Logo
>

PGEO Targetkan Laba USD160 Juta di 2026, Segini Belanja Modalnya

Produksi panas bumi diproyeksikan naik menjadi 5.255 GWh pada 2026. PGEO juga menyiapkan belanja modal USD209 juta, sementara kinerja laba bersih 2025 tercatat USD138 juta dengan tekanan margin pada kuartal IV.

Ditulis oleh Yunila Wati
PGEO Targetkan Laba USD160 Juta di 2026, Segini Belanja Modalnya
PGEO siapkan belanja modal sebesar USD209 juta pada 2026 untuk mendukung target pendapatan sebesar USD450 juta. (Foto: Pertamina Geothermal Energy)

KABARBURSA.COM – PT Pertamina Geothermal Energy Tbk (PGEO) menargetkan produksi listrik panas bumi mencapai sekitar 5.255 gigawatt hour (GWh) pada 2026. Target ini naik sekitar 3 persen dibandingkan dengan realisasi produksi tahun sebelumnya.

Peningkatan target produksi tersebut didorong oleh kontribusi penuh dari Lumut Balai Unit II. Unit pembangkit ini mulai beroperasi pada Juni 2025, sehingga kontribusinya pada tahun lalu masih bersifat parsial.

Dengan tambahan kontribusi tersebut, PGEO memperkirakan pendapatan pada 2026 berada pada kisaran USD440 juta hingga USD450 juta. Sementara, laba bersih setelah pajak diproyeksikan berada di rentang USD150 juta hingga USD160 juta.

Untuk mendukung perkiraan pendapatan tersebut, selain meningkatkan produksi, PGEO menyiapkan belanja modal sekitar USD209 juta pada 2026. Dari total anggaran tersebut, sekitar USD50 juta dialokasikan untuk belanja modal pemeliharaan. Sementara sisanya, digunakan untuk pengembangan proyek serta kebutuhan operasional lainnya.

Namun dari struktur produksi dan rencana investasi tersebut terlihat bahwa tambahan kapasitas pembangkit pada 2026 sebenarnya masih terbatas. Karenanya, peningkatan produksi diperkirakan terutama berasal dari kontribusi penuh fasilitas yang telah beroperasi sebelumnya.

Laba Bersih Q4-2025 Turun 14 Persen

Sementara itu, dari sisi kinerja historis, PGEO membukukan laba bersih sebesar USD138 juta sepanjang tahun buku 2025. Nilai tersebut turun sekitar 14 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

Pada periode yang sama, EBITDA perusahaan tercatat sebesar USD329 juta atau meningkat sekitar 2 persen secara tahunan.

Tetapi pada kuartal IV 2025 ini, PGEO mencatatkan pendapatan sebesar USD114 juta. Nilai ini relatif tidak berubah dibandingkan kuartal sebelumnya. Hal tersebut terjadi seiring tidak adanya tambahan kapasitas baru setelah beroperasinya Lumut Balai Unit II pada pertengahan tahun.

Dari sisi profitabilitas, margin laba kotor pada kuartal IV tercatat sekitar 48 persen. Angka ini juga lebih rendah dibandingkan margin pada kuartal III 2025 yang berada di kisaran 50 persen.

Penurunan margin tersebut terjadi bersamaan dengan kenaikan biaya tenaga kerja yang berkaitan dengan implementasi program Management and Employee Stock Ownership Program (MESOP).

Di sisi beban operasional, pada kuartal IV PGEO mencatat beban sekitar USD10 juta. Angka inirelatif stabil dibandingkan kuartal sebelumnya. Dengan struktur biaya tersebut, EBITDA kuartal IV tercatat sebesar USD80 juta, relatif tidak berubah secara kuartalan dan sekitar 1 persen lebih rendah dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

Selanjutnya pada laba bersih, PGEO membukukan laba sebesar USD33 juta pada kuartal IV 2025. Nilai ini turun sekitar 5 persen dibandingkan kuartal sebelumnya, namun meningkat sekitar 25 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

Pergerakan laba bersih tersebut terjadi tanpa perubahan signifikan pada komponen non-operasional di bawah laba usaha. Sepanjang 2025, capaian laba bersih dan EBITDA PGEO tercatat berada di bawah proyeksi konsensus analis yang memperkirakan kinerja lebih tinggi.(*)

Disclaimer:
Berita atau informasi yang Anda baca membahas emiten atau saham tertentu berdasarkan data yang tersedia dari keterbukaan informasi PT Bursa Efek Indonesia dan sumber lain yang dapat dipercaya. Konten ini tidak dimaksudkan sebagai ajakan untuk membeli atau menjual saham tertentu. Selalu lakukan riset mandiri dan konsultasikan keputusan investasi Anda dengan penasihat keuangan profesional. Pastikan Anda memahami risiko dari setiap keputusan investasi yang diambil.

Dapatkan Sinyal Pasar Saat Ini

Ikuti kami di WhatsApp Channel dan dapatkan informasi terbaru langsung di ponsel Anda.

Gabung Sekarang

Jurnalis

Yunila Wati

Telah berkarier sebagai jurnalis sejak 2002 dan telah aktif menulis tentang politik, olahraga, hiburan, serta makro ekonomi. Berkarier lebih dari satu dekade di dunia jurnalistik dengan beragam media, mulai dari media umum hingga media yang mengkhususkan pada sektor perempuan, keluarga dan anak.

Saat ini, sudah lebih dari 1000 naskah ditulis mengenai saham, emiten, dan ekonomi makro lainnya.

Tercatat pula sebagai Wartawan Utama sejak 2022, melalui Uji Kompetensi Wartawan yang diinisiasi oleh Persatuan Wartawan Indonesia (PWI), dengan nomor 914-PWI/WU/DP/XII/2022/08/06/79