KABARBURSA.COM – PT Energi Mega Persada Tbk (ENRG) berhasil membukukan laba neto yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk sebesar USD91,53 juta pada tahun buku 2025. Angka ini meningkat 21,40 persen dibandingkan capaian 2024 sebesar USD75,39 juta.
Kenaikan tersebut terjadi di tengah pertumbuhan pendapatan dan perbaikan kinerja operasional sepanjang tahun.
Berdasarkan laporan keuangan konsolidasian untuk periode yang berakhir 31 Desember 2025, penjualan neto ENRG tercatat USD498,12 juta, naik 6,56 persen dari USD467,42 juta pada 2024. Pada saat yang sama, beban pokok penjualan turun menjadi USD316,64 juta dari USD319,36 juta pada tahun sebelumnya.
Penurunan beban pokok di tengah kenaikan pendapatan mendorong laba bruto meningkat menjadi USD181,48 juta dari USD148,06 juta.
Laba usaha tumbuh menjadi USD154,75 juta dibandingkan USD124,11 juta pada 2024, meskipun beban usaha naik menjadi USD26,72 juta dari USD23,95 juta. Laba sebelum pajak tercatat USD128,09 juta, meningkat dari USD94,90 juta pada tahun sebelumnya.
Setelah dikurangi beban pajak neto sebesar USD36,48 juta, laba neto tahun berjalan mencapai USD91,61 juta, naik dari USD72,96 juta pada 2024. Laba neto per saham dasar dan dilusian meningkat menjadi USD0,00359 dari USD0,00304.
Total Aset Meningkat
Dari sisi posisi keuangan, total aset per 31 Desember 2025 tercatat USD1,82 miliar, meningkat dari USD1,58 miliar pada akhir 2024. Peningkatan ini terutama ditopang oleh kenaikan aset minyak dan gas bumi neto menjadi USD957,81 juta dari USD742,35 juta.
Total liabilitas naik menjadi USD999,58 juta dari USD926,11 juta, sementara total ekuitas meningkat menjadi USD822,74 juta dari USD657,14 juta.
Seiring kinerja tersebut, Verdhana Sekuritas Indonesia merevisi naik target harga saham ENRG menjadi Rp2.140 dengan rekomendasi dipertahankan beli. Target tersebut mencerminkan asumsi valuasi EV/EBITDA tahun 2026 dan 2027 masing-masing sebesar 9,5 kali dan 8,0 kali.
Target Harga Analis
Dalam risetnya, analis Verdhana Sekuritas menyebutkan bahwa prospek pertumbuhan laba ENRG didukung peningkatan produksi gas Bentu, penemuan gas baru di Sengkang, serta tambahan aliran kondensat dari fasilitas CEN dan North Segat Deep mulai semester I-2026.
Produksi gas Bentu diperkirakan meningkat menuju 86–90 mmscfd pada 2026. Sementara itu, penemuan baru di Sengkang mencatat uji produksi 25–36 mmscfd dengan potensi absolute open flow mencapai 120 mmscfd.
Tambahan produksi kondensat dari fasilitas CEN dan North Segat Deep diproyeksikan memperkuat profil pendapatan melalui kontribusi liquid bermargin lebih tinggi mulai paruh pertama 2026. Perseroan juga menjalankan kampanye pengeboran intensif dengan target hingga 30 sumur eksplorasi dan sekitar 130 sumur pengembangan pada periode 2025–2030.
Pada 2026, ENRG berencana menambah sembilan sumur eksplorasi setelah mencatat tingkat keberhasilan 100 persen dari empat sumur eksplorasi pada 2025. Belanja modal disiapkan di kisaran USD200–230 juta, lebih tinggi dari rata-rata historis lima tahun sebesar USD170 juta.
Aset Gebang dan Kangean turut menjadi penopang pertumbuhan jangka menengah hingga panjang, dengan target produksi masing-masing 60 mmscfd pada 2027 dan 300 mmscfd setelah 2030.
Verdhana Sekuritas merevisi naik asumsi laba ENRG sebesar 5 persen untuk 2026 dan 4 persen untuk 2027, seiring pembaruan asumsi harga minyak pada level USD68 per barel untuk 2026 dan USD67 per barel untuk 2027.
Selain itu, ruang efisiensi operasional pada proyek Siak dan Kampar diproyeksikan berpotensi menekan biaya lifting menjadi di bawah USD12 per boe.
Dengan kinerja 2025 yang mencatat pertumbuhan laba dua digit serta dukungan ekspansi produksi dan revisi asumsi harga komoditas, proyeksi kinerja ENRG untuk periode mendatang menjadi dasar penyesuaian target harga oleh analis.(*)
Berita atau informasi yang Anda baca membahas emiten atau saham tertentu berdasarkan data yang tersedia dari keterbukaan informasi PT Bursa Efek Indonesia dan sumber lain yang dapat dipercaya. Konten ini tidak dimaksudkan sebagai ajakan untuk membeli atau menjual saham tertentu. Selalu lakukan riset mandiri dan konsultasikan keputusan investasi Anda dengan penasihat keuangan profesional. Pastikan Anda memahami risiko dari setiap keputusan investasi yang diambil.