Logo
>

Moody’s Pangkas Outlook, IHSG Berisiko Koreksi?

Outlook kredit Indonesia dari Moody’s menjadi negatif. Investor cenderung risk-off, menekan saham perbankan dan berpotensi koreksi IHSG jangka pendek.

Ditulis oleh Citra Dara Vresti Trisna
Moody’s Pangkas Outlook, IHSG Berisiko Koreksi?
Ilustrasi tekanan terhadap Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG). Foto: dok KabarBursa.com

KABARBURSA.COM — Keputusan Moody’s menetapkan outlook kredit Indonesia menjadi negatif berpotensi menekan pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dalam jangka pendek.

Sentimen tersebut mendorong investor bersikap lebih hati-hati atau risk-off terhadap saham-saham di sektor keuangan.

Ekonom dan Peneliti Senior Center of Reform on Economics (CORE) Indonesia, Etikah Karyani mengatakan, perubahan outlook meningkatkan persepsi risiko pasar meskipun peringkat Indonesia masih berada di level investment grade.

“Penetapan outlook kredit Indonesia menjadi negatif oleh Moody’s jelas berdampak pada pasar modal jangka pendek. IHSG berpeluang terkoreksi dan risk-off investor meningkat karena sentimen risiko naik,” kata Etikah kepada KabarBursa.com, Jumat, 6 Februari 2026.

Menurutnya, tekanan paling besar berpotensi terjadi pada saham perbankan karena sektor ini sensitif terhadap arah kebijakan fiskal dan stabilitas ekonomi makro.

“Tekanan paling terasa di saham yang sensitif terhadap sentimen kebijakan dan risiko fiskal, termasuk perbankan, karena investor menuntut premi risiko lebih tinggi saat ketidakpastian kebijakan meningkat,” ujarnya.

Etikah menjelaskan, perubahan sikap investor biasanya tercermin dari aksi ambil untung (profit taking) dan pengurangan eksposur pada saham-saham bank berkapitalisasi besar. Hal itu dapat menahan laju penguatan IHSG dan bahkan memicu volatilitas dalam jangka pendek.

Ia menambahkan, walaupun dampaknya lebih bersifat sentimen, pasar akan sangat memperhatikan bagaimana pemerintah menjaga kredibilitas kebijakan dan disiplin fiskal ke depan.

“Outlook negatif ini bukan berarti peringkat turun, tapi memberi sinyal risiko ke depan. Jika respons kebijakan tidak cukup meyakinkan, tekanan ke IHSG dan saham bank bisa berlangsung lebih lama,” jelas Etikah.

Ke depan, pergerakan IHSG akan dipengaruhi oleh seberapa cepat kepercayaan investor pulih melalui kepastian kebijakan, stabilitas fiskal, serta komunikasi pemerintah yang konsisten kepada pelaku pasar.(Nur Nadiyah)

Dapatkan Sinyal Pasar Saat Ini

Ikuti kami di WhatsApp Channel dan dapatkan informasi terbaru langsung di ponsel Anda.

Gabung Sekarang

Jurnalis

Citra Dara Vresti Trisna

Citra Dara Vresti Trisna adalah Asisten Redaktur KabarBursa.com yang memiliki spesialisasi dalam analisis saham dan dinamika pasar modal. Dengan ketelitian analitis dan pemahaman mendalam terhadap tren keuangan, ia berperan penting dalam memastikan setiap publikasi redaksi memiliki akurasi data, konteks riset, dan relevansi tinggi bagi investor serta pembaca profesional. Gaya kerjanya terukur, berstandar tinggi, dan berorientasi pada kualitas jurnalistik berbasis fakta.