KABARBURSA.COM - PT Petrosea Tbk (PTRO) dikabarkan segera mendirikan tiga mesin cuan baru. Langkah korporasi ini cukup signifikan di tengah pergerakan harga saham yang berada dalam tekanan.
Petrosea resmi mendirikan tiga anak usaha baru, yakni PT Petrosea Infrastruktur Nusantara, PT Petrosea Engineering Procurement Construction, dan PT Rekakarsa Karya Nusantara, dengan kepemilikan lebih dari 99 persen.
Pembentukan entitas ini mempertegas arah strategi perusahaan untuk memperluas kapabilitas layanan, memperdalam integrasi operasional, serta memperkuat posisi kompetitif di bisnis jasa pertambangan dan energi.
Langkah ini tidak berdiri sendiri. Petrosea juga membangun ekosistem pendukung melalui pembentukan entitas strategis di bawah Petrosindo Group, yang berfokus pada konsultasi manajemen, keuangan, asuransi, serta pengelolaan dan pengendalian entitas usaha.
Pendekatan ini menunjukkan upaya sistematis untuk memperbaiki efisiensi, tata kelola, dan kontrol operasional di level grup, sejalan dengan strategi jangka panjang yang lebih terstruktur.
Kinerja Keuangan Bertumbuh Solid
Jika dikaitkan dengan kinerja keuangan, langkah ekspansi ini terjadi pada saat Petrosea mencatat pertumbuhan yang cukup solid. Hingga September 2025, pendapatan PTRO tercatat sebesar USD252,73 juta, tumbuh 31,71 persen secara tahunan.
Pertumbuhan ini diikuti lonjakan laba bersih yang signifikan menjadi USD5,86 juta, naik 279,11 persen dibanding periode yang sama tahun sebelumnya. Margin laba bersih juga meningkat, mencerminkan perbaikan profitabilitas meski di tengah tekanan biaya dan dinamika industri.
Dari sisi operasional, arus kas dari aktivitas operasi melonjak tajam menjadi USD52,38 juta, mengindikasikan kemampuan perusahaan menghasilkan kas yang jauh lebih baik dari kegiatan inti. Namun, arus kas investasi tercatat negatif cukup dalam di USD158,51 juta, yang mencerminkan belanja investasi yang agresif, sejalan dengan ekspansi dan penguatan kapasitas bisnis.
Arus kas pendanaan yang besar, mencapai USD106,30 juta, menunjukkan adanya dukungan pendanaan untuk menopang strategi tersebut. Kombinasi ini membuat arus kas bebas masih negatif, namun berada dalam konteks ekspansi, bukan pelemahan operasional.
Struktur neraca PTRO juga mengalami perubahan signifikan. Total aset melonjak menjadi USD1,40 miliar, tumbuh 84,60 persen secara tahunan, sementara total liabilitas naik menjadi USD1,13 miliar.
Ekuitas tercatat USD270,11 juta, mencerminkan struktur permodalan yang semakin besar seiring ekspansi. Rasio pengembalian aset dan modal masih relatif moderat, namun konsisten dengan fase pertumbuhan dan investasi yang sedang dijalankan.
Saham Terkoreksi Tipis
Pada perdagangan Jumat, 30 Januari 2026, PTRO bergerak melemah tipis. Saham dibuka di level 7.700 dan sempat naik cukup agresif hingga menyentuh area tertinggi harian di 8.075. Namun, momentum tersebut tidak bertahan lama.
Tekanan jual muncul bertahap dan membawa harga turun hingga menyentuh level terendah 6.975 sebelum akhirnya bertahan di area 7.425, turun 1,00 persen dari penutupan sebelumnya.
Pola pergerakan intraday ini mencerminkan aksi ambil untung yang cukup kuat di area atas, terutama setelah reli yang terjadi dalam beberapa waktu terakhir.
Secara struktur, pergerakan harga PTRO hari ini membentuk pola distribusi ringan. Lonjakan awal menunjukkan masih adanya minat beli, tetapi ketidakmampuan harga bertahan di atas area 7.600–7.700.
Pasar tampak sedang mengamankan keuntungan lebih dulu. Meski demikian, bertahannya harga di atas 7.300 memperlihatkan bahwa tekanan jual belum berkembang menjadi koreksi yang agresif.
Dengan latar tersebut, pergerakan saham PTRO hari ini lebih mencerminkan penyesuaian jangka pendek ketimbang perubahan arah tren. Aksi pendirian anak usaha memberi sinyal strategis yang positif, tetapi pasar belum merespons secara agresif dalam satu sesi perdagangan.
Selama harga masih mampu bertahan di atas area 7.200–7.300, struktur teknikal jangka menengah masih relatif terjaga.
Ke depan, arah gerak saham PTRO akan sangat dipengaruhi oleh konsistensi kinerja operasional, realisasi manfaat dari entitas baru, serta dinamika sentimen sektor pertambangan dan energi secara keseluruhan.(*)
Berita atau informasi yang Anda baca membahas emiten atau saham tertentu berdasarkan data yang tersedia dari keterbukaan informasi PT Bursa Efek Indonesia dan sumber lain yang dapat dipercaya. Konten ini tidak dimaksudkan sebagai ajakan untuk membeli atau menjual saham tertentu. Selalu lakukan riset mandiri dan konsultasikan keputusan investasi Anda dengan penasihat keuangan profesional. Pastikan Anda memahami risiko dari setiap keputusan investasi yang diambil.