KABARBURSA.COM – PT Modern Internasional Tbk (MDRN) menandatangani Perjanjian Kerja Sama Strategis dengan PT Dirgantara Indonesia (Persero) dan Genertec pada ajang Singapore Airshow 2026 yang digelar Februari 2026 di Singapura.
Kerja sama ini berfokus pada pengembangan dan implementasi sistem manufaktur CNC pabrik cerdas tingkat lanjut untuk mendukung transformasi manufaktur kedirgantaraan PTDI menuju konsep Industri 4.0.
Direktur Utama Modern Internasional Sungkono Honoris menyampaikan penandatanganan kerja sama strategis tersebut telah dilakukan pada pameran kedirgantaraan dan pertahanan internasional tersebut.
Ia menjelaskan MDRN bertindak sebagai mitra implementasi dan penyedia layanan purna jual dalam proyek tersebut. Informasi ini disampaikan kepada Otoritas Jasa Keuangan dan Bursa Efek Indonesia sesuai POJK No.31/POJK.04/2015.
“Perjanjian kerja sama strategis tersebut berfokus pada pengembangan dan implementasi sistem manufaktur CNC pabrik cerdas tingkat lanjut (Advanced Smart Factory CNC System) untuk mendukung transformasi manufaktur kedirgantaraan PTDI menuju konsep Industri 4.0,” ujar Sungkono dalam dokumen keterbukaan informasi, Rabu, 18 Februari 2026.
Dalam ruang lingkup kerja sama, Genertec akan menyediakan teknologi CNC mutakhir dan solusi manufaktur cerdas. Teknologi tersebut mencakup sistem otomasi, analitik produksi waktu nyata, pemeliharaan prediktif, serta integrasi digital termasuk digital twin.
PT Dirgantara Indonesia (Persero) akan menjadi pengguna dan pengembang utama sistem manufaktur CNC tersebut pada fasilitas produksinya.
MDRN akan berperan sebagai mitra implementasi dan penyedia layanan purna jual jangka panjang. Ruang lingkupnya meliputi implementasi sistem, optimalisasi dan integrasi solusi, pelatihan sumber daya manusia, serta dukungan teknis.
Skema komersial dan tahapan implementasi lanjutan akan ditentukan sesuai kebutuhan proyek dan kesepakatan para pihak.
Kerja sama ini bertujuan meningkatkan presisi manufaktur dan efisiensi operasional fasilitas produksi PTDI. Selain itu, kerja sama juga diarahkan untuk mendukung pengembangan ekosistem manufaktur kedirgantaraan nasional berbasis teknologi tinggi.
Dokumen menyebutkan kerja sama ini juga mendorong transfer teknologi dan peningkatan kapasitas industri dalam negeri.
Pada saat keterbukaan informasi disampaikan, MDRN menyatakan belum terdapat dampak material secara langsung terhadap kegiatan operasional, kondisi keuangan, maupun kelangsungan usaha.
Nilai transaksi dan struktur pembiayaan belum ditetapkan dalam tahap ini. Perusahaan akan menyampaikan informasi lanjutan apabila terdapat perkembangan material.
Penandatanganan perjanjian tersebut dilaksanakan pada Singapore Airshow 2026, salah satu pameran kedirgantaraan internasional. Acara tersebut menjadi forum kolaborasi industri global di sektor pertahanan dan dirgantara. (*)