Logo
>

Pasar Saham Pekan ini Lesu, Transaksi Harian Menyusut 18 Persen

PT Bursa Efek Indonesia (BEI) mencatat seluruh indikator perdagangan saham pekan 11-13 Mei 2026 bergerak melemah

Ditulis oleh Hutama Prayoga
Pasar Saham Pekan ini Lesu, Transaksi Harian Menyusut 18 Persen
Logo IDX di Main Hall Bursa Efek Indonesia (Foto: Kabarbursa.com/R. Fadli)

KABARBURSA.COM - PT Bursa Efek Indonesia (BEI) mencatat data perdagangan saham pekan ini periode 11-13 Mei 2026 ditutup pada zona negatif.

Sekretaris Perusahaan BEI, Kautsar Primadi Nurahmad menyampaikan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada pekan ini menurun sebesar 3,53 persen.

"Sehingga ditutup pada level 6.723,320, dari posisi 6.936,396 pada pekan lalu," ujar dia dalam keterangannya, Rabu, 13 Mei 2026.p

Kapitalisasi pasar BEI juga mengalami penurunan sebesar 4,68 persen menjadi Rp11.825 triliun dari Rp12.406 triliun pada pekan sebelumnya.

Tak hanya itu, rata-rata frekuensi transaksi harian pekan ini juga mengalami penurunan menjadi 2,53 juta kali atau menyusut 0,56 persen dari 2,55 juta kali transaksi pada pekan lalu.

"Kemudian rata-rata nilai transaksi harian mengalami perubahan yaitu sebesar 18,78 persen menjadi Rp18,82 triliun dari Rp23,05 triliun pada pekan sebelumnya," ungkap Kautsar.

Rata-rata volume transaksi harian BEI juga mengalami penurunan sebesar 22,01 persen menjadi 35,76 miliar lembar saham dari 45,86 miliar lembar saham pada pekan sebelumnya.

"Adapun investor asing hari ini (Rabu, 13 Mei 2026) mencatatkan nilai jual bersih Rp1,531 triliun dan sepanjang tahun 2026 ini, investor asing mencatatkan nilai jual bersih sebesar Rp40,823 triliun," pungkas Kautsar.

Konflik Global dan MSCI Picu Arus Dana Asing Keluar dari RI

Sebelumnya diberitakan, Chief Economist Permata Bank Josua Pardede menilai arus keluar dana asing atau capital outflow masih menjadi salah satu faktor utama yang menekan pasar keuangan Indonesia sepanjang tahun ini.

Menurut Josua, tekanan tersebut tidak hanya dipengaruhi kondisi global, tetapi juga meningkatnya kehati-hatian investor asing terhadap pasar domestik setelah munculnya perhatian dari lembaga internasional seperti MSCI.

“Karena tentunya apa yang terjadi kita alami dari sejak awal tahun sampai dengan bulan April yang lalu, sudah terjadi capital flight atau capital outflow dari pasar keuangan kita, dan salah satu faktornya juga dipengaruhi oleh keluarnya dana asing dari pasar saham, dan ini sangat dipengaruhi sekali oleh peringatan dari MSCI tersebut,” ujar Josua dalam Virtual Media Briefing PIER Economic Review Kuartal 1, pada Selasa, 12 Mei 2026.

Tekanan terhadap pasar domestik juga terjadi di tengah meningkatnya ketidakpastian global, terutama akibat konflik di Timur Tengah yang mendorong investor global mengalihkan dana ke aset aman atau safe haven.

Menurut Josua, kondisi tersebut membuat tekanan terhadap mata uang negara berkembang, termasuk rupiah, menjadi lebih besar dibanding dampak perang dagang sebelumnya.

“Namun kalau kita mencermati bagaimana transmisi dari resiko global yang ada saat ini, memang shock dari perang dagang ini memang sudah relatif bisa diantisipasi, tapi memang konflik di Timur Tengah ini, ini yang memberikan tekanannya yang relatif lebih cepat dan lebih kuat,” katanya. (*) 

 

 

Dapatkan Sinyal Pasar Saat Ini

Ikuti kami di WhatsApp Channel dan dapatkan informasi terbaru langsung di ponsel Anda.

Gabung Sekarang

Jurnalis

Hutama Prayoga

Hutama Prayoga telah meniti karier di dunia jurnalistik sejak 2019. Pada 2024, pria yang akrab disapa Yoga ini mulai fokus di desk ekonomi dan kini bertanggung jawab dalam peliputan berita seputar pasar modal.

Sebagai jurnalis, Yoga berkomitmen untuk menyajikan berita akurat, berimbang, dan berbasis data yang dihimpun dengan cermat. Prinsip jurnalistik yang dipegang memastikan bahwa setiap informasi yang disajikan tidak hanya faktual tetapi juga relevan bagi pembaca.