Logo
>

Selangkah Lagi Jadi KEK, AMAN Targetkan Pendapatan Rp295,97 Miliar pada 2026

PT Makmur Berkah Amanda Tbk (AMAN) menargetkan pendapatan portofolio Rp295,97 miliar pada 2026, didorong SAFE 'n' LOCK, ekspansi hospitality, dan peluang Halal Industrial Park Sidoarjo menjadi KEK Halal.

Ditulis oleh Adi Subchan
Selangkah Lagi Jadi KEK, AMAN Targetkan Pendapatan Rp295,97 Miliar pada 2026
Public Expose Tahunan PT Makmur Berkah Amanda Tbk, Selasa, 9 Februari 2026. (Foto: dok AMAN)

KABARBURSA.COM - PT Makmur Berkah Amanda Tbk (AMAN) optimisme terhadap prospek pertumbuhan bisnis perseroan. Dalam Public Expose Tahunan yang digelar di Jakarta, Selasa, 9 Juni 2026, Perseroan menargetkan total pendapatan portofolio sebesar Rp295,97 miliar pada 2026. Target tersebut meningkat dibandingkan realisasi 2025 yang sebesar Rp234,77 miliar.

Direktur Utama PT Makmur Berkah Amanda Tbk Adi Saputra Tedja Surya, mengatakan pertumbuhan perusahaan akan ditopang oleh penguatan portofolio bisnis yang mencakup SAFE ‘n’ LOCK Eco Industrial Park, Element by Westin Ubud Bali, Four Points by Sheraton Pontianak, serta pengembangan Halal Industrial Park Sidoarjo (HIPS) sebagai motor pertumbuhan strategis.

“Hingga saat ini, SAFE ‘n’ LOCK masih menjadi pilar utama pendapatan perseroan. Namun ke depan, kami melihat peluang pertumbuhan yang semakin kuat dari portofolio bisnis yang terus berkembang,” ujar Adi.

Dalam proyeksi 2026, SAFE ‘n’ LOCK diperkirakan tetap menjadi kontributor terbesar dengan porsi sekitar 58 persen. Sementara itu, lini bisnis hospitality juga diharapkan terus tumbuh seiring peningkatan kinerja operasional dan tingkat okupansi yang sehat.

Adi menegaskan, kekuatan SAFE ‘n’ LOCK terletak pada tingginya kepercayaan dan kepuasan tenant yang telah menjadi bagian dari ekosistem kawasan industri tersebut.

“Banyak calon tenant memperoleh referensi dari tenant yang sudah beroperasi. Kepercayaan dan kepuasan tenant menjadi fondasi penting pertumbuhan kawasan,” katanya.

Selain itu, perseroan juga menyoroti perkembangan strategis Halal Industrial Park Sidoarjo (HIPS) yang memiliki luas 796,65 hektare. Kawasan ini diproyeksikan menjadi salah satu mesin pertumbuhan baru seiring rencana penetapan sebagai Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Halal yang saat ini menunggu pengesahan melalui Peraturan Pemerintah.

Menurut manajemen, lanjut Adi, status KEK Halal akan memberikan berbagai insentif dan kemudahan yang dapat memperkuat ekosistem industri halal serta meningkatkan daya tarik investasi global.

Sejumlah investor dari Asia dan Timur Tengah disebut telah menunjukkan minat untuk berinvestasi di kawasan tersebut. Bahkan, beberapa di antaranya telah memasuki tahap lanjutan.

“Minat investor terus berkembang positif. Ada perusahaan dari Asia dan Timur Tengah yang sudah menyatakan ketertarikan serius, bahkan beberapa telah mengonfirmasi rencana investasi,” ujar Adi.

Ia menambahkan, persaingan investasi tidak hanya terjadi di dalam negeri, tetapi juga di tingkat regional Asia Tenggara.

“Pilihan investor bukan hanya Indonesia, tetapi juga Malaysia atau Vietnam. Karena itu kami terus meningkatkan daya saing agar Indonesia menjadi tujuan investasi yang kompetitif,” jelasnya.

Dengan penguatan portofolio bisnis, pengembangan kawasan industri, serta ekspansi sektor hospitality, perseroan optimistis dapat mencapai target pertumbuhan dan menciptakan nilai jangka panjang bagi pemegang saham maupun pemangku kepentingan.(*)

Disclaimer:
Berita atau informasi yang Anda baca membahas emiten atau saham tertentu berdasarkan data yang tersedia dari keterbukaan informasi PT Bursa Efek Indonesia dan sumber lain yang dapat dipercaya. Konten ini tidak dimaksudkan sebagai ajakan untuk membeli atau menjual saham tertentu. Selalu lakukan riset mandiri dan konsultasikan keputusan investasi Anda dengan penasihat keuangan profesional. Pastikan Anda memahami risiko dari setiap keputusan investasi yang diambil.

Dapatkan Sinyal Pasar Saat Ini

Ikuti kami di WhatsApp Channel dan dapatkan informasi terbaru langsung di ponsel Anda.

Gabung Sekarang

Jurnalis

Adi Subchan

Adi Subchan, telah berkarir sebagai jurnalistik sejak 2002 dan telah meliputi tentang Politik, Olahraga, Lifestyle, dan Ekonomi di berbagai media berskala nasional maupun lokal (daerah). Dan pernah ditugaskan meliput peristiwa-peristiwa besar di Indonesia dan dunia. Tercatat pula sebagai Wartawan Utama melalui Uji Kompetensi Wartawan (UKW) yang diinisiasi LPSD dengan nomor 749-LPDS/WU/DP/I/2012/03/05/79.