Logo
>

PGAS Anjlok 8 Persen Usai Rilis Laporan, Strategi Buy on Weakness Diuji

Saham PGAS jatuh 8,44 persen ke Rp2.170 setelah laporan keuangan 2025 menunjukkan laba turun 37 persen akibat impairment, sementara pelaku pasar mencermati peluang buy on weakness di tengah volatilitas.

Ditulis oleh Yunila Wati
PGAS Anjlok 8 Persen Usai Rilis Laporan, Strategi Buy on Weakness Diuji
Meskipun laba bersih PGAS turun, namun kinerja operasionalnya masih stabil. (Foto: Dok Perusahaan Gas Negara)

KABARBURSA.COM – Pergerakan saham PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGAS) mengalami tekanan signifikan pada perdagangan Senin, 9 Maret 2026. Hingga sekitar pukul 11.59 WIB, saham PGAS berada di level Rp2.170 atau turun Rp200 setara 8,44 persen dibandingkan penutupan sebelumnya di Rp2.370.

Sepanjang sesi perdagangan pagi, saham PGAS dibuka di level Rp2.250 dan bergerak dalam rentang Rp2.140 hingga Rp2.270. Volume transaksi tercatat sekitar 54,48 juta saham, sedikit di atas rata-rata volume harian yang berada di kisaran 50,49 juta saham.

Pergerakan tersebut terjadi setelah perusahaan merilis laporan kinerja keuangan tahun buku 2025 yang menunjukkan penurunan laba bersih dibandingkan tahun sebelumnya. 

Berdasarkan laporan tersebut, PGAS mencatatkan rugi bersih sebesar USD23 juta pada kuartal IV 2025. Pada periode yang sama tahun sebelumnya perusahaan masih membukukan laba bersih sebesar USD76 juta, sementara pada kuartal III 2025 laba bersih tercatat sebesar USD93 juta.

Dengan hasil tersebut, laba bersih PGAS sepanjang 2025 tercatat sebesar USD215 juta atau turun sekitar 37 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Realisasi tersebut berada di bawah estimasi konsensus yang sebelumnya memperkirakan kinerja laba bersih lebih tinggi.

Penurunan laba bersih tersebut terutama dipengaruhi oleh pencatatan impairment sebesar USD99,5 juta pada Blok Sesulu Selatan. Penyesuaian tersebut dilakukan setelah hasil audit cadangan yang dilakukan LAPI ITB pada 2025 menunjukkan penurunan estimasi cadangan yang signifikan hingga menghasilkan nilai Net Present Value yang negatif.

Kinerja Operasional Stabil

Meski laba bersih menurun, kinerja operasional perusahaan pada sejumlah indikator utama masih menunjukkan stabilitas. Volume perdagangan gas sepanjang 2025 tercatat hanya turun sekitar 2 persen secara tahunan.

Pada saat yang sama, sejumlah metrik operasional lainnya menunjukkan peningkatan, termasuk volume transmisi gas serta aktivitas pengangkutan minyak yang mencatat pertumbuhan dibandingkan periode sebelumnya.

Di tengah dinamika tersebut, analis Stockbit Sekuritas menilai informasi terkait impairment menjadi faktor baru yang mempengaruhi persepsi pasar terhadap saham PGAS dalam jangka pendek. Hal ini terutama karena harga saham PGAS sebelumnya telah mencatatkan kenaikan sekitar 24,1 persen secara year to date sebelum rilis laporan keuangan tersebut.

Analis Stockbit menyebutkan bahwa pasar masih menunggu kejelasan lebih lanjut dari manajemen terkait dampak impairment tersebut, terutama terhadap kebijakan dividen dan proyeksi kinerja ke depan. Diskusi tersebut dijadwalkan berlangsung dalam agenda earnings call yang digelar perusahaan pada Senin siang.

