Logo
>

Laba 2025 ADMR Turun 38 Persen, Produksi Aluminium jadi Beban?

Laba bersih ADMR turun 38 persen pada 2025 meski kinerja operasional kuartal IV membaik, sementara belanja investasi besar dan proyek aluminium menjadi sorotan analis untuk prospek 2026.

Ditulis oleh Yunila Wati
Laba 2025 ADMR Turun 38 Persen, Produksi Aluminium jadi Beban?
Dalam laporan kinerja keuangannya, ADMR tegaskan bahwa pertumbuhan untuk leba bersih masih terbatas. (Foto: Dok Alamtri Minerals Indonesia)

KABARBURSA.COM – PT Alamtri Minerals Indonesia Tbk (ADMR) mencatatkan kinerja keuangan yang menunjukkan dinamika berbeda antara pergerakan kuartalan dan capaian sepanjang tahun 2025. 

Data laporan keuangan yang ditampilan, ada kenaikan laba pada kuartal terakhir, namun secara tahunan kinerja laba bersih justru mengalami penurunan dibandingkan tahun sebelumnya.

Berdasarkan laporan keuangan terbaru, ADMR membukukan laba bersih sebesar USD67 juta pada kuartal IV 2025. Angka tersebut meningkat sekitar 5 persen dibandingkan kuartal III 2025, namun masih turun sekitar 35 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

Dengan capaian tersebut, laba bersih sepanjang 2025 tercatat sebesar USD271 juta atau turun sekitar 38 persen dibandingkan laba bersih 2024. Realisasi ini berada sedikit di bawah ekspektasi pasar, yakni sekitar 95 persen dari estimasi konsensus untuk tahun 2025.

Meski demikian, secara kuartalan kinerja ADMR menunjukkan adanya perbaikan, terutama pada sisi operasional. Laba usaha pada kuartal IV 2025 meningkat sekitar 57 persen secara kuartalan. Peningkatan ini terjadi seiring ekspansi margin laba usaha yang naik ke level sekitar 39,2 persen dibandingkan sekitar 32,2 persen pada kuartal sebelumnya.

Kenaikan margin tersebut berlangsung bersamaan dengan peningkatan volume produksi dan harga jual rata-rata. Volume tercatat meningkat sekitar 21 persen secara kuartalan, sementara harga jual rata-rata naik sekitar 7 persen dibandingkan kuartal sebelumnya.

Pertumbuhan Laba Bersih Terbatas

Meskipun demikian, pertumbuhan laba bersih pada kuartal IV 2025 relatif terbatas karena adanya beban non-operasional yang bersifat satu kali. Perusahaan mencatat beban lain-lain sebesar sekitar USD31,4 juta yang berasal dari pembentukan cadangan kerugian kredit ekspektasian atas pinjaman kepada pihak ketiga, yaitu PT Persada Sentral Mineral.

Beban tersebut seluruhnya dibukukan pada kuartal IV 2025 sehingga menekan pertumbuhan laba bersih pada periode tersebut, meskipun kinerja operasional menunjukkan peningkatan.

Dari sisi kinerja keuangan secara keseluruhan, ADMR mencatatkan pendapatan sebesar sekitar Rp16,03 triliun dalam periode trailing twelve months. Laba bersih tercatat sekitar Rp4,46 triliun dengan EBITDA sekitar Rp6,65 triliun.

Margin profitabilitas perusahaan juga menunjukkan struktur yang relatif kuat. Margin laba kotor tercatat sekitar 42,78 persen, sementara margin laba operasi sekitar 28,20 persen dan margin laba bersih sekitar 22,51 persen.

Struktur neraca menunjukkan posisi kas perusahaan berada di sekitar Rp6,17 triliun. Total aset tercatat sekitar Rp48,34 triliun dengan total ekuitas sekitar Rp26,10 triliun.

Pada sisi kewajiban, total liabilitas perusahaan tercatat sekitar Rp19,63 triliun dengan total utang sekitar Rp11,95 triliun. Rasio debt to equity berada di sekitar 0,46 kali dengan rasio likuiditas yang menunjukkan current ratio sekitar 1,59 kali.

