Logo
>

Laba PANI Melonjak, Aset Rp50 Triliun dan Land Bank Rp37 Triliun

Pendapatan PANI mencapai Rp4,3 triliun pada 2025, didukung pengembangan kawasan PIK2 dan proyek strategis NICE.

Ditulis oleh Syahrianto
Laba PANI Melonjak, Aset Rp50 Triliun dan Land Bank Rp37 Triliun
PT Pantai Indah Kapuk Dua Tbk (PANI) mencatat pertumbuhan kinerja keuangan yang kuat sepanjang 2025. (Foto: Dok. PIK2)

KABARBURSA.COM – PT Pantai Indah Kapuk Dua Tbk (PANI) mencatat pertumbuhan kinerja keuangan yang kuat sepanjang 2025 dengan laba bersih melonjak 83 persen secara tahunan. 

Perusahaan juga memperkuat posisi neraca dengan total aset mencapai Rp50 triliun serta cadangan lahan sekitar Rp37 triliun untuk mendukung pengembangan kawasan Pantai Indah Kapuk 2 (PIK2).

Presiden Direktur PIK2, Sugianto Kusuma, mengatakan capaian tersebut menunjukkan semakin kuatnya fondasi pengembangan kawasan PIK2 sebagai kota mandiri modern berskala besar.

“Sepanjang tahun 2025, PANI mencatat pertumbuhan kinerja yang solid dengan pendapatan mencapai Rp4,3 triliun dan laba bersih sebesar Rp1,1 triliun,” ujar Sugianto dalam keterangan resmi perusahaan, dikutip Jumat, 13 Maret 2026.

Sepanjang tahun buku 2025, PANI membukukan pendapatan sebesar Rp4,3 triliun, meningkat 52 persen secara tahunan. Sementara itu, laba bersih yang dapat diatribusikan kepada entitas induk mencapai Rp1,1 triliun, atau naik 83 persen dibandingkan tahun sebelumnya.

Pertumbuhan tersebut juga diikuti peningkatan profitabilitas perusahaan. PANI mencatat margin laba kotor sebesar 60 persen dan margin laba bersih mencapai 27 persen, mencerminkan keberhasilan strategi pengembangan produk residensial dan komersial di kawasan PIK2.

Dari sisi neraca, perusahaan mempertahankan struktur keuangan yang relatif kuat. Per 31 Desember 2025, PANI mencatat kas dan setara kas sebesar Rp3,8 triliun, sementara pinjaman bank tercatat Rp550 miliar, mencerminkan profil leverage yang konservatif serta fleksibilitas keuangan untuk ekspansi bisnis.

Total aset perusahaan mencapai Rp50 triliun, meningkat sekitar 9 persen secara tahunan, terutama didorong oleh investasi properti terkait pembangunan Nusantara International Convention Exhibition (NICE).

Selain itu, PANI memiliki cadangan lahan seluas sekitar 1.838 hektare dengan nilai tercatat sekitar Rp37 triliun. Cadangan lahan tersebut memberikan visibilitas pengembangan jangka panjang bagi proyek residensial, komersial, dan destinasi gaya hidup di kawasan PIK2.

Kinerja perusahaan juga didorong oleh aktivitas serah terima sejumlah proyek hunian seperti Rumah Milenial, Permata Hijau Residences, Manhattan Residences, Pantai Bukit Villa, Bukit Nirmala, Pasir Putih Residences, dan Sapporo Residences.

Di sisi komersial, kontribusi pendapatan berasal dari pengembangan berbagai proyek seperti SOHO Manhattan, SOHO Wallstreet, Bizpark PIK2, Rukan Milenial, Rukan Asia Afrika, dan Rukan Marina Bay yang mendukung pertumbuhan aktivitas bisnis di kawasan tersebut.

PANI mengembangkan kawasan PIK2 sebagai kota pesisir modern berskala besar yang membentang di wilayah pesisir utara Jakarta hingga Banten. Kawasan ini dirancang sebagai ekosistem terintegrasi yang menggabungkan hunian, bisnis, pariwisata, dan gaya hidup dalam satu kawasan terpadu.

Konektivitas kawasan juga diperkuat melalui akses menuju Bandara Internasional Soekarno Hatta melalui Tol KATARAJA, yang menjadi salah satu faktor pendukung pertumbuhan aktivitas ekonomi di kawasan tersebut.

Menurut Sugianto, pengembangan proyek strategis seperti Nusantara International Convention Exhibition (NICE) juga akan memperkuat posisi PIK2 sebagai pusat aktivitas ekonomi baru.

NICE dirancang sebagai fasilitas konvensi berskala besar dengan luas sekitar 123.000 meter persegi dan kapasitas hingga 104.000 orang, yang diharapkan dapat mendukung aktivitas bisnis, pariwisata, serta kegiatan MICE di kawasan PIK2.

Dengan land bank yang luas dan perkembangan kawasan yang pesat, PANI menilai PIK2 memiliki potensi untuk terus berkembang sebagai pusat pertumbuhan ekonomi baru sekaligus kota pesisir modern yang mampu menciptakan nilai jangka panjang bagi para pemegang saham dan pemangku kepentingan.

Sebagai perusahaan yang tercatat di Bursa Efek Indonesia (BEI), PANI juga menilai pengembangan kawasan tersebut memberikan peluang investasi jangka panjang bagi investor, baik lokal maupun asing, termasuk investor institusional maupun ritel.(*)

Dapatkan Sinyal Pasar Saat Ini

Ikuti kami di WhatsApp Channel dan dapatkan informasi terbaru langsung di ponsel Anda.

Gabung Sekarang

Jurnalis

Syahrianto

Jurnalis ekonomi yang telah berkarier sejak 2019 dan memperoleh sertifikasi Wartawan Muda dari Dewan Pers pada 2021. Sejak 2024, mulai memfokuskan diri sebagai jurnalis pasar modal.

Saat ini, bertanggung jawab atas rubrik "Market Hari Ini" di Kabarbursa.com, menyajikan laporan terkini, analisis berbasis data, serta insight tentang pergerakan pasar saham di Indonesia.

Dengan lebih dari satu tahun secara khusus meliput dan menganalisis isu-isu pasar modal, secara konsisten menghasilkan tulisan premium (premium content) yang menawarkan perspektif kedua (second opinion) strategis bagi investor.

Sebagai seorang jurnalis yang berkomitmen pada akurasi, transparansi, dan kualitas informasi, saya terus mengedepankan standar tinggi dalam jurnalisme ekonomi dan pasar modal.