Logo
>

Pendapatan dan Operasi Naik, Pertagas Dihadapkan Ujian Efisiensi Energi

Sepanjang 2025, Pertagas mencatat kinerja operasional yang konsisten dengan pertumbuhan di seluruh lini usaha inti

Ditulis oleh Pramirvan Datu
Pendapatan dan Operasi Naik, Pertagas Dihadapkan Ujian Efisiensi Energi
Ilustrasi Pertamina Gas (Pertagas). Foto: Dok Pertagas

KABARBURSA.COM - PT Pertamina Gas (Pertagas), subholding gas dari PT Pertamina (Persero), terus mengarahkan langkahnya pada pengembangan infrastruktur energi nasional yang berkelanjutan. Sepanjang 2025, perusahaan menunjukkan performa operasional yang solid. Pertumbuhan tercatat di sejumlah lini bisnis utama, menjadi fondasi penting dalam memperkuat ketahanan energi nasional.

Direktur Utama Pertagas Indra Sembiring menyampaikan bahwa agenda strategis perusahaan pada 2026 diarahkan pada penguatan infrastruktur energi. “Peningkatan reliabilitas operasional, serta optimalisasi pemanfaatan sumber energi yang lebih bersih dan efisien,” Seperti dalam keterangan resmi di Jakarta, Rabu 11 Maret 2026.

Sepanjang 2025, Pertagas mencatat kinerja operasional yang konsisten dengan pertumbuhan di seluruh lini usaha inti. Aktivitas transportasi gas, transportasi minyak, regasifikasi, hingga distribusi LPG menunjukkan tren peningkatan yang stabil.

Penguatan kinerja tersebut tidak terjadi secara kebetulan. Faktor pendorongnya antara lain peningkatan konektivitas jaringan pipa dengan sumber pasokan gas utama, pembangunan infrastruktur distribusi energi yang semakin terintegrasi di sepanjang rantai bisnis, serta peningkatan mutu layanan bagi pelanggan industri.

Dalam periode tersebut, lini bisnis transportasi gas mencatat volume penyaluran melampaui 1.500 juta standar kaki kubik per hari atau million standard cubic feet per day (MMSCFD). Angka ini meningkat sekitar 4 persen dibandingkan realisasi sepanjang 2024.

Pada saat yang sama, sektor transportasi minyak juga menunjukkan perkembangan positif. Volume penyaluran tercatat lebih dari 174 ribu barel minyak per hari atau barrel oil per day (BOPD), tumbuh sekitar 8 persen. Peningkatan ini sejalan dengan aktivitas hulu migas yang semakin intensif serta tambahan pasokan dari berbagai wilayah produksi.

Sementara itu, pada segmen regasifikasi, volume tercatat sekitar 155 billion british thermal unit per day (BBTUD), meningkat sekitar 6 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Adapun produksi LPG juga menunjukkan ekspansi sekitar 5 persen, dengan volume penyaluran melampaui 450 ton per hari sepanjang 2025.

Kinerja positif tersebut turut diperkuat oleh ekspansi basis pelanggan di berbagai sektor. Pertagas tidak hanya melayani industri strategis, tetapi juga menjangkau segmen rumah tangga serta pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).

Saat ini layanan perusahaan mencakup lebih dari 60 pelanggan industri strategis. Mereka berasal dari sektor kelistrikan, pupuk, petrokimia, oleochemical, baja, keramik, hingga industri kaca. Selain itu, jaringan distribusi gas juga telah melayani lebih dari 250 ribu sambungan rumah tangga dan pelaku UMKM di berbagai wilayah Indonesia.

Dari sisi infrastruktur, Pertagas mengoperasikan jaringan pipa gas bumi sepanjang sekitar 2.930 kilometer. Di samping itu, perusahaan juga mengelola pipa transmisi minyak bumi sepanjang 605 kilometer. Infrastruktur ini menjadi tulang punggung distribusi energi bagi berbagai sektor vital dalam perekonomian nasional.

Dalam aspek keuangan, secara konsolidasi Pertagas mencatatkan pendapatan sebesar 861,51 juta dolar Amerika Serikat sepanjang 2025. Kontribusi terbesar berasal dari kegiatan usaha transportasi dan niaga gas bumi serta transportasi minyak bumi.

Kinerja keuangan juga tercermin dari capaian EBITDA yang mencapai 427,46 juta dolar AS. Angka tersebut meningkat 15,90 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Sementara itu, laba bersih perusahaan tumbuh 21,43 persen secara tahunan.

Pencapaian ini mencerminkan fundamental perusahaan yang kokoh. Operasional berjalan efisien, dengan tetap menempatkan aspek keandalan serta keselamatan operasi sebagai prioritas utama.

Memasuki 2026, Pertagas menargetkan peningkatan kinerja operasional di sejumlah lini bisnis utama. Volume transportasi gas ditargetkan mencapai sekitar 1.600 MMSCFD, sementara transportasi minyak diproyeksikan berada di kisaran 175 ribu BOPD.

Untuk mewujudkan target tersebut, perusahaan menyiapkan berbagai langkah strategis. Beragam inisiatif diluncurkan guna menopang pertumbuhan volume distribusi sekaligus memperluas basis pelanggan.

Sebagai bagian dari strategi pertumbuhan berkelanjutan, Pertagas juga menyiapkan belanja modal atau capital expenditure (capex) sekitar 75 juta dolar AS pada tahun ini. Dana tersebut dialokasikan untuk pengembangan infrastruktur energi serta peningkatan keandalan jaringan di sejumlah wilayah operasi.

Salah satu proyek penting yang tengah digarap adalah pembangunan jaringan pipa BBM Cikampek–Plumpang sepanjang 96 kilometer. Proyek ini diharapkan mampu memperkuat sistem logistik energi nasional, menekan biaya distribusi, sekaligus mengurangi emisi dari transportasi darat, khususnya di wilayah DKI Jakarta dan Jawa Barat.

Selain itu, setelah rampungnya revitalisasi tangki F-6004 LNG Arun di Aceh, Pertagas akan mengoptimalkan pemanfaatan fasilitas tersebut. Langkah ini bertujuan memperkuat pasokan gas bagi sektor industri dan kelistrikan, sekaligus meningkatkan posisi Indonesia dalam jaringan energi kawasan.

Ke depan, Pertagas juga membuka peluang pengembangan bisnis baru. Strateginya meliputi peningkatan pemanfaatan infrastruktur gas dan LNG, penguatan efisiensi rantai pasok operasional, serta pengembangan energi masa depan seperti hidrogen dan biomethane.

Sebagai perusahaan infrastruktur energi terintegrasi, Pertagas optimistis mampu mempertahankan momentum pertumbuhan kinerja. Lebih dari itu, perusahaan bertekad memperluas kontribusi dalam mendukung ketahanan energi nasional serta mendorong pertumbuhan ekonomi Indonesia di berbagai sektor, sejalan dengan agenda pembangunan Asta Cita Pemerintah.(*)

Dapatkan Sinyal Pasar Saat Ini

Ikuti kami di WhatsApp Channel dan dapatkan informasi terbaru langsung di ponsel Anda.

Gabung Sekarang

Jurnalis

Pramirvan Datu

Pram panggilan akrabnya, jurnalis sudah terverifikasi dewan pers. Mengawali karirnya sejak tahun 2012 silam. Berkecimpung pewarta keuangan, perbankan, ekonomi makro dan mikro serta pasar modal.