Logo
>

RUPS ADRO Setujui Buyback Saham Rp5 Triliun

Buyback yang disetujui dalam RUPS ini mengacu pada Peraturan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Nomor 29 Tahun 2023

Ditulis oleh Desty Luthfiani
RUPS ADRO Setujui Buyback Saham Rp5 Triliun
ADRO berencana buyback saham (Foto: dok Alamtri Resources Indonesia)

KABARBURSA.COM – PT Alamtri Resources Indonesia Tbk (ADRO) menggelar Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPS) hari ini Jumat, 17 April dengan salah satu keputusan utama berupa persetujuan pembelian kembali saham (buyback) dengan nilai maksimal Rp5 triliun. Nilai tersebut merupakan batas dana yang disiapkan perseroan, bukan jumlah lembar saham yang akan dibeli di pasar.

Persetujuan ini memberikan fleksibilitas bagi Direksi untuk mengeksekusi buyback sesuai kondisi pasar, termasuk dalam menentukan waktu dan harga pembelian. Langkah ini umumnya dilakukan emiten sebagai upaya menjaga stabilitas harga saham sekaligus meningkatkan nilai bagi pemegang saham di tengah volatilitas pasar.

Buyback yang disetujui dalam RUPS ini mengacu pada Peraturan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Nomor 29 Tahun 2023. Dalam pelaksanaannya, jumlah saham yang akan dibeli kembali akan bergantung pada harga saham perseroan selama periode aksi korporasi berlangsung.

Selain agenda buyback, RUPS  juga menyetujui penggunaan laba bersih tahun buku 2025 yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk sebesar USD447.694.220. Dari jumlah tersebut, sebesar USD447.500.000 atau 99,96 persen ditetapkan sebagai dividen tunai.

Sebesar USD250.000.000 telah dibayarkan sebagai dividen interim pada 15 Januari 2026, sementara sisanya sebesar USD197.500.000 akan dibagikan sebagai dividen final. Adapun sebesar USD194.220 atau 0,04 persen dialokasikan sebagai saldo laba. Namun, penentuan jadwalnya belum diumumkan.

Dalam rapat yang sama, pemegang saham juga menyetujui laporan tahunan serta mengesahkan laporan keuangan konsolidasian tahun buku 2025 yang telah diaudit oleh Kantor Akuntan Publik Rintis, Jumadi, Rianto, dan Rekan, anggota jaringan global PricewaterhouseCoopers (PwC) di Indonesia, dengan opini wajar dalam semua hal yang material.

Persetujuan tersebut sekaligus memberikan pelunasan dan pembebasan tanggung jawab sepenuhnya kepada Direksi dan Dewan Komisaris atas tindakan pengurusan dan pengawasan selama tahun buku 2025.

RUPS juga menyetujui penunjukan kembali kantor akuntan publik untuk mengaudit laporan keuangan tahun buku 2026, serta memberikan kewenangan kepada Dewan Komisaris untuk menetapkan remunerasi Direksi dan Komisaris dengan mempertimbangkan kondisi keuangan perseroan.

Selain itu, pemegang saham menyetujui perubahan anggaran dasar terkait struktur permodalan, termasuk penarikan kembali saham hasil buyback sebelumnya sebanyak 589.195.200 saham. Dengan perubahan tersebut, modal ditempatkan dan disetor menjadi 28.800.494.200 saham dengan nilai nominal sebesar Rp2,88 triliun.

Secara keseluruhan, RUPS hari ini membahas tujuh mata acara, yakni persetujuan laporan tahunan dan pemberian pembebasan tanggung jawab kepada manajemen, pengesahan laporan keuangan, penetapan penggunaan laba bersih termasuk dividen, penunjukan auditor eksternal, penetapan remunerasi, perubahan anggaran dasar terkait struktur modal, persetujuan buyback saham dengan dana maksimal Rp5 triliun, serta penyesuaian kegiatan usaha sesuai KBLI 2025. (*)

 

Disclaimer:
Berita atau informasi yang Anda baca membahas emiten atau saham tertentu berdasarkan data yang tersedia dari keterbukaan informasi PT Bursa Efek Indonesia dan sumber lain yang dapat dipercaya. Konten ini tidak dimaksudkan sebagai ajakan untuk membeli atau menjual saham tertentu. Selalu lakukan riset mandiri dan konsultasikan keputusan investasi Anda dengan penasihat keuangan profesional. Pastikan Anda memahami risiko dari setiap keputusan investasi yang diambil.

Dapatkan Sinyal Pasar Saat Ini

Ikuti kami di WhatsApp Channel dan dapatkan informasi terbaru langsung di ponsel Anda.

Gabung Sekarang

Jurnalis

Desty Luthfiani

Desty Luthfiani seorang jurnalis muda yang bergabung dengan KabarBursa.com sejak Desember 2024 lalu. Perempuan yang akrab dengan sapaan Desty ini sudah berkecimpung di dunia jurnalistik cukup lama. Dimulai sejak mengenyam pendidikan di salah satu Universitas negeri di Surakarta dengan fokus komunikasi jurnalistik. Perempuan asal Jawa Tengah dulu juga aktif dalam kegiatan organisasi teater kampus, radio kampus dan pers mahasiswa jurusan. Selain itu dia juga sempat mendirikan komunitas peduli budaya dengan konten-konten kebudayaan bernama "Mata Budaya". 

Karir jurnalisnya dimulai saat Desty menjalani magang pendidikan di Times Indonesia biro Yogyakarta pada 2019-2020. Kemudian dilanjutkan magang pendidikan lagi di media lokal Solopos pada 2020. Dilanjutkan bekerja di beberapa media maenstream yang terverifikasi dewan pers.

Ia pernah ditempatkan di desk hukum kriminal, ekonomi dan nasional politik. Sekarang fokus penulisan di KabarBursa.com mengulas informasi seputar ekonomi dan pasar modal.

Motivasi yang diilhami Desty yakni "do anything what i want artinya melakukan segala sesuatu yang disuka. Melakukan segala sesuatu semaksimal mungkin, berpegang teguh pada kebenaran dan menjadi bermanfaat untuk Republik".