Logo
>

Laba TINS Melonjak 1,5 Triliun di Kuartal I 2026, Produksi Timah Naik Tajam

Kinerja operasional meningkat tercermin dari laba usaha yang mencapai Rp1,88 triliun, naik signifikan dari Rp148 miliar pada kuartal I 2025

Ditulis oleh Desty Luthfiani
Laba TINS Melonjak 1,5 Triliun di Kuartal I 2026, Produksi Timah Naik Tajam
Laba TINS Melonjak 1,5 Triliun di Kuartal I 2026, Produksi Timah Naik Tajam

KABARBURSA.COM – PT Timah (Persero) Tbk (TINS) mencatat lonjakan kinerja keuangan pada kuartal I 2026 dengan membukukan laba bersih sebesar Rp1,5 triliun. Capaian ini ditopang oleh peningkatan produksi yang signifikan, optimalisasi operasional, serta perbaikan tata kelola perusahaan.

Berdasarkan laporan keuangan konsolidasian per 31 Maret 2026, pendapatan perseroan tercatat sebesar Rp5,47 triliun, melonjak 160,5 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya sebesar Rp2,10 triliun. Kenaikan ini sejalan dengan meningkatnya volume penjualan serta harga jual rata-rata logam timah di pasar global.

Kinerja operasional meningkat tercermin dari laba usaha yang mencapai Rp1,88 triliun, naik signifikan dari Rp148 miliar pada kuartal I 2025. Sementara itu, EBITDA tercatat sebesar Rp2,1 triliun atau tumbuh lebih dari 450 persen secara tahunan dari Rp348 miliar.

Adapun laba bersih sebesar Rp1,5 triliun tersebut setara dengan 595 persen dari target yang telah ditetapkan perseroan sebesar Rp252 miliar, mencerminkan realisasi yang jauh melampaui ekspektasi awal.

Direktur Utama Restu Widiyantoro menyampaikan bahwa capaian ini tidak terlepas dari konsistensi strategi efisiensi dan optimalisasi di seluruh lini bisnis.

“Pada kuartal I 2026, Perseroan membukukan kinerja keuangan yang solid, ditopang oleh pencapaian operasional yang signifikan serta konsistensi strategi optimalisasi yang berkelanjutan di seluruh lini bisnis. Sehingga Perseroan mampu melampaui target laba yang ditetapkan,” ujarnya dalam keterangan resminya dikutip Selasa, 5 Mei 2026.

Dari sisi neraca, total aset perseroan meningkat 11,62 persen menjadi Rp15,23 triliun dari Rp13,64 triliun pada akhir 2025. Liabilitas tercatat sebesar Rp5,27 triliun atau naik tipis 1 persen dibandingkan posisi akhir tahun lalu. Sementara itu, ekuitas meningkat 18,4 persen menjadi Rp9,96 triliun dari Rp8,41 triliun, seiring dengan pertumbuhan laba yang signifikan.

Rasio keuangan perseroan juga menunjukkan kondisi yang sehat. Quick ratio tercatat sebesar 105,1 persen, current ratio 276,1 persen, debt to asset ratio 6,9 persen, serta debt to equity ratio 10,6 persen.

Ia membeberkan dari sisi operasional, produksi bijih timah melonjak 96 persen menjadi 6.312 ton Sn dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya sebesar 3.225 ton Sn. Peningkatan ini didorong oleh penambahan unit operasi, baik Kapal Isap Produksi (KIP), Ponton Isap Produksi (PIP), maupun tambang darat kemitraan.

Selain itu, beroperasinya Kapal Keruk Singkep 1 serta penguatan pengawasan wilayah izin usaha pertambangan turut mendukung peningkatan produksi. Dukungan satuan tugas dari pemerintah juga menjadi faktor penting dalam menjaga kelancaran operasional perseroan.

Produksi logam timah tercatat naik 82 persen menjadi 5.630 metrik ton Sn dari sebelumnya 3.095 metrik ton Sn. Sementara itu, penjualan logam timah meningkat 113 persen menjadi 6.009 metrik ton dibandingkan periode yang sama tahun lalu sebesar 2.824 ton.

Harga jual rata-rata logam timah juga mengalami kenaikan signifikan menjadi USD49.221 per metrik ton, naik 51 persen dibandingkan tahun sebelumnya sebesar USD32.495 per metrik ton.

Dari sisi pasar, penjualan logam timah masih didominasi oleh ekspor sebesar 97 persen, sementara pasar domestik hanya menyumbang 3 persen. Adapun negara tujuan utama ekspor meliputi China sebesar 48 persen, India 11 persen, Korea Selatan 10 persen, Italia 6 persen, Singapura 5 persen, dan Belanda 4 persen.

Perseroan juga terus melakukan berbagai langkah strategis untuk menjaga tren kinerja positif, termasuk peningkatan eksplorasi melalui bor pandu di tambang darat serta optimalisasi kinerja armada tambang laut dan fasilitas pengolahan.

Bebarengan dengan meningkatnya pendapatan, saham TINS saat ini berada di level 3.750 per lembarnya pada pukul 10.05 WIB Selasa, 5 Mei 2026. Jika dilihat selama setahun terakhir, TINS bullish dari harga sebelumnya 980 per lembar. Bahkan ia sempat menyentuh 4.600 per lembar.(*)

Dapatkan Sinyal Pasar Saat Ini

Ikuti kami di WhatsApp Channel dan dapatkan informasi terbaru langsung di ponsel Anda.

Gabung Sekarang

Jurnalis

Desty Luthfiani

Desty Luthfiani seorang jurnalis muda yang bergabung dengan KabarBursa.com sejak Desember 2024 lalu. Perempuan yang akrab dengan sapaan Desty ini sudah berkecimpung di dunia jurnalistik cukup lama. Dimulai sejak mengenyam pendidikan di salah satu Universitas negeri di Surakarta dengan fokus komunikasi jurnalistik. Perempuan asal Jawa Tengah dulu juga aktif dalam kegiatan organisasi teater kampus, radio kampus dan pers mahasiswa jurusan. Selain itu dia juga sempat mendirikan komunitas peduli budaya dengan konten-konten kebudayaan bernama "Mata Budaya". 

Karir jurnalisnya dimulai saat Desty menjalani magang pendidikan di Times Indonesia biro Yogyakarta pada 2019-2020. Kemudian dilanjutkan magang pendidikan lagi di media lokal Solopos pada 2020. Dilanjutkan bekerja di beberapa media maenstream yang terverifikasi dewan pers.

Ia pernah ditempatkan di desk hukum kriminal, ekonomi dan nasional politik. Sekarang fokus penulisan di KabarBursa.com mengulas informasi seputar ekonomi dan pasar modal.

Motivasi yang diilhami Desty yakni "do anything what i want artinya melakukan segala sesuatu yang disuka. Melakukan segala sesuatu semaksimal mungkin, berpegang teguh pada kebenaran dan menjadi bermanfaat untuk Republik".