Logo
>

Pasar Asia Terkoreksi, Investor Pantau Arah Diplomasi Washington-Teheran

Pelaku pasar masih diselimuti kehati-hatian sembari mencermati sinyal yang saling bertolak belakang dari negosiasi antara Amerika Serikat dan Iran.

Ditulis oleh Pramirvan Datu
Pasar Asia Terkoreksi, Investor Pantau Arah Diplomasi Washington-Teheran
Pasar Asia Terkoreksi, Investor Pantau Arah Diplomasi Washington-Teheran

KABARBURSA.COM - Bursa saham Asia memulai perdagangan di zona merah. Pergerakan indeks regional belum mampu mengikuti penguatan tipis yang sebelumnya terjadi di Wall Street dan bursa utama Eropa. Pelaku pasar masih diselimuti kehati-hatian sembari mencermati sinyal yang saling bertolak belakang dari negosiasi antara Amerika Serikat dan Iran di tengah gencatan senjata yang masih rapuh.

Menteri Luar Negeri Amerika Serikat Marco Rubio mengatakan proses dialog dengan Iran menunjukkan sejumlah perkembangan positif. Dalam pernyataannya  Rubio menegaskan Washington akan memberikan setiap peluang agar jalur diplomasi tersebut dapat menghasilkan kesepakatan.

Ia menambahkan bahwa pemerintah Amerika Serikat tetap lebih memilih pendekatan diplomatik melalui negosiasi ketimbang eskalasi konflik terbuka di kawasan Timur Tengah.

Namun demikian, Presiden Amerika Serikat Donald Trump menegaskan bahwa Washington tidak akan membiarkan Iran menguasai Selat Hormuz sebagai bagian dari kesepakatan apa pun. Pernyataan tersebut kembali memantik kekhawatiran pasar terhadap stabilitas jalur distribusi energi global.

Di sisi lain, laporan Reuters yang mengutip media pemerintah Iran menyebut Teheran berkomitmen memulihkan arus perdagangan dan pelayaran komersial di Selat Hormuz ke tingkat sebelum perang dalam waktu satu bulan setelah kesepakatan dengan AS tercapai.

Ketidakpastian semakin bertambah setelah Gedung Putih melalui unggahan media sosial menyatakan bahwa laporan mengenai nota kesepahaman tersebut sepenuhnya merupakan rekayasa. Pernyataan itu membuat investor kembali mengambil posisi defensif di pasar keuangan global.

Di pasar energi, harga minyak mentah bergerak melonjak. Kontrak berjangka West Texas Intermediate (WTI) pengiriman Juli melesat 1,86 persen menjadi USD90,33 per barel pada pukul 20.04 ET. Sementara kontrak Brent pengiriman Juli naik 1,87 persen menjadi USD96,05 per barel.

Tekanan jual langsung terasa di pasar Asia pada pembukaan perdagangan pagi. Indeks ASX 200 Australia dibuka turun 0,75 persen dan terus bergerak melemah 0,84 persen ke level 8.644,60 pada pukul 08.00 WIB.

Di Korea Selatan, indeks Kospi terkoreksi 0,29 persen saat pembukaan perdagangan, sedangkan Kosdaq turun 0,25 persen. Hingga pagi hari, Kospi masih bertahan di zona negatif dengan pelemahan 0,16 persen menuju posisi 8.215,90.

Pasar Jepang juga tidak luput dari tekanan. Indeks Nikkei 225 sempat dibuka merosot 0,76 persen sebelum memangkas penurunan dan bergerak turun tipis 0,01 persen ke level 64.991,80. Adapun indeks Topix tercatat melemah 0,71 persen.

Di tengah tekanan pasar Asia, kontrak berjangka saham Amerika Serikat justru bergerak sedikit lebih baik. Futures S&P 500 dan Nasdaq 100 masing-masing menguat kurang dari 0,1 persen. Kontrak berjangka Dow Jones Industrial Average juga bertambah 49 poin atau sekitar 0,1 persen.

Sebelumnya, Wall Street berhasil ditutup menguat tipis pada sesi perdagangan pagi tadi. Indeks S&P 500 naik 0,02 persen ke posisi 7.520,36 dan kembali mencetak rekor penutupan baru. Dow Jones Industrial Average yang berisi 30 saham unggulan menguat 182,60 poin atau 0,36 persen ke level tertinggi sepanjang masa di 50.644,28.

Sementara itu, Nasdaq Composite turut ditutup positif meski penguatannya terbatas. Indeks teknologi tersebut naik 0,07 persen dan berakhir di level 26.674,73.(*)

Dapatkan Sinyal Pasar Saat Ini

Ikuti kami di WhatsApp Channel dan dapatkan informasi terbaru langsung di ponsel Anda.

Gabung Sekarang

Jurnalis

Pramirvan Datu

Pram panggilan akrabnya, jurnalis sudah terverifikasi dewan pers. Mengawali karirnya sejak tahun 2012 silam. Berkecimpung pewarta keuangan, perbankan, ekonomi makro dan mikro serta pasar modal.