Logo
>

MAPI-MAPA Ngebut di 2025, Laba Tembus Rp4,4 Triliun

Kinerja ritel ditopang permintaan pelanggan, ekspansi brand global, dan efisiensi operasional sepanjang tahun.

Ditulis oleh Syahrianto
MAPI-MAPA Ngebut di 2025, Laba Tembus Rp4,4 Triliun
PT Mitra Adiperkasa Tbk (MAPI) dan anak usahanya PT Map Aktif Adiperkasa Tbk (MAPA) mencatatkan pertumbuhan laba dua digit sepanjang 2025. (Foto: Dok.

KABARBURSA.COM – PT Mitra Adiperkasa Tbk (MAPI) dan anak usahanya PT Map Aktif Adiperkasa Tbk (MAPA) mencatatkan pertumbuhan laba dua digit sepanjang 2025. Total laba bersih keduanya mencapai sekitar Rp4,4 triliun, ditopang kenaikan pendapatan dan efisiensi operasional.

VP Investor Relations, Corporate Communications, and Sustainability MAP Group, Ratih D. Gianda, menyampaikan kinerja tersebut mencerminkan eksekusi bisnis yang konsisten di tengah dinamika ekonomi. 

“MAP menutup tahun 2025 dengan hasil kinerja yang positif, didukung oleh eksekusi yang disiplin sehingga menghasilkan pertumbuhan stabil di seluruh lini bisnis,” ujarnya dalam siaran pers, dikutip Kamis, 2 April 2026.

Ratih menambahkan, permintaan pelanggan tetap terjaga sepanjang tahun dan meningkat pada kuartal keempat. “Permintaan pelanggan tetap kuat sepanjang tahun dan semakin meningkat di kuartal keempat, terutama setelah peluncuran produk baru dan momentum akhir tahun,” kata dia, menambahkan.

Sepanjang 2025, MAPI mencatat pendapatan bersih sebesar Rp43,1 triliun, tumbuh 13,9 persen secara tahunan. Laba bersih meningkat 26,6 persen menjadi Rp2,7 triliun, dengan EBITDA mencapai Rp7,3 triliun.

Kinerja tersebut didorong oleh pertumbuhan di berbagai segmen bisnis, mulai dari fashion, sports, hingga food and beverage. Perusahaan juga memperluas portofolio brand global dan mengoptimalkan operasional untuk menjaga keseimbangan antara pertumbuhan dan profitabilitas.

Di sisi lain, MAPA mencatatkan pendapatan bersih sebesar Rp19,3 triliun, naik 12,2 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Laba bersih meningkat 27,2 persen menjadi Rp1,7 triliun, dengan EBITDA sebesar Rp4,0 triliun.

Ratih menyatakan kinerja MAPA didukung oleh portofolio brand dan permintaan yang stabil. “Portofolio brand kami tetap menjadi kekuatan utama dan didukung oleh permintaan pelanggan yang stabil sepanjang tahun,” ujarnya.

Dari sisi operasional, MAPA juga memperkuat efisiensi melalui pengelolaan biaya dan optimalisasi proses back-end. Perusahaan mengembangkan model bisnis multi-channel dengan mengintegrasikan platform digital dan jaringan gerai fisik.

Pada kuartal keempat 2025, kedua entitas mencatat percepatan pertumbuhan. MAPI membukukan laba bersih Rp1,0 triliun atau naik 92,2 persen, sementara MAPA mencatat laba bersih Rp553 miliar atau meningkat 121,7 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

Memasuki 2026, MAP Group akan fokus pada penguatan sinergi antarsegmen, ekspansi yang terukur, serta peningkatan efisiensi operasional. Strategi ini diarahkan untuk menjaga pertumbuhan berkelanjutan di tengah dinamika makroekonomi dan perubahan pola konsumsi.(*)

Disclaimer:
Berita atau informasi yang Anda baca membahas emiten atau saham tertentu berdasarkan data yang tersedia dari keterbukaan informasi PT Bursa Efek Indonesia dan sumber lain yang dapat dipercaya. Konten ini tidak dimaksudkan sebagai ajakan untuk membeli atau menjual saham tertentu. Selalu lakukan riset mandiri dan konsultasikan keputusan investasi Anda dengan penasihat keuangan profesional. Pastikan Anda memahami risiko dari setiap keputusan investasi yang diambil.

Dapatkan Sinyal Pasar Saat Ini

Ikuti kami di WhatsApp Channel dan dapatkan informasi terbaru langsung di ponsel Anda.

Gabung Sekarang

Jurnalis

Syahrianto

Jurnalis ekonomi yang telah berkarier sejak 2019 dan memperoleh sertifikasi Wartawan Muda dari Dewan Pers pada 2021. Sejak 2024, mulai memfokuskan diri sebagai jurnalis pasar modal.

Saat ini, bertanggung jawab atas rubrik "Market Hari Ini" di Kabarbursa.com, menyajikan laporan terkini, analisis berbasis data, serta insight tentang pergerakan pasar saham di Indonesia.

Dengan lebih dari satu tahun secara khusus meliput dan menganalisis isu-isu pasar modal, secara konsisten menghasilkan tulisan premium (premium content) yang menawarkan perspektif kedua (second opinion) strategis bagi investor.

Sebagai seorang jurnalis yang berkomitmen pada akurasi, transparansi, dan kualitas informasi, saya terus mengedepankan standar tinggi dalam jurnalisme ekonomi dan pasar modal.