KABARBURSA.COM – PT Newport Marine Services Tbk (BOAT) mencatat laba bersih USD2,04 juta pada 2025, naik 73 persen dibandingkan tahun sebelumnya (year on year/yoy). Kinerja ini ditopang peningkatan aktivitas penyewaan kapal dan efisiensi operasional.
Direktur Utama Newport Marine Services mengatakan pertumbuhan laba tersebut berasal dari peningkatan utilisasi armada dan keberhasilan memperoleh proyek baru.
“Pertumbuhan laba bersih pada 2025 terutama didorong oleh peningkatan aktivitas pada lini charter vessel,” ujar Sujaya Soekarno Putra, dalam keterangan resmi, dikutip Kamis, 19 Maret 2026.
Ia menyebut strategi pemasaran berhasil meningkatkan kontrak baru sehingga utilisasi armada meningkat sepanjang tahun. “Hal ini merupakan hasil dari upaya tim pemasaran dalam memperoleh proyek-proyek baru,” katanya.
Pendapatan BOAT tercatat USD17,71 juta pada 2025, tumbuh 54 persen dibandingkan USD11,46 juta pada 2024. Kenaikan ini sejalan dengan meningkatnya aktivitas pada lini charter vessel yang menjadi kontributor utama pendapatan.
Seiring pertumbuhan tersebut, margin laba bersih meningkat menjadi 11,5 persen dari sebelumnya 10,2 persen. Peningkatan ini mencerminkan efisiensi operasional dan pengelolaan biaya yang lebih baik sepanjang tahun.
Dari sisi profitabilitas operasional, margin operasional dan EBITDA juga mengalami perbaikan. Kinerja ini didukung peningkatan utilisasi armada serta efisiensi biaya operasional.
Struktur keuangan BOAT menunjukkan perbaikan melalui penurunan beban bunga. Penurunan ini terjadi seiring berkurangnya kewajiban pinjaman bank sehingga mendukung peningkatan laba bersih.
Kinerja arus kas juga menguat. Arus kas bersih dari aktivitas operasi mencapai USD5,03 juta pada 2025, naik dari USD2,32 juta pada 2024. Peningkatan ini didorong optimalisasi pengelolaan arus kas dan modal kerja.
Direktur Keuangan BOAT Ahmad Wisya Pratama, dalam keterangan tertulisnya juga menyatakan arus kas operasional yang kuat memberikan ruang ekspansi.
“Dengan arus kas operasional yang semakin kuat serta struktur pembiayaan yang lebih efisien, Perseroan memiliki fleksibilitas untuk investasi,” katanya.
Ia menegaskan ekspansi akan tetap dilakukan secara selektif dengan mempertimbangkan kondisi global. “Ekspansi akan tetap dilakukan secara prudent sejalan dinamika suku bunga global dan volatilitas energi,” ujarnya.
Secara industri, sektor jasa maritim offshore menunjukkan pemulihan dalam beberapa tahun terakhir. Peningkatan aktivitas eksplorasi dan produksi migas mendorong kebutuhan layanan kapal pendukung lepas pantai.
Kondisi tersebut membuka peluang peningkatan utilisasi armada dan ekspansi portofolio proyek.
BOAT menargetkan penguatan aktivitas komersial dan optimalisasi armada untuk menjaga pertumbuhan. (*)