KABARBURSA.COM — Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup menguat dalam perdagangan kemarin. Namun, di balik kenaikan tersebut, risiko koreksi masih belum sepenuhnya hilang.
IHSG tercatat naik 1,93 persen ke level 7.184, didorong oleh munculnya volume pembelian yang cukup solid. Kenaikan ini memberi sinyal adanya minat beli yang kembali masuk ke pasar. “IHSG menguat 1,93% ke 7,184 dan masih disertai dengan munculnya volume pembelian,” tulis Analis Teknikal MNC Sekuritas, Herditya Wicaksana, dalam risetnya yang dirilis Kamis, 2 April 2026.
Meski demikian, pergerakan ini belum sepenuhnya aman. Dalam pembacaan teknikal, posisi IHSG saat ini masih berada dalam fase yang rentan terhadap tekanan lanjutan. “Kami memperkirakan, posisi IHSG saat ini masih berada pada bagian dari wave (v) dari wave [c] dari wave A pada label hitam sehingga IHSG masih rawan terkoreksi ke area 6,745-6,849,” tulisnya.
Artinya, penguatan yang terjadi saat ini masih berpotensi bersifat sementara, sebelum pasar kembali mencari titik keseimbangan baru. Namun, di tengah potensi koreksi tersebut, terdapat skenario yang lebih optimistis. Jika fase koreksi sebelumnya telah selesai, IHSG berpeluang melanjutkan penguatan dalam jangka pendek.
“Best case IHSG sudah menyelesaikan wave A pada label biru, sehingga akan melanjutkan penguatan ke 7,450-7,675,” tulis Herditya.
Dengan kata lain, arah IHSG saat ini berada di persimpangan. Satu sisi masih dibayangi koreksi, sementara sisi lain membuka peluang penguatan lanjutan jika momentum beli tetap terjaga.
Dari sisi teknikal, level support IHSG berada di area 7.022 dan 6.917. Sementara itu, resistance terdekat tercatat di kisaran 7.302 hingga 7.434. Pergerakan di area tersebut akan menjadi penentu arah pasar berikutnya, apakah mampu melanjutkan kenaikan atau justru kembali tertekan.
Saham-saham yang Menarik Dipantau
Di tengah kondisi pasar yang masih fluktuatif, MNC Sekuritas menyoroti sejumlah saham yang layak dicermati oleh pelaku pasar.
ARCI dinilai berada pada fase awal penguatan yang lebih besar. “ARCI berada pada bagian awal dari wave 3 dari wave (C),” tulis riset tersebut.
BBYB juga menunjukkan potensi pergerakan lanjutan meski masih dalam fase konsolidasi. “BBYB berada pada bagian dari wave [a] dari wave B,” ujarnya.
Sementara itu, DEWA dinilai masih memiliki ruang pergerakan dalam fase lanjutan tren. “DEWA berada pada bagian dari wave [b] dari wave Y,” kata Herditya.
Adapun INET disebut sedang membangun fase awal penguatan baru. “INET membentuk bagian awal dari wave A dari wave (B),” kata Herditya.
Dengan kondisi pasar yang masih berada dalam fase tarik-menarik antara penguatan dan koreksi, pelaku pasar dihadapkan pada pilihan untuk lebih selektif. Momentum kenaikan tetap ada, tetapi risiko belum sepenuhnya reda.(*)
Berita atau informasi yang Anda baca membahas emiten atau saham tertentu berdasarkan data yang tersedia dari keterbukaan informasi PT Bursa Efek Indonesia dan sumber lain yang dapat dipercaya. Konten ini tidak dimaksudkan sebagai ajakan untuk membeli atau menjual saham tertentu. Selalu lakukan riset mandiri dan konsultasikan keputusan investasi Anda dengan penasihat keuangan profesional. Pastikan Anda memahami risiko dari setiap keputusan investasi yang diambil.