Logo
>

Laba WIKA Beton Tembus Rp40 Miliar, Teken Kontrak Capai Rp4 T

WIKA Beton bukukan laba Rp40 miliar di 2025, liabilitas turun 25 persen dan kontrak baru tembus Rp4 triliun.

Ditulis oleh Harun Rasyid
Laba WIKA Beton Tembus Rp40 Miliar, Teken Kontrak Capai Rp4 T
WIKA Beton umumkan pencapaian bisnis sepanjang 2025. Dari kontrak baru hingga laba bersih. Foto: dok. WIKA Beton

KABARBURSA.COM - PT Wijaya Karya Beton Tbk (WIKA Beton) mencatatkan pencapaian positif sepanjang tahun buku 2025. WIKA Beton membukukan laba bersih senilai Rp40,02 miliar.

Bisnis emiten beton pracetak dengan kode saham WTON ini, diiringi pendapatan usaha yang mencapai Rp3,59 triliun. Bagi perusahaan, pencapaian tersebut menegaskan daya tahan di tengah tantangan industri konstruksi nasional.

Sepanjang 2025, WIKA Beton juga cukup agresif dengam mengamankan kontrak baru yang nilainya mencapai Rp4 triliun. Kontrak baru WIKA Beton disebut semakin variatif dan tidak bergantung pada satu sektor tertentu. 

Sektor infrastruktur masih menjadi tulang punggung WTON dengan porsi 55,53 persen. Di bawahnya disumbang sektor industri sebesar 17,19 persen, dan sektor kelistrikan yang berkontribusi sebesar 11,17 persen.

Bicara kondisi pasar, WIKA Beton juga terlihat solid melalui klasifikasi pelanggannya. Porsi pelanggan swasta tercatat masih mendominasi dengan kontribusi mencapai 54,86 persen, jauh melampaui serapan dari badan usaha milik negara (BUMN) sebesar 21,65 persen.

Sementara skema kemitraan WIKA Beton yanh dilakukan melalui KSO Kerja Sama Operasil atau JO (Joint Operation) menyumbang 18,32 persen.

Sedangkan porsi proyek dari induk usaha diklaim tetap terjaga di level 5,17 persen. Bagi perusahaan, dominasi pihak swasta dalam kemitraan bisnis ini menjadi sinyal positif dari tingkat kepercayaan pasar terhadap kualitas produknya.

Lebih lanjut, manajemen WIKA Beton juga terus berupaya melakukan aksi penyehatan fundamental keuangan. Caranya melalui strategi deleveraging atau pengurangan beban utang. 

Hasilnya total liabilitas WTON dapat dipangkas 25,76 persen menjadi Rp2,60 triliun. Sedangkan pada posisi sebelumnya, nilainya mencapai Rp3,50 triliun pada 2024. 

Penurunan total liabilitas didorong oleh pelunasan sebagian utang usaha senilai Rp548,64 miliar, dan pengurangan utang jangka panjang yang cukup masif.

Selain itu, profil risiko keuangan WIKA Beton saat ini terbilang lebih ramping dan sehat. Rasio utang terhadap ekuitas atau Debt to Equity Ratio (DER) melandai drastis ke posisi 70,66 persen dari sebelumnya 95,15 persen. 

Dari sisi likuiditas, current ratio perusahaan juga terkerek naik ke level 130,42 persen. Angka-angka tersebut mencerminkan bahwa WIKA Beton memiliki aspek finansial yang lebih panjang dan efisien dalam mengelola kewajiban jangka pendeknya.

Di samping performa finansial, WIKA Beton mampu menjadi pionir industri konstruksi berkelanjutan. Raihan skor Environmental, Social and Governance (ESG) sebesar 71 dari S&P Global.

Skor tersebut menempatkan WIKA Beton dalam jajaran elit 13 persen perusahaan material konstruksi secara global. Perusahaan yang termasuk dalam ekosistem Danantara ini berharap, performa positif ini dapat menjadi pemicu dalam memperkuat fundamental bisnisnya di lingkup industri global.(*)

Dapatkan Sinyal Pasar Saat Ini

Ikuti kami di WhatsApp Channel dan dapatkan informasi terbaru langsung di ponsel Anda.

Gabung Sekarang

Jurnalis

Harun Rasyid

Harun Rasyid adalah jurnalis KabarBursa.com yang fokus pada liputan pasar modal, sektor komersial, dan industri otomotif. Berbekal pengalaman peliputan ekonomi dan bisnis, ia mengolah data dan regulasi menjadi laporan faktual yang mendukung pengambilan keputusan pelaku pasar dan investor. Gaya penulisan lugas, berbasis riset, dan memenuhi standar etika jurnalistik.