Sebagai gambaran, PGAS membagikan dividen sebesar USD272 juta untuk tahun buku 2024 dengan rasio pembayaran dividen sekitar 80 persen dari laba bersih. Dengan asumsi rasio tersebut tidak berubah dan kurs rupiah berada di kisaran Rp16.700 per dolar AS, potensi dividen untuk tahun buku 2025 diperkirakan sekitar USD172 juta atau sekitar Rp118,7 per saham.

Perhitungan tersebut setara dengan potensi dividend yield sekitar 5 persen jika menggunakan harga saham di kisaran Rp2.370 per saham.

Target Produksi 2026 dan Strategi Hari ini

Selain menyoroti dampak impairment, analis juga memperhatikan panduan operasional perusahaan untuk tahun 2026. Manajemen PGAS sebelumnya menargetkan volume perdagangan gas sekitar 877 BBTUD atau meningkat sekitar 5 persen dibandingkan tahun sebelumnya.

Selain itu, target produksi minyak dan gas diproyeksikan mencapai sekitar 19.162 barel setara minyak per hari atau meningkat sekitar 9 persen secara tahunan. Perusahaan juga menargetkan pembelian kargo LNG sebanyak 22 kargo pada 2026, meningkat sekitar dua kali lipat dibandingkan estimasi pembelian 11 kargo pada 2025.

Di tengah tekanan harga saham pada sesi perdagangan hari ini, sebagian pelaku pasar mulai memperhatikan area teknikal PGAS. Pergerakan harga sebelumnya menunjukkan bahwa saham ini sempat berada dalam tren naik sebelum mengalami koreksi dan kembali mendekati area support.

Struktur pergerakan harga intraday menunjukkan terbentuknya pola reaksi pada area bawah setelah tekanan jual yang cukup tajam sejak awal sesi. Beberapa pelaku pasar memperhatikan kemungkinan strategi transaksi dengan pendekatan buy on weakness apabila harga mampu bertahan di area support tersebut.

Sementara itu, skenario teknikal yang diamati pelaku pasar menempatkan area sekitar Rp2.400 sebagai zona yang perlu ditembus untuk membuka ruang penguatan berikutnya. Dengan volatilitas yang meningkat setelah rilis laporan keuangan, arah pergerakan saham PGAS pada sesi berikutnya akan sangat dipengaruhi oleh respons pasar terhadap klarifikasi manajemen terkait dampak impairment dan prospek kinerja operasional ke depan.(*)

Disclaimer:
Berita atau informasi yang Anda baca membahas emiten atau saham tertentu berdasarkan data yang tersedia dari keterbukaan informasi PT Bursa Efek Indonesia dan sumber lain yang dapat dipercaya. Konten ini tidak dimaksudkan sebagai ajakan untuk membeli atau menjual saham tertentu. Selalu lakukan riset mandiri dan konsultasikan keputusan investasi Anda dengan penasihat keuangan profesional. Pastikan Anda memahami risiko dari setiap keputusan investasi yang diambil.

Dapatkan Sinyal Pasar Saat Ini

Ikuti kami di WhatsApp Channel dan dapatkan informasi terbaru langsung di ponsel Anda.

Gabung Sekarang

Jurnalis

Yunila Wati

Telah berkarier sebagai jurnalis sejak 2002 dan telah aktif menulis tentang politik, olahraga, hiburan, serta makro ekonomi. Berkarier lebih dari satu dekade di dunia jurnalistik dengan beragam media, mulai dari media umum hingga media yang mengkhususkan pada sektor perempuan, keluarga dan anak.

Saat ini, sudah lebih dari 1000 naskah ditulis mengenai saham, emiten, dan ekonomi makro lainnya.

Tercatat pula sebagai Wartawan Utama sejak 2022, melalui Uji Kompetensi Wartawan yang diinisiasi oleh Persatuan Wartawan Indonesia (PWI), dengan nomor 914-PWI/WU/DP/XII/2022/08/06/79