KABARBURSA.COM - PT MNC Kapital Indonesia Tbk (BCAP) meraup pendapatan konsolidasian 2025 sebesar Rp3,8 triliun. Angka ini naik 16,2 persen year on year (yoy) dibanding tahun sebelumnya senilai Rp3,2 triliun.
Manajemen BCAP menyampaikan pendapatan peursahaan pada tahun lalu ini berasal dari bunga dan dividen sebesar Rp2,1 triliun, dengan kontribusi 56,1 persen. Pendapatan jasa asuransi menyumbang 21,4 persen dengan nilai Rp806,3 miliar atau tumbuh 15,0 persen yoy.
Pendapatan digital juga menopang pertumbuhan kinerja BCAP pada 2025 dengan pertumbuhan 28,9 persen yoy atau Rp393,5 miliar. Sementara itu pendapatan pasar modal menyentuh Rp355,8 miliar atau meningkat 69,1 persen yoy, pembiayaan keuangan syariah yang menyumbang Rp41,4 miliar, serta pendapatan operasional lainnya sebesar Rp55,1 miliar.
Sejalan dengan pendapatan tersebut, laba bersih BCAP pada tahun 2025 meningkat drastis 130,1 persen yoy menjadi Rp277,9 miliar.
"Kenaikan laba bersih didorong oleh pertumbuhan dan kinerja bisnis anak usaha. Seluruh pertumbuhan di atas menjadi sinyal kuat fase "digital take-off" BCAP untuk menjadi yang terdepan dalam ekosistem layanan keuangan digital terintegrasi di Indonesia," tulis manajemen BCAP dalam keterbukaan informasi Bursa Efek Indonesia, Kamis, 26 Maret 2026.
Dari sisi neraca, BCAP mencatat total aset sebesar Rp29,0 triliun per 31 Desember 2025, dari Rp29,4 triliun di 31 Desember 2024.
Total liabilitas BCAP pada akhir 2025 sebesar Rp23,6 triliun , atau meningkat dibanding akhir tahun sebelumnya yang senilai Rp22,3 triliun. Sementara itu, total ekuitas BCAP tercatat sebesar Rp5,4 triliun pada 2025.
Adapun sepanjang tahun 2025, BCAP memperkuat pangsa pasar melalui rangkaian kolaborasi guna memperkokoh ekosistem digital terintegrasi. Salah satu pencapaian penting adalah masuknya BCAP ke dalam FTSE Global Equity Index (Micro-Cap).
Kinerja Saham
Pergerakan saham BCAP menunjukkan variasi kinerja dalam berbagai rentang waktu, dengan penguatan jangka pendek namun tekanan masih terlihat dalam jangka menengah hingga panjang.
Mengutip data Stockbit, kinerja mingguan BCAP terpantau menguat sebesar 4,00 persen. Dalam rentang satu bulan, saham emiten jasa keuangan ini mencatat melemah sebesar 3,70 persen.
Tekanan berlanjut dalam periode tiga bulan dengan penurunan sebesar 5,45 persen. Sementara itu, dalam enam bulan terakhir, koreksi tercatat lebih dalam mencapai 23,53 persen.
Secara year to date (YTD), saham BCAP masih berada di zona negatif dengan penurunan sebesar 7,14 persen. Dalam horizon satu tahun, saham BCAP mencatat kenaikan sebesar 4,00 persen.
Namun, jika ditarik lebih panjang, kinerja menunjukkan tekanan yang lebih besar. Dalam tiga tahun terakhir, saham ini turun sebesar 13,33 persen.
Penurunan semakin dalam terlihat dalam periode lima tahun dengan koreksi sebesar 53,57 persen. Bahkan dalam rentang 10 tahun, saham BCAP mengalami penurunan hingga 77,97 persen. (*)