KABARBURSA.C0M - Pergerakan indeks saham dan mata uang di kawasan negara berkembang Asia melemah hingga menjelang penutupan perdagangan kermarin, Kamis 9 April 2026. Tekanan ini muncul seiring meningkatnya ketegangan baru antara Amerika Serikat dan Iran.
Situasi tersebut memunculkan keraguan atas keberlangsungan gencatan senjata yang rapuh di Timur Tengah, sekaligus memperbesar kekhawatiran terhadap dampaknya bagi perekonomian yang sensitif terhadap gejolak harga minyak.
Laporan Reuters menyebutkan, hingga sekitar pukul 15:30 WIB, indeks MSCI untuk saham negara berkembang Asia merosot sekitar 1 persen dari posisi tertinggi satu bulan yang sempat dicapai sehari sebelumnya. Indeks KOSPI Korea Selatan bahkan jatuh lebih dalam, yakni 1,6 persen, yang turut menyeret pelemahan indeks MSCI secara keseluruhan.
Tidak hanya itu. Indeks yang melacak saham negara berkembang global juga mengalami koreksi sebesar 0,9 persen dari level tertinggi lima minggu. Di sisi lain, harga minyak berjangka kembali menguat, dipicu oleh terbatasnya aliran energi melalui Selat Hormuz—jalur vital yang kini berada di bawah kendali ketat Iran.
Ketegangan geopolitik semakin meningkat setelah Israel melancarkan serangan besar-besaran ke Lebanon pada Rabu, yang dilaporkan menewaskan ratusan orang. Aksi tersebut memicu ancaman balasan dari Iran. Teheran bahkan menilai tidak rasional untuk melanjutkan perundingan menuju kesepakatan damai permanen dengan Amerika Serikat dalam kondisi saat ini.
Retakan dalam kesepakatan gencatan senjata terbaru pun mulai terlihat. Hal ini dipicu oleh pernyataan yang saling bertentangan dari para pihak yang terlibat, ujar Isaac Lim, kepala strategi pasar di platform perdagangan daring Moomoo.
Ia memperingatkan, apabila kesepakatan tersebut runtuh sebelum masa dua pekan berakhir, negara-negara yang bergantung pada impor energi—seperti Korea Selatan, Thailand, Malaysia, dan Filipina—akan menghadapi tekanan berat. Mereka kemungkinan harus menguras cadangan energi lebih dalam, dan dalam skenario terburuk, mencari dukungan eksternal baik dalam bentuk pasokan fisik maupun pembiayaan, sebagaimana dikutip dari Reuters.(*)