KABARBURSA.COM - PT Bank OCBC NISP Tbk (NISP) resmi mengakuisisi aset dan liabilitas terkait dengan layanan Wealth dan Premier Banking milik HSBC Indonesia.
Merujuk keterbukaan informasi Bursa Efek Indonesia (BEI), perjanjian tersebut ditandatangani pada 4 Mei 2026. Manajemen OCBC menjelaskan transaksi ini dilakukan setelah terpenuhinya persyaratan pendahuluan sebagaimana diatur dalam perjanjian.
"Tidak terdapat hubungan afiliasi, sebagaimana didefinisikan dalam peraturan perundang-undangan yang berlaku di pasar modal antara Perseroan dan HSBC Indonesia," tulis manajemen OCBC.
Meski demikian, nilai transaksi belum diumumkan secara final. Manajemen OCBC menyebut besaran nilai akan ditentukan berdasarkan kesepakatan akhir para pihak dengan mempertimbangkan mekanisme penyesuaian setelah proses penyelesaian transaksi dilakukan.
Adapun mengenai pendanaan, manajemen OCBC menyatakan jika sumber dana untuk transaksi ini berasal dari dana internal Perseroan.
Manajemen berharap nilai transaksi ini bisa memperluas dan memperkuat bisnis konsumer Perseroan dan mendukung basis pertumbuhan nasabah.
"Hal itu sejalan dengan strategi pengembangan bisnis Perseroan," tulis manajemen OCBC.
Pergerakan Saham NISP
Adapaun pergerakan saham NISP menunjukkan tekanan dalam jangka pendek, meski secara jangka panjang masih mencatatkan kinerja yang relatif positif.
Mengutip data Stockbit, Selasa, 5 Mei 2026, dalam periode mingguan, saham ini mengalami koreksi tipis sebesar 0,38 persen. Tekanan mulai terlihat lebih dalam pada rentang waktu yang lebih panjang.
Dalam satu bulan terakhir, saham NISP terkoreksi hingga 11,07 persen. Penurunan ini berlanjut dalam periode tiga bulan dengan pelemahan sebesar 10,77 persen.
Sementara itu, dalam enam bulan, saham NISP masih mencatatkan penurunan sebesar 2,93 persen, dan secara year-to-date (YTD) turun 3,28 persen.
Meski demikian, jika dilihat dari perspektif jangka panjang, kinerja saham NISP masih menunjukkan tren yang cukup solid. Dalam periode satu tahun terakhir, saham ini masih mampu mencatatkan kenaikan sebesar 1,15 persen.
Penguatan yang lebih signifikan terlihat dalam periode tiga tahun, saham NISP melonjak 52,30 persen. Bahkan dalam lima tahun, kenaikannya mencapai 63,58 persen, dan dalam 10 tahun tercatat hampir dua kali lipat atau naik 98,35 persen. (*)