Logo
>

Pendapatan WIFI Meroket 100,99 persen pada Kuartal III 2025

Berdasarkan laporan keuangan, pendapatan usaha bersih WIFI meningkat 100,99 persen menjadi Rp1,01 triliun

Ditulis oleh Desty Luthfiani
Pendapatan WIFI Meroket 100,99 persen pada Kuartal III 2025
Ilustrasi: saham emiten WIFI. (Foto: Dok. Surge)

KABARBURSA.COM – PT Solusi Sinergi Digital Tbk (WIFI) mencatatkan kinerja keuangan yang impresif sepanjang sembilan bulan yang berakhir pada 30 September 2025. Emiten penyedia jaringan internet rakyat ini membukukan lonjakan pendapatan dan laba seiring ekspansi agresif di sektor telekomunikasi.

Berdasarkan laporan keuangan, pendapatan usaha bersih WIFI meningkat 100,99 persen menjadi Rp1,01 triliun dari Rp504,95 miliar pada periode yang sama tahun sebelumnya.

Kenaikan pendapatan tersebut dibarengi dengan pengendalian beban pokok pendapatan yang tercatat sebesar Rp325,42 miliar. Dengan demikian, laba bruto perseroan melonjak 124,16 persen menjadi Rp689,48 miliar dibandingkan Rp307,58 miliar pada periode sembilan bulan tahun 2024.

Dari sisi segmen usaha, segmen telekomunikasi menjadi kontributor utama kinerja perseroan dengan pendapatan mencapai Rp739,44 miliar atau setara 72,77 persen dari total pendapatan sebelum potongan harga. Sementara itu, segmen periklanan menyumbang pendapatan sebesar Rp276,67 miliar atau 27,23 persen.

Perseroan juga mampu mengendalikan beban umum dan administrasi di level Rp155,42 miliar. Di sisi lain, WIFI membukukan pendapatan lain-lain sebesar Rp40,18 miliar. Dengan struktur pendapatan dan beban tersebut, laba usaha per 30 September 2025 meningkat 127,18 persen menjadi Rp574,24 miliar dari Rp252,77 miliar pada periode yang sama tahun lalu.

Dari sisi keuangan, penghasilan keuangan perseroan tercatat sebesar Rp40,21 miliar, meningkat signifikan dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya yang hanya Rp446 juta. Namun, WIFI juga mencatatkan biaya keuangan sebesar Rp204,59 miliar. Dengan demikian, laba sebelum pajak penghasilan mencapai Rp409,85 miliar, tumbuh 127,77 persen dari Rp179,94 miliar.

Beban pajak penghasilan neto pada periode ini tercatat sebesar Rp79,67 miliar. Alhasil, laba neto periode berjalan per 30 September 2025 melonjak 108,13 persen menjadi Rp330,18 miliar dibandingkan Rp158,64 miliar pada periode yang sama tahun 2024.

Laba neto periode berjalan yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk tercatat sebesar Rp260,09 miliar, naik 71,03 persen dari Rp152,07 miliar. Sementara itu, laba neto yang diatribusikan kepada kepentingan non-pengendali meningkat menjadi Rp70,09 miliar dari sebelumnya Rp6,56 miliar. Dengan capaian tersebut, laba per saham dasar WIFI mencapai Rp105,54 per lembar, naik signifikan dibandingkan Rp64,54 per saham dasar pada periode sebelumnya.

Dari sisi neraca, total aset WIFI melonjak 331,32 persen menjadi Rp12,54 triliun per 30 September 2025 dari Rp2,91 triliun pada 31 Desember 2024. Ekuitas grup juga meningkat signifikan sebesar 749,90 persen menjadi Rp8,18 triliun dari sebelumnya Rp969,84 miliar. Peningkatan ini mendorong rasio ekuitas terhadap total aset mencapai 65,28 persen, mencerminkan struktur permodalan yang kuat.