Perusahaan juga mencatatkan interest coverage ratio yang tinggi di level sekitar 247 kali, yang menunjukkan kemampuan operasional perusahaan dalam menutup biaya bunga dari laba operasional.

Arus Kas dan Valuasi ADMR

Dari sisi arus kas, ADMR mencatatkan arus kas dari aktivitas operasi sebesar sekitar Rp2,96 triliun. Namun arus kas bebas tercatat negatif sekitar Rp8,09 triliun karena besarnya arus kas investasi yang mencapai sekitar Rp13,24 triliun.

Belanja investasi tersebut menjadi salah satu faktor yang mempengaruhi struktur arus kas perusahaan sepanjang periode tersebut.

Pada sisi valuasi pasar, ADMR diperdagangkan dengan price to earnings ratio sekitar 17,2 kali berdasarkan perhitungan trailing twelve months. Rasio price to book value berada di sekitar 2,94 kali, sementara dividend yield tercatat sekitar 2,55 persen dengan payout ratio sekitar 43,75 persen.

Secara historis, kinerja harga saham ADMR menunjukkan pergerakan yang relatif kuat dalam periode lebih panjang. Dalam enam bulan terakhir harga saham tercatat meningkat sekitar 88 persen, sementara dalam satu tahun terakhir kenaikan mencapai lebih dari 111 persen.

Potensi Kinerja di 2026

Analis dari Stockbit Sekuritas menilai bahwa prospek ADMR untuk tahun 2026 berpotensi dipengaruhi oleh perkembangan proyek aluminium melalui anak usaha PT Kalimantan Aluminium Industry. Proyek tersebut menargetkan produksi aluminium sekitar 300.000 ton.

Selain itu, dinamika harga aluminium global juga menjadi faktor yang diperhatikan oleh analis. Sebagian produksi aluminium global melalui jalur perdagangan Selat Hormuz, yang menjadi salah satu jalur utama perdagangan komoditas tersebut.

Untuk segmen coking coal, pandangan analis cenderung lebih berhati-hati. Dinamika produksi pada segmen ini masih bergantung pada persetujuan Rencana Kerja dan Anggaran Biaya (RKAB) 2026 yang menjadi salah satu faktor penentu volume produksi pada periode mendatang.

Perkembangan tersebut membuat laporan keuangan ADMR menunjukkan kombinasi antara penurunan laba tahunan, peningkatan kinerja operasional pada kuartal terakhir, serta fokus investasi pada ekspansi bisnis yang berpotensi mempengaruhi struktur keuangan dan kinerja perusahaan pada periode berikutnya.(*)

Disclaimer:
Berita atau informasi yang Anda baca membahas emiten atau saham tertentu berdasarkan data yang tersedia dari keterbukaan informasi PT Bursa Efek Indonesia dan sumber lain yang dapat dipercaya. Konten ini tidak dimaksudkan sebagai ajakan untuk membeli atau menjual saham tertentu. Selalu lakukan riset mandiri dan konsultasikan keputusan investasi Anda dengan penasihat keuangan profesional. Pastikan Anda memahami risiko dari setiap keputusan investasi yang diambil.

Dapatkan Sinyal Pasar Saat Ini

Ikuti kami di WhatsApp Channel dan dapatkan informasi terbaru langsung di ponsel Anda.

Gabung Sekarang

Jurnalis

Yunila Wati

Telah berkarier sebagai jurnalis sejak 2002 dan telah aktif menulis tentang politik, olahraga, hiburan, serta makro ekonomi. Berkarier lebih dari satu dekade di dunia jurnalistik dengan beragam media, mulai dari media umum hingga media yang mengkhususkan pada sektor perempuan, keluarga dan anak.

Saat ini, sudah lebih dari 1000 naskah ditulis mengenai saham, emiten, dan ekonomi makro lainnya.

Tercatat pula sebagai Wartawan Utama sejak 2022, melalui Uji Kompetensi Wartawan yang diinisiasi oleh Persatuan Wartawan Indonesia (PWI), dengan nomor 914-PWI/WU/DP/XII/2022/08/06/79