KABARBURSA.COM – PT Dana Brata Luhur Tbk (TEBE) menetapkan pembagian dividen tunai sebesar Rp200,46 miliar untuk tahun buku 2025. Dividen tersebut lebih besar dibandingkan dengan laba bersih tercatat, yakni sebesar Rp134,13 miliar.
Keputusan tersebut diambil dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) yang digelar pada 30 Maret 2026.
Melansir keterbukaan informasi publik, perseroan menetapkan laba bersih komprehensif tahun buku 2025 sebesar Rp134.138.088.416. Sementara itu, total dividen yang dibagikan mencapai Rp200.460.000.000 atau setara Rp156 per saham.
Pembagian dividen tersebut berasal dari kombinasi laba tahun berjalan dan saldo laba ditahan. Perseroan menggunakan laba bersih sebesar Rp132.355.000.000 serta tambahan dari laba ditahan sebesar Rp68.105.000.000 untuk memenuhi total nilai dividen yang dibagikan.
“Pembagian dividen tersebut dilakukan dengan dana yang bersumber dari laba bersih perseroan sebesar Rp132.355.000.000 dan saldo laba ditahan perseroan sebesar Rp68.105.000.000,” tulis perseroan dalam keterbukaan informasi, Selasa, 31 Maret 2026.
Berdasarkan laporan yang sama, perseroan juga menetapkan sisa laba bersih tahun buku 2025 sebesar Rp1.783.088.416 sebagai laba ditahan guna memperkuat permodalan. Di sisi lain, sebagian saldo laba ditahan sebesar Rp25.700.000.000 dialokasikan untuk cadangan wajib.
Hingga akhir 2025, total saldo laba ditahan perseroan tercatat sebesar Rp677.672.859.001.
RUPST juga menetapkan jadwal pembagian dividen kepada pemegang saham yang tercatat dalam daftar pemegang saham pada 10 April 2026 pukul 16.00 WIB, dengan pembayaran dividen dijadwalkan pada 24 April 2026.
Selain agenda penggunaan laba, pemegang saham menyetujui laporan tahunan dan laporan keuangan perseroan untuk tahun buku 2025 yang telah diaudit dengan opini wajar dalam semua hal yang material.
Rapat juga memberikan kewenangan kepada Dewan Komisaris untuk menunjuk Kantor Akuntan Publik yang akan mengaudit laporan keuangan tahun buku 2026, serta menetapkan remunerasi Direksi dan Dewan Komisaris.
Rapat tersebut dihadiri oleh pemegang saham yang mewakili 998.648.081 saham atau setara 77,72 persen dari seluruh saham dengan hak suara yang sah.(*)