KABARBURSA.COM – PT Pelayaran Jaya Hidup Baru Tbk (PJHB) tancap gas mempercepat ekspansi bisnis pasca-IPO.
Emiten pelayaran ini resmi memulai pembangunan armada baru dengan menggelar prosesi keel laying kapal LCT Cipta Jaya Harapan 99 di Samarinda, Kalimantan Timur.
Langkah ini menjadi penanda dimulainya realisasi belanja modal dari dana IPO sekaligus penguatan kapasitas operasional perseroan di sektor logistik laut nasional.
Keel laying tersebut merupakan pembangunan kapal pertama dari total tiga unit kapal LCT yang seluruh pendanaannya berasal dari capex hasil IPO sebesar Rp158,4 miliar.
Ketiga kapal dirancang memiliki kapasitas 2.500 DWT dan menyasar segmen angkutan alat berat, kontainer, dan mesin industri yang permintaannya meningkat seiring masifnya aktivitas pertambangan, migas, konstruksi, hingga perkebunan.
Direktur Utama PT Pelayaran Jaya Hidup Baru Tbk, Go Sioe Bie atau Abie mengatakan, perseroan langsung mengeksekusi rencana ekspansi begitu melantai di bursa.
“Setelah IPO kami langsung bergerak. Pembangunan kapal ini menjadi dasar peningkatan pendapatan dan kapasitas layanan kami,” ujar Abie melalui keterangan tertulis yang diterima KabarBursa.com pada Selasa, 9 Desember 2025.
Dari sisi kualitas, kapal-kapal LCT tersebut dibangun dengan desain double bottom serta dipersiapkan untuk memperoleh klasifikasi BKI A100. Dengan spesifikasi tersebut, PJHB menargetkan armada barunya mampu memenuhi standar operasional klien-klien industri berskala besar.
Permintaan kapal LCT dalam beberapa bulan terakhir tercatat meningkat signifikan. PJHB juga telah mengantongi kontrak strategis, termasuk memenangkan tender di BP Tangguh.
Selain itu, jaringan pemegang saham utama dan kedekatan geografis perusahaan di Kalimantan memperkuat akses PJHB ke pusat aktivitas tambang dan energi nasional.
Abie menilai, sektor pelayaran saat ini mendapat dorongan kuat dari proyek hilirisasi dan kebutuhan logistik industri. “Dengan tambahan tiga kapal dan kontrak yang terus bertambah, kami optimistis pertumbuhan perusahaan bisa di atas 50 persen pada 2026,” kata Abie.
Optimisme tersebut sejalan dengan pergerakan saham PJHB di pasar modal. Berdasarkan data pada gambar yang disertakan, harga saham PJHB berada di level 615 per saham pada periode pengamatan satu bulan terakhir. Posisi ini mencerminkan kenaikan sekitar 19,42 persen atau naik 100 poin dibandingkan periode sebelumnya.
Grafik menunjukkan saham sempat bergerak fluktuatif dengan kecenderungan stabil di kisaran 600-an, menandakan adanya konsolidasi setelah lonjakan pasca-IPO.
Sejak resmi melantai di bursa pada 6 November, saham PJHB telah naik signifikan dari harga penawaran awal di level 330. Kinerja harga saham tersebut mencerminkan respons positif pasar terhadap percepatan realisasi dana IPO dan kejelasan arah pertumbuhan perusahaan.
Melalui tiga kapal dibangun secara paralel, kapasitas angkut PJHB diproyeksikan mulai meningkat bertahap pada 2025 dan berdampak penuh pada 2026.
Kombinasi tambahan armada, kontrak industri, dan momentum sektor logistik membuat PJHB dipandang memiliki prospek pertumbuhan jangka menengah hingga panjang yang relatif solid.(*)