaru menjadi salah satu pemicu utama. Ditambah dengan efek basis rendah pada kuartal I 2025 yang tidak memiliki momentum peluncuran produk besar. 

Kombinasi ini membuat lonjakan penjualan terlihat lebih signifikan secara tahunan.

Di sisi lain, ekspansi jaringan juga terus berjalan. Masih dalam laporannya, ERAA membuka 44 gerai baru secara neto hanya dalam dua bulan pertama 2026. Targetnya sendiri adalah 200 hingga 300 gerai sepanjang tahun. 

Ini artinya, perusahaan tetap agresif memperluas jangkauan pasar di tengah permintaan yang masih tumbuh.

Namun, ada satu detail yang menjadi perhatian penting. Margin laba kotor justru turun menjadi 10,7 persen dari sebelumnya 11,3 persen. Penurunan ini terutama berasal dari segmen ponsel dan tablet yang marginnya juga menyusut ke 8,5 persen.

Meski begitu, tekanan ini berhasil dikompensasi dari sisi lain. Di mana margin laba usaha justru naik menjadi 3,6 persen dari 2,7 persen. Hal ini terjadi seiring efisiensi beban operasional. 

Rasio SG&A terhadap penjualan turun ke 8,6 persen. Dengan begitu, pertumbuhan skala bisnis mulai memberikan efek efisiensi biaya.

Selain itu, ada lonjakan signifikan pada pendapatan lainnya. Komponen ini naik tajam, didorong oleh dukungan promosi yang mencapai Rp150 miliar, serta pos lain yang juga meningkat signifikan. Faktor ini menjadi salah satu penopang utama lonjakan laba bersih pada kuartal ini.

Kinerja ERAA Lampaui Ekspektasi

Dalam catatan Stockbit, kombinasi pertumbuhan pendapatan, efisiensi biaya, dan kenaikan pendapatan non-operasional membuat kinerja ERAA melampaui ekspektasi. Laba bersih kuartal I 2026 sudah setara sekitar 35 persen dari estimasi laba setahun penuh, mencerminkan awal tahun yang relatif kuat.

Namun, struktur pertumbuhan ini juga menyimpan beberapa hal yang perlu dicermati. Penurunan margin di segmen utama dan kontribusi besar dari pendapatan lainnya menunjukkan bahwa kualitas laba tidak sepenuhnya berasal dari operasi inti. 

Ini menjadi variabel yang biasanya akan terus dipantau dalam kuartal-kuartal berikutnya.

Dengan kata lain, ERAA memulai 2026 dengan akselerasi yang kuat, didorong oleh momentum pasar dan ekspansi. Namun di balik pertumbuhan tersebut, dinamika margin dan komposisi laba menjadi bagian penting yang ikut membentuk arah kinerja ke depan.(*)

Disclaimer:
Berita atau informasi yang Anda baca membahas emiten atau saham tertentu berdasarkan data yang tersedia dari keterbukaan informasi PT Bursa Efek Indonesia dan sumber lain yang dapat dipercaya. Konten ini tidak dimaksudkan sebagai ajakan untuk membeli atau menjual saham tertentu. Selalu lakukan riset mandiri dan konsultasikan keputusan investasi Anda dengan penasihat keuangan profesional. Pastikan Anda memahami risiko dari setiap keputusan investasi yang diambil.

Dapatkan Sinyal Pasar Saat Ini

Ikuti kami di WhatsApp Channel dan dapatkan informasi terbaru langsung di ponsel Anda.

Gabung Sekarang

Jurnalis

Yunila Wati

Telah berkarier sebagai jurnalis sejak 2002 dan telah aktif menulis tentang politik, olahraga, hiburan, serta makro ekonomi. Berkarier lebih dari satu dekade di dunia jurnalistik dengan beragam media, mulai dari media umum hingga media yang mengkhususkan pada sektor perempuan, keluarga dan anak.

Saat ini, sudah lebih dari 1000 naskah ditulis mengenai saham, emiten, dan ekonomi makro lainnya.

Tercatat pula sebagai Wartawan Utama sejak 2022, melalui Uji Kompetensi Wartawan yang diinisiasi oleh Persatuan Wartawan Indonesia (PWI), dengan nomor 914-PWI/WU/DP/XII/2022/08/06/79