Logo
>

Investor Diguncang Ketidakpastian, Wall Street Ditutup Melemah

Indeks S&P 500 (SPX),  kehilangan 25,13 poin atau 0,39 persen menjadi 6.343,72

Ditulis oleh Hutama Prayoga
Investor Diguncang Ketidakpastian, Wall Street Ditutup Melemah
Ilustrasi: Suasana dalam New York Stock Exchange atau Wall Street. (Foto: Wikimedia Commons)

KABARBURSA.COM - Indeks bursa Amerika Serikat (AS) atau Wall Street ditutup menurun pada perdagangan Senin, 30 Maret 2026 di tengah meluasnya konflik di Timur Tengah.

Mengutip Reuters, Indeks Dow Jones Industrial Average (DJI) naik 49,50 poin atau 0,11 persen ke level 45.216,14. Namun, dua Indeks lainnya mengalami pelemahan.

Indeks S&P 500 (SPX),  kehilangan 25,13 poin atau 0,39 persen menjadi 6.343,72. Hal serupa juga dialami Nasdaq Composite (IXIC) yang melemah sebesar 153,72 poin atau 0,73 persen ke level 20.794,64.

Saat ini, investor dinilai telah diguncang  ketidakpastian seputar perang di Timur Tengah, yang menyebabkan harga minyak melonjak dan memicu kekhawatiran inflasi.

"Pemerintahan terus mengirimkan pesan yang membingungkan," kata Rick Meckler, mitra di Cherry Lane Investments, sebuah kantor investasi keluarga di New Vernon, New Jersey.

Presiden AS, Donald Trump mengatakan pihaknya sedang melakukan diskusi serius dengan "rezim yang lebih masuk akal" untuk mengakhiri perang.

Namun, ia mengulangi ancamannya untuk membuka Selat Hormuz. Pihak Iran menggambarkan proposal perdamaian AS menjadi tidak realistis.

Pada saat yang sama, konflik tersebut semakin memanas. Milisi Houthi Yaman memasuki perang pada akhir pekan lalu.

Ketika pesan-pesan tersebut tampak baik, hal itu membantu pasar. Meckler mengatakan bahwa investor mungkin sedang mencari "titik terendah" secara teknis setelah aksi jual baru-baru ini.

Komentar dari Ketua Federal Reserve Jerome Powell memberikan dukungan bagi pasar saham. Powell mengatakan ekspektasi inflasi jangka panjang tampaknya tetap stabil meskipun terjadi guncangan energi saat ini, dan The Fed belum perlu mengambil keputusan tentang bagaimana menanggapi masalah terbaru ini.

FedWatch Tool dari CME Group menilai para pelaku pasar uang telah memperkirakan tidak akan ada pelonggaran kebijakan moneter dari Federal Reserve tahun ini, dibandingkan dengan dua kali pemotongan suku bunga yang diperkirakan sebelum perang dimulai.  (*) 
 

Dapatkan Sinyal Pasar Saat Ini

Ikuti kami di WhatsApp Channel dan dapatkan informasi terbaru langsung di ponsel Anda.

Gabung Sekarang

Jurnalis

Hutama Prayoga

Hutama Prayoga telah meniti karier di dunia jurnalistik sejak 2019. Pada 2024, pria yang akrab disapa Yoga ini mulai fokus di desk ekonomi dan kini bertanggung jawab dalam peliputan berita seputar pasar modal.

Sebagai jurnalis, Yoga berkomitmen untuk menyajikan berita akurat, berimbang, dan berbasis data yang dihimpun dengan cermat. Prinsip jurnalistik yang dipegang memastikan bahwa setiap informasi yang disajikan tidak hanya faktual tetapi juga relevan bagi pembaca.