Logo
>

Laba FORE Melonjak 55 Persen, Ekspansi Gerai Tembus 316

Pendapatan FORE tumbuh 44 persen dan EBITDA naik 58 persen, ditopang ekspansi lebih dari 90 gerai sepanjang 2025.

Ditulis oleh Syahrianto
Laba FORE Melonjak 55 Persen, Ekspansi Gerai Tembus 316
PT Fore Kopi Indonesia Tbk (FORE) mencatatkan laba bersih sebesar Rp90,1 miliar pada 2025 atau meningkat 55 persen secara tahunan. (Foto: Dok. Fore)

KABARBURSA.COM – PT Fore Kopi Indonesia Tbk (FORE) mencatatkan laba bersih sebesar Rp90,1 miliar pada 2025 atau meningkat 55 persen secara tahunan. Kinerja ini didorong oleh pertumbuhan pendapatan dan ekspansi gerai yang agresif sepanjang tahun.

Presiden Direktur FORE Vico Lomar menyatakan kinerja tersebut mencerminkan strategi operasional yang dijalankan perusahaan. “Hasil FY25 kami mencerminkan komitmen terhadap keunggulan operasional dan ketangkasan dalam merespons permintaan pasar,” ujar Vico dalam keterangan resmi, 30 Maret 2026.

Pendapatan FORE tercatat mencapai Rp1,5 triliun atau tumbuh 44 persen dibandingkan Rp1,04 triliun pada 2024. Pada saat yang sama, EBITDA meningkat 58 persen menjadi Rp300 miliar dari Rp190 miliar, dengan margin EBITDA naik menjadi 20 persen dari 18,3 persen.

Kinerja tersebut didukung ekspansi jaringan gerai Fore Coffee sepanjang 2025. Perusahaan menambah lebih dari 90 gerai baru dalam satu tahun.

Dari jumlah tersebut, lebih dari 60 gerai dibuka setelah penawaran umum perdana saham pada April 2025. Hingga akhir tahun, total jaringan gerai mencapai 316 outlet atau tumbuh 37 persen dibandingkan 231 gerai pada 2024.

Vico menyebut ekspansi tersebut memperluas jangkauan pasar sekaligus memperkuat posisi merek. “Kami berhasil mengintegrasikan lebih dari 90 gerai baru dan memperkuat ekuitas brand,” kata dia.

Selain ekspansi inti, FORE juga memperluas lini bisnis melalui peluncuran Fore Donut. Pada akhir 2025, perusahaan membuka dua gerai pertama di Karawaci dan Panglima Polim.

Ekspansi tersebut berlanjut hingga Maret 2026 dengan pembukaan gerai ketujuh di Epiwalk Jakarta Selatan. Pengembangan ini menjadi bagian dari strategi diversifikasi usaha.

Presiden Komisaris FORE Willson Cuaca menyatakan pengembangan bisnis berjalan sesuai rencana pasca-IPO. “Kami melihat kemampuan tim dalam menjalankan roadmap pasca-IPO dan mengembangkan inovasi bisnis,” ujar Willson.

FORE merupakan grup usaha yang mengelola brand Fore Coffee dan Fore Donut. Perusahaan menargetkan segmen premium terjangkau dengan jaringan lebih dari 300 gerai di lebih dari 50 kota di Indonesia dan Singapura.

Ekspansi tersebut juga didukung dana hasil IPO yang dihimpun pada April 2025. Dana bersih lebih dari Rp337 miliar dialokasikan untuk pengembangan hingga 140 gerai Fore Coffee, 30 gerai Fore Donut, serta kebutuhan modal kerja.(*)

Disclaimer:
Berita atau informasi yang Anda baca membahas emiten atau saham tertentu berdasarkan data yang tersedia dari keterbukaan informasi PT Bursa Efek Indonesia dan sumber lain yang dapat dipercaya. Konten ini tidak dimaksudkan sebagai ajakan untuk membeli atau menjual saham tertentu. Selalu lakukan riset mandiri dan konsultasikan keputusan investasi Anda dengan penasihat keuangan profesional. Pastikan Anda memahami risiko dari setiap keputusan investasi yang diambil.

Dapatkan Sinyal Pasar Saat Ini

Ikuti kami di WhatsApp Channel dan dapatkan informasi terbaru langsung di ponsel Anda.

Gabung Sekarang

Jurnalis

Syahrianto

Jurnalis ekonomi yang telah berkarier sejak 2019 dan memperoleh sertifikasi Wartawan Muda dari Dewan Pers pada 2021. Sejak 2024, mulai memfokuskan diri sebagai jurnalis pasar modal.

Saat ini, bertanggung jawab atas rubrik "Market Hari Ini" di Kabarbursa.com, menyajikan laporan terkini, analisis berbasis data, serta insight tentang pergerakan pasar saham di Indonesia.

Dengan lebih dari satu tahun secara khusus meliput dan menganalisis isu-isu pasar modal, secara konsisten menghasilkan tulisan premium (premium content) yang menawarkan perspektif kedua (second opinion) strategis bagi investor.

Sebagai seorang jurnalis yang berkomitmen pada akurasi, transparansi, dan kualitas informasi, saya terus mengedepankan standar tinggi dalam jurnalisme ekonomi dan pasar modal.