KABARBURSA.COM – Saham PT Indo Oil Perkasa Tbk (OILS) tiba-tiba bergerak agresif dan masuk jajaran trending stocks di IHSG setelah melonjak 4,55 persen ke level 276 pada perdagangan Selasa, 3 Maret 2026.
Kenaikan ini terjadi di tengah tekanan jual yang relatif besar di sisi penawaran, namun harga tetap mampu bertahan di zona hijau dan mendekati area resistensi jangka menengah.
Secara intraday, OILS dibuka di level 280 dengan harga tertinggi 326 dan terendah 262 sebelum ditutup di 276. Volume transaksi tercatat 2,49 juta lot dengan nilai Rp74,7 miliar dan rata-rata harga 301, menunjukkan aktivitas perdagangan yang meningkat signifikan dibanding periode sebelumnya.
Lonjakan volume ini menjadi indikator meningkatnya partisipasi pelaku pasar dalam waktu singkat.
Dari sisi order book, total antrean offer mencapai 315.133 lot dengan frekuensi 2.232 kali, jauh lebih besar dibanding total bid sebesar 40.886 lot dengan frekuensi 662 kali. Struktur ini mencerminkan tekanan jual yang dominan di atas harga berjalan.
Namun demikian, harga tetap terkerek naik yang menandakan adanya penyerapan di sisi bid yang cukup agresif untuk menjaga keseimbangan permintaan dan penawaran.
Data broker summary memperlihatkan akumulasi signifikan pada beberapa sekuritas. Broker Semesta Indovest Sekuritas (MG) mencatat pembelian Rp1,7 miliar dengan rata-rata harga 260, disusul Mirae Asset Sekuritas Indonesia (YP) Rp828,8 juta di harga 255 dan Ajaib Sekuritas Asia (XC) Rp694,3 juta di harga 250.
Di sisi lain, tekanan jual datang dari Stockbit Sekuritas Digital (XL) dengan nilai Rp881,1 juta pada harga rata-rata 253, serta Korea Investment dan Sekuritas Indonesia (BQ) dan Phintraco Sekuritas (AT) masing-masing Rp521,7 juta dan Rp488,9 juta.
Struktur ini menunjukkan adanya distribusi dan akumulasi yang berjalan bersamaan pada rentang harga 249–260.
Harga Dekati Area Resistensi
Secara teknikal harian, pergerakan OILS memperlihatkan lonjakan harga yang mematahkan pola konsolidasi pendek di area 200–240. Level 276 saat ini mendekati area resistensi yang sebelumnya terbentuk pada fase kenaikan Oktober dan Desember, ketika harga sempat menyentuh kisaran 320 sebelum kembali terkoreksi.
Lonjakan volume pada sesi terbaru menyerupai pola breakout awal, namun posisi harga masih berada di bawah puncak sebelumnya di area 320–330.
Tekanan jual yang terlihat tebal di order book menunjukkan bahwa pasokan saham pada level 278 hingga 296 masih cukup besar. Jika penyerapan berlanjut dan volume tetap tinggi, area 300–326 menjadi zona yang akan diuji sebagai resistance berikutnya.
Sebaliknya, jika tekanan distribusi lebih dominan, harga berpotensi kembali menguji area 260 sebagai support terdekat, yang sebelumnya menjadi rata-rata akumulasi broker besar.
Pergerakan OILS saat ini mencerminkan fase transisi dari konsolidasi menuju potensi ekspansi volatilitas. Aktivitas broker menunjukkan adanya minat beli pada harga bawah, sementara sisi offer yang tebal mengindikasikan adanya realisasi keuntungan jangka pendek.
Dengan volume dan frekuensi yang meningkat tajam, saham ini berada dalam fase perhatian pasar yang tinggi.
Arah gerak selanjutnya akan sangat dipengaruhi oleh kemampuan harga bertahan di atas area 260 dan menembus zona 300 secara konsisten. Struktur perdagangan menunjukkan tarik-menarik antara distribusi dan akumulasi dalam rentang harga yang sempit, sementara lonjakan volume menempatkan OILS dalam radar pelaku pasar jangka pendek.(*)
Berita atau informasi yang Anda baca membahas emiten atau saham tertentu berdasarkan data yang tersedia dari keterbukaan informasi PT Bursa Efek Indonesia dan sumber lain yang dapat dipercaya. Konten ini tidak dimaksudkan sebagai ajakan untuk membeli atau menjual saham tertentu. Selalu lakukan riset mandiri dan konsultasikan keputusan investasi Anda dengan penasihat keuangan profesional. Pastikan Anda memahami risiko dari setiap keputusan investasi yang diambil.