KABARBURSA.COM – PT Jasuindo Tiga Perkasa Tbk (JTPE) mempercepat strategi diversifikasi bisnis dengan mengandalkan pengembangan produk berbasis teknologi Radio Frequency Identification (RFID) serta memperluas penetrasi pasar global. Langkah ini dilakukan untuk memperkuat portofolio di segmen brand protection atau perlindungan merek, yang dinilai memiliki prospek pertumbuhan dan margin lebih tinggi dibandingkan lini tradisional.
Emiten penyedia solusi percetakan sekuriti ini selama ini masih ditopang oleh segmen identitas dan kartu pembayaran sebagai kontributor utama pendapatan. Namun, manajemen melihat potensi jangka panjang di segmen perlindungan merek yang terus meningkat seiring kebutuhan keamanan produk dan rantai distribusi di berbagai industri.
Direktur Utama JTPE Allan Wibisono Oei menegaskan bahwa perseroan tetap optimistis terhadap arah ekspansi yang tengah dijalankan. Ia menyampaikan berbagai inisiatif yang dilakukan diyakini mampu menjaga pertumbuhan penjualan tetap solid,
“Dengan berbagai inisiatif yang kami jalankan, kami optimistis dapat menjaga pertumbuhan penjualan yang solid. Fokus kami adalah pada produk berteknologi tinggi dan solusi bernilai tambah, yang kami yakini akan menjadi pendorong utama kinerja Perseroan ke depan,” ujar Allan dalam keterangan tertulis Kamis, 26 Februari 2026.
Sebagai bagian dari penguatan segmen brand protection, JTPE melakukan penambahan kapasitas produksi untuk security packaging dan label. Di saat yang sama, perseroan memperkuat lini RFID melalui pembentukan joint venture dengan mitra strategis asal Hong Kong untuk pengembangan komponen RFID. Kolaborasi ini diharapkan tidak hanya memperkaya teknologi internal, tetapi juga membuka akses pasar internasional yang lebih luas.
Berdasarkan laporan keuangan kuartal III-2025, kontribusi terbesar terhadap total penjualan JTPE masih berasal dari pasar domestik. Meski demikian, pasar global menunjukkan pertumbuhan yang stabil dan menjadi fokus pengembangan ke depan. Perusahaan pun terus memperluas jaringan negara tujuan ekspor sebagai bagian dari strategi diversifikasi pasar untuk mengurangi ketergantungan pada satu kawasan.
Ekspansi global dinilai selaras dengan tren kebutuhan solusi keamanan berbasis teknologi di berbagai negara, terutama untuk sektor identitas, pembayaran, dan perlindungan merek. Dengan dukungan joint venture pengembangan komponen RFID, JTPE berharap dapat meningkatkan daya saing sekaligus memperdalam penetrasi di pasar internasional.
Sejalan dengan strategi diversifikasi dan ekspansi tersebut, perseroan juga menjalankan langkah efisiensi di lini produksi. Untuk mendukung optimalisasi dan peningkatan produktivitas, JTPE mengalokasikan belanja modal atau capex sebesar Rp100 miliar pada 2026. Mayoritas dana akan digunakan untuk perawatan mesin serta pembelian mesin baru guna peremajaan fasilitas produksi.
Manajemen meyakini investasi tersebut akan memperkuat fondasi operasional perusahaan, meningkatkan kapasitas dan kualitas produksi, serta mendukung pengembangan produk berteknologi tinggi dengan nilai tambah lebih besar.
Didirikan pada 1990, JTPE merupakan penyedia solusi percetakan sekuriti yang mencakup dokumen, label dan hologram, teknologi kartu seperti kartu pembayaran, kartu sekuriti, kartu reguler dan biro personalisasi, serta percetakan komersial berupa dokumen bisnis, promosi, dan label premium. Perseroan memiliki empat pilar bisnis utama, yakni pembayaran, identitas, perlindungan merek, dan percetakan komersial.
JTPE tercatat di Bursa Efek Indonesia sejak 2002 dan telah mengekspor produknya ke berbagai negara di Asia, Afrika, Australia, Amerika, dan Eropa. Pada 2019, Toppan Gravity Limited yang kini berganti nama menjadi Toppan Security Co., Limited resmi menjadi salah satu pemegang saham dengan kepemilikan 20 persen. Kemitraan ini memperkuat kapasitas riset dan pengembangan perseroan, mengingat grup Toppan dikenal aktif mengajukan lebih dari 300 paten setiap tahun di industri keamanan dan percetakan sekuriti global.
Melalui kombinasi diversifikasi produk RFID, ekspansi pasar internasional, dan investasi mesin baru senilai Rp100 miliar, JTPE membidik pertumbuhan penjualan yang berkelanjutan di tengah dinamika pasar global yang terus berubah. Menilik data perdagangannya saham JTPE saat ini berada di kisaran 605 per lembarnya.(*)
Berita atau informasi yang Anda baca membahas emiten atau saham tertentu berdasarkan data yang tersedia dari keterbukaan informasi PT Bursa Efek Indonesia dan sumber lain yang dapat dipercaya. Konten ini tidak dimaksudkan sebagai ajakan untuk membeli atau menjual saham tertentu. Selalu lakukan riset mandiri dan konsultasikan keputusan investasi Anda dengan penasihat keuangan profesional. Pastikan Anda memahami risiko dari setiap keputusan investasi yang diambil.