Logo
>

MEDC Pegang Kendali Blok Cendramas, Berapa Cuan Masuk?

Medco jadi operator PSC Cendramas dengan 50 persen partisipasi, potensi pendapatan tahunan diproyeksi puluhan juta dolar dari produksi gas kawasan Natuna.

Ditulis oleh Yunila Wati
MEDC Pegang Kendali Blok Cendramas, Berapa Cuan Masuk?
MEDC baru saja dipercaya oleh Petronas untuk mengelola blok Cendramas. (Foto: dok Medco Energi Internasional)

Poin Penting :

KABARBURSA.COM – Langkah PT Medco Energi Internasional Tbk (MEDC) masuk sebagai operator dalam PSC Cendramas membuka satu jalur baru dalam ekspansi regional. Ini tidak haya berdiri sendiri, melainkan terhubung langsung dengan aset yang sudah lebih dulu beroperasi. 

Blok tersebut berada di sekitar South Natuna Sea Block B, wilayah yang selama ini menjadi salah satu basis produksi gas MEDC. Kedekatan geografis ini membuat pengembangan PSC tidak dimulai dari nol, melainkan bertumpu pada infrastruktur dan pengalaman teknis yang sudah ada.

Struktur kepemilikan dalam PSC ini menempatkan Medco Asia Pacific Limited dengan 50 persen participating interest sekaligus sebagai operator. Sementara dua mitra lainnya, DIALOG Resources Sdn. Bhd. dan EnQuest Petroleum Production Malaysia Ltd., masing-masing memegang 25 persen. 

Komposisi ini menempatkan MEDC sebagai pengendali operasional sekaligus penerima porsi produksi terbesar dalam blok tersebut.

Potensi Cuan MEDC

Jika ditarik ke dalam kerangka ekonomi hulu migas, potensi kontribusi PSC sangat bergantung pada tiga variabel utama, yakni kapasitas produksi, harga komoditas, serta struktur bagi hasil. 

Untuk blok gas di kawasan Natuna, asumsi produksi awal umumnya berada dalam rentang puluhan hingga ratusan juta standar kaki kubik per hari (mmscfd), tergantung pada hasil eksplorasi dan pengembangan. 

Dengan pendekatan konservatif, apabila PSC Cendramas nantinya mencapai produksi sekitar 100–150 mmscfd, maka dalam setahun volume produksi dapat berada di kisaran 36 hingga 55 miliar kaki kubik (bcf).

Dengan asumsi harga gas regional yang berada di kisaran USD6–8 per mmbtu, nilai kotor produksi tahunan berpotensi berada pada rentang USD220 juta hingga USD440 juta. Dari angka tersebut, bagian yang menjadi hak kontraktor setelah skema bagi hasil dan biaya operasi biasanya berada di kisaran 30–40 persen, tergantung struktur PSC yang berlaku. 

Dengan demikian, porsi kontraktor dapat berada di kisaran USD70 juta hingga USD170 juta per tahun.

Karena MEDC memegang 50 persen participating interest, maka bagian yang secara langsung dapat diatribusikan berada di kisaran USD35 juta hingga USD85 juta per tahun dalam skenario produksi awal. 

Angka ini belum memperhitungkan potensi peningkatan produksi, efisiensi biaya, maupun optimalisasi lapangan yang biasanya terjadi setelah fase awal pengembangan. Dengan posisi sebagai operator, MEDC juga memiliki kendali terhadap pengelolaan biaya dan strategi produksi, yang dalam praktiknya menjadi faktor penting dalam menentukan besaran margin.

Hilmi Panigoro menyebut bahwa karakteristik geologi PSC Cendramas serupa dengan South Natuna Sea Block B. Pernyataan ini menempatkan proyek dalam konteks yang lebih teknis, karena kesamaan karakteristik biasanya berkaitan dengan tipe reservoir, tekanan, serta pola produksi. 

Kondisi ini membuka ruang efisiensi dalam penggunaan teknologi dan metode pengembangan yang sudah lebih dulu diterapkan.

Secara struktural, proyek ini juga tidak berdiri dalam ruang yang terpisah dari portofolio MEDC. Integrasi dengan aset eksisting memungkinkan pemanfaatan infrastruktur seperti fasilitas produksi, jaringan pipa, hingga sistem logistik. 

Dalam praktiknya, pendekatan ini dapat menekan kebutuhan belanja modal awal dibandingkan proyek yang sepenuhnya baru.

Di sisi lain, PSC Cendramas juga mencerminkan arah ekspansi MEDC yang semakin regional. Keterlibatan PETRONAS sebagai pemilik blok sekaligus mitra strategis menempatkan proyek ini dalam ekosistem yang lebih luas, terutama dalam konteks pasar gas Asia Tenggara. 

Skema kemitraan dengan DIALOG dan EnQuest menunjukkan distribusi risiko dan pembiayaan yang tidak terpusat pada satu entitas.

Efektivitas kontrak yang baru dimulai pada 23 September 2026 membuat kontribusi finansial proyek ini belum langsung tercermin dalam kinerja jangka pendek. Fase awal akan didominasi oleh aktivitas eksplorasi lanjutan, studi pengembangan, serta kemungkinan investasi awal. 

Dalam fase ini, arus kas cenderung bersifat keluar sebelum memasuki tahap produksi komersial. Namun dari sisi struktur portofolio, masuknya PSC baru dengan posisi operator menambah basis aset hulu MEDC di kawasan regional.(*)

Disclaimer:
Berita atau informasi yang Anda baca membahas emiten atau saham tertentu berdasarkan data yang tersedia dari keterbukaan informasi PT Bursa Efek Indonesia dan sumber lain yang dapat dipercaya. Konten ini tidak dimaksudkan sebagai ajakan untuk membeli atau menjual saham tertentu. Selalu lakukan riset mandiri dan konsultasikan keputusan investasi Anda dengan penasihat keuangan profesional. Pastikan Anda memahami risiko dari setiap keputusan investasi yang diambil.

Dapatkan Sinyal Pasar Saat Ini

Ikuti kami di WhatsApp Channel dan dapatkan informasi terbaru langsung di ponsel Anda.

Gabung Sekarang

Jurnalis

Yunila Wati

Telah berkarier sebagai jurnalis sejak 2002 dan telah aktif menulis tentang politik, olahraga, hiburan, serta makro ekonomi. Berkarier lebih dari satu dekade di dunia jurnalistik dengan beragam media, mulai dari media umum hingga media yang mengkhususkan pada sektor perempuan, keluarga dan anak.

Saat ini, sudah lebih dari 1000 naskah ditulis mengenai saham, emiten, dan ekonomi makro lainnya.

Tercatat pula sebagai Wartawan Utama sejak 2022, melalui Uji Kompetensi Wartawan yang diinisiasi oleh Persatuan Wartawan Indonesia (PWI), dengan nomor 914-PWI/WU/DP/XII/2022/08/06/79