Total liabilitas tercatat meningkat 124,69 persen menjadi Rp4,35 triliun. Meski demikian, porsi liabilitas terhadap pendanaan aset berada di level 34,72 persen. Adapun rasio pengungkit atau gearing ratio per 30 September 2025 berada pada level negatif 0,17, mencerminkan posisi kas dan setara kas yang lebih besar dibandingkan liabilitas berbunga bersih.

Di tengah kinerja fundamental yang menguat, pergerakan harga saham WIFI sempat mengalami koreksi. Manajemen menegaskan bahwa koreksi tersebut tidak mencerminkan penurunan fundamental bisnis, melainkan respons pasar terhadap fase ekspansi agresif yang tengah dijalankan perseroan.

Direktur WIFI Shannedy Ong mengatakan meningkatnya beban bunga pada laporan keuangan Kuartal III 2025 memang memberi tekanan jangka pendek terhadap laba bersih.

“Meningkatnya beban bunga yang tercermin dalam Laporan Laba Rugi Kuartal III 2025 memang menekan laba bersih kami dalam jangka pendek,” ujar Shannedy, Ahad, 14 Desember 2925.

Namun, menurutnya, pendanaan obligasi senilai Rp2,5 triliun merupakan investasi jangka panjang untuk memperkuat infrastruktur jaringan.

“Dana Rp2,5 triliun ini adalah modal kerja produktif yang kami tanamkan di depan untuk mematangkan infrastruktur jaringan baru,” katanya.

Selain itu, fundamental WIFI juga diperkuat oleh masuknya mitra strategis global. Pada Juli 2025, perusahaan telekomunikasi asal Jepang, NTT East, resmi menjadi pemegang saham di anak usaha WIFI, yakni IJE.

“Kemitraan strategis dengan NTT East adalah validasi jangka panjang terhadap potensi dan kualitas aset WIFI,” ujar Shannedy.

Manajemen menilai dampak sinergi operasional, transfer teknologi, dan efisiensi jaringan dari kemitraan tersebut akan mulai terlihat dalam kurun waktu 6 hingga 12 bulan ke depan.

Direksi WIFI pun mengajak investor untuk melihat kinerja perseroan secara menyeluruh dan berjangka panjang. Menurut manajemen, koreksi harga saham saat ini merupakan fase yang wajar ketika perusahaan berada pada tahap investasi besar-besaran.

“Kami telah mengamankan pendanaan besar, aset tumbuh signifikan, dan didukung mitra global. Kami meminta investor fokus pada fundamental dan prospek jangka panjang perusahaan,” kata Shannedy.(*)






 

Dapatkan Sinyal Pasar Saat Ini

Ikuti kami di WhatsApp Channel dan dapatkan informasi terbaru langsung di ponsel Anda.

Gabung Sekarang

Jurnalis

Desty Luthfiani

Desty Luthfiani seorang jurnalis muda yang bergabung dengan KabarBursa.com sejak Desember 2024 lalu. Perempuan yang akrab dengan sapaan Desty ini sudah berkecimpung di dunia jurnalistik cukup lama. Dimulai sejak mengenyam pendidikan di salah satu Universitas negeri di Surakarta dengan fokus komunikasi jurnalistik. Perempuan asal Jawa Tengah dulu juga aktif dalam kegiatan organisasi teater kampus, radio kampus dan pers mahasiswa jurusan. Selain itu dia juga sempat mendirikan komunitas peduli budaya dengan konten-konten kebudayaan bernama "Mata Budaya". 

Karir jurnalisnya dimulai saat Desty menjalani magang pendidikan di Times Indonesia biro Yogyakarta pada 2019-2020. Kemudian dilanjutkan magang pendidikan lagi di media lokal Solopos pada 2020. Dilanjutkan bekerja di beberapa media maenstream yang terverifikasi dewan pers.

Ia pernah ditempatkan di desk hukum kriminal, ekonomi dan nasional politik. Sekarang fokus penulisan di KabarBursa.com mengulas informasi seputar ekonomi dan pasar modal.

Motivasi yang diilhami Desty yakni "do anything what i want artinya melakukan segala sesuatu yang disuka. Melakukan segala sesuatu semaksimal mungkin, berpegang teguh pada kebenaran dan menjadi bermanfaat untuk Republik".