KABARBURSA.COM - Sepanjang tahun buku 2025, PT Aspirasi Hidup Indonesia Tbk (ACES) mencatatkan kinerja yang mengalami tekanan cukup signifikan. Laba bersih perseroan tergerus hingga Rp668,73 miliar—merosot tajam sekitar 25 persen dibandingkan capaian tahun sebelumnya yang mencapai Rp892,04 miliar.
Berdasarkan laporan keuangan untuk periode yang berakhir pada 31 Desember 2025, emiten ritel yang berada di bawah naungan PT Kawan Lama Sejahtera ini sebenarnya masih mampu menjaga pertumbuhan pendapatan. Penjualan bersih tercatat sebesar Rp8,64 triliun, naik tipis 0,7 persen dibandingkan realisasi tahun 2024 yang sebesar Rp8,58 triliun.
Namun, kenaikan pendapatan tersebut tidak diimbangi oleh pengendalian biaya yang memadai. Beban pokok penjualan justru meningkat 2,8 persen secara tahunan menjadi Rp4,52 triliun. Akibatnya, laba bruto mengalami koreksi sebesar 1,6 persen, turun menjadi Rp4,12 triliun dari sebelumnya Rp4,18 triliun.
Tekanan kinerja semakin terlihat pada level operasional. Sepanjang Januari hingga Desember 2025, laba usaha hanya mencapai Rp874,7 miliar—anjlok 25,1 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Sementara itu, laba sebelum pajak tercatat sebesar Rp800,45 miliar, turun lebih dalam yakni 26,1 persen dari Rp1,08 triliun pada 2024.
Setelah memperhitungkan beban pajak penghasilan neto sebesar Rp137,98 miliar, laba tahun berjalan perseroan tercatat Rp662,47 miliar. Angka ini mencerminkan penurunan 25,1 persen secara tahunan. Adapun laba yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk mencapai Rp668,73 miliar—kembali menegaskan kontraksi sekitar 25 persen dibandingkan tahun sebelumnya.
Dari sisi posisi keuangan, struktur ekuitas perseroan menunjukkan pertumbuhan yang relatif moderat. Hingga 31 Desember 2025, total ekuitas tercatat sebesar Rp6,6 triliun, meningkat 1,3 persen dari posisi akhir 2024 yang sebesar Rp6,51 triliun.
Di sisi lain, total liabilitas mengalami lonjakan cukup mencolok. Nilainya mencapai Rp1,92 triliun atau meningkat 14,6 persen secara tahunan, dengan dominasi kewajiban jangka pendek sebesar Rp963,99 miliar. Kondisi ini mencerminkan adanya tekanan pada struktur kewajiban jangka pendek perseroan.
Sementara itu, total aset ACES per akhir 2025 tercatat sebesar Rp8,52 triliun—naik 4 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Posisi kas dan setara kas bahkan menunjukkan penguatan yang lebih impresif, melonjak 23,1 persen menjadi Rp2,31 triliun dari Rp1,88 triliun pada akhir 2024.(*)
Berita atau informasi yang Anda baca membahas emiten atau saham tertentu berdasarkan data yang tersedia dari keterbukaan informasi PT Bursa Efek Indonesia dan sumber lain yang dapat dipercaya. Konten ini tidak dimaksudkan sebagai ajakan untuk membeli atau menjual saham tertentu. Selalu lakukan riset mandiri dan konsultasikan keputusan investasi Anda dengan penasihat keuangan profesional. Pastikan Anda memahami risiko dari setiap keputusan investasi yang diambil.