Logo
>

Laba Bersih UNVR Naik 127 Persen, Keputusan Spin-off Es Krim Sudah Tepat?

Laba UNVR melonjak ke Rp7,64 triliun ditopang spin-off es krim Rp3,8 triliun, laba operasional tumbuh 22 persen dan penjualan kembali positif.

Ditulis oleh Yunila Wati
Laba Bersih UNVR Naik 127 Persen, Keputusan Spin-off Es Krim Sudah Tepat?
Divestasi es krim menjadi salah satu pendorong kenaikan laba bersih UNVR. Foto: Dok Unilever.

KABARBURSA.COM - PT Unilever Indonesia Tbk (UNVR) membukukan lonjakan laba bersih signifikan sepanjang 2025. Lonjakan tersebut ditopang keuntungan divestasi bisnis es krim. 

Laba bersih Unilever sepanjang 2025 tercatat sebesar Rp7,64 triliun atau melonjak 127 persen secara tahunan. Kinerja ini mencerminkan kombinasi perbaikan operasional dan dampak satu kali dari spin–off senilai Rp3,8 triliun.

Jika mengesampingkan keuntungan divestasi serta bisnis yang dihentikan, laba bersih dari operasi yang dilanjutkan mencapai Rp3,54 triliun atau tumbuh 22 persen YoY. Artinya, secara fundamental operasional, UNVR tetap mencatat pemulihan meski lonjakan headline laba sebagian besar berasal dari transaksi non-operasional. 

Dengan basis ini, pertumbuhan laba mencerminkan perbaikan efisiensi dan stabilisasi kinerja setelah tekanan dalam dua tahun sebelumnya.

Pada kuartal IV 2025, laba bersih dari continuing operation tercatat sebesar Rp538 miliar atau naik 75 persen YoY namun turun 51 persen secara kuartalan. Penurunan QoQ tersebut dipengaruhi beban transformasi sebesar Rp460 miliar yang dibukukan pada periode tersebut, terutama pada segmen Home & Personal Care. 

Tanpa beban transformasi, laba bersih kuartalan mencapai Rp998 miliar atau hanya turun sekitar 10 persen dibanding kuartal sebelumnya.

Manajemen menyatakan, proses transformasi akan tetap berlanjut pada 2026, namun dengan beban yang lebih rendah sekitar 30–40 persen dibanding total beban transformasi 2025 yang mencapai sekitar Rp700 miliar. 

Dengan demikian, tekanan terhadap bottom line dari sisi biaya diproyeksikan lebih ringan pada tahun mendatang, sehingga ruang perbaikan margin terbuka jika pertumbuhan penjualan tetap terjaga.

Penjualan Bertumbuh Empat Persen

Dari sisi top line, UNVR mencatatkan penjualan dari operasi yang dilanjutkan sebesar Rp31 triliun sepanjang 2025 atau tumbuh 4 persen YoY. Ini menjadi pertumbuhan positif pertama setelah dua tahun sebelumnya mengalami kontraksi, yakni turun 21 persen pada 2024 dan minus 6 persen pada 2023. 

Pemulihan penjualan ini menjadi sinyal awal stabilisasi bisnis inti.

Pada kuartal IV 2025, UNVR mencatatkan penjualan mencapai Rp7,7 triliun atau naik 17 persen YoY meski turun 4 persen QoQ. Segmen Home & Personal Care menjadi motor utama dengan pertumbuhan 20 persen YoY pada kuartal IV dan 4 persen YoY sepanjang tahun. 

Segmen Foods & Refreshment juga mencatat pertumbuhan 10 persen YoY pada kuartal IV dan 5 persen YoY sepanjang 2025, setelah sebelumnya mengalami tekanan pada 2024.

Pembagian Dividen 100 Persen 

Dari sisi kebijakan dividen, UNVR akan membagikan 100 persen laba bersih tahun buku 2025 serta hasil divestasi bisnis es krim dan teh Sariwangi. Total dividen yang akan dibagikan mencapai sekitar Rp8,1 triliun. 

Dengan dividen interim Rp3,3 triliun yang telah dibayarkan pada Desember 2025, sisa alokasi dividen sekitar Rp4,8 triliun. Pada harga saham Rp2.300 per saham, total distribusi tersebut mengindikasikan dividend yield sekitar 5,5 persen.

Secara keseluruhan, kinerja UNVR pada 2025 menunjukkan dua lapisan perbaikan. Pertama, perbaikan operasional yang tercermin dari pertumbuhan laba continuing operation dan pemulihan penjualan. 

Kedua, lonjakan laba headline yang didorong transaksi divestasi. Fokus pasar selanjutnya akan tertuju pada efektivitas transformasi 2026 dan kemampuan perusahaan menjaga pertumbuhan penjualan tanpa dukungan keuntungan non-berulang.(*)

Disclaimer:
Berita atau informasi yang Anda baca membahas emiten atau saham tertentu berdasarkan data yang tersedia dari keterbukaan informasi PT Bursa Efek Indonesia dan sumber lain yang dapat dipercaya. Konten ini tidak dimaksudkan sebagai ajakan untuk membeli atau menjual saham tertentu. Selalu lakukan riset mandiri dan konsultasikan keputusan investasi Anda dengan penasihat keuangan profesional. Pastikan Anda memahami risiko dari setiap keputusan investasi yang diambil.

Dapatkan Sinyal Pasar Saat Ini

Ikuti kami di WhatsApp Channel dan dapatkan informasi terbaru langsung di ponsel Anda.

Gabung Sekarang

Jurnalis

Yunila Wati

Telah berkarier sebagai jurnalis sejak 2002 dan telah aktif menulis tentang politik, olahraga, hiburan, serta makro ekonomi. Berkarier lebih dari satu dekade di dunia jurnalistik dengan beragam media, mulai dari media umum hingga media yang mengkhususkan pada sektor perempuan, keluarga dan anak.

Saat ini, sudah lebih dari 1000 naskah ditulis mengenai saham, emiten, dan ekonomi makro lainnya.

Tercatat pula sebagai Wartawan Utama sejak 2022, melalui Uji Kompetensi Wartawan yang diinisiasi oleh Persatuan Wartawan Indonesia (PWI), dengan nomor 914-PWI/WU/DP/XII/2022/08/06/79