Logo
>

SOCI Rugi di Kuartal IV, Laba 2025 Tersisa USD7,6 Juta

Rugi pelepasan dua kapal bebani kinerja akhir tahun, namun pendapatan pelayaran dan galangan tetap menopang laba tahunan.

Ditulis oleh Syahrianto
SOCI Rugi di Kuartal IV, Laba 2025 Tersisa USD7,6 Juta
Tekanan pada periode akhir tahun terutama dipicu oleh rugi pelepasan aset tetap yang terjadi sepanjang 2025. (Foto: Dok. Soechi Lines)

KABARBURSA.COM – PT Soechi Lines Tbk (SOCI) mencatat rugi pada kuartal IV 2025, meski secara tahunan tetap membukukan laba bersih sebesar USD7.644.706. Tekanan pada periode akhir tahun terutama dipicu oleh rugi pelepasan aset tetap yang terjadi sepanjang 2025.

Berdasarkan laporan keuangan konsolidasian tahun buku 2025, laba tahun berjalan tercatat USD7.644.706, turun dibandingkan 2024 yang mencapai USD17.142.401. Laba yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk tercatat sebesar USD7.660.475.

Penurunan kinerja pada kuartal IV tercermin dari adanya rugi pelepasan aset tetap – neto sebesar USD7.635.669. Rugi tersebut berasal dari pelepasan dua kapal dan dikategorikan sebagai non-cash item. Pada periode sebelumnya, 2024, perseroan justru membukukan laba pelepasan aset tetap sebesar USD1.453.897.

Secara operasional, SOCI membukukan pendapatan bersih konsolidasian sebesar USD155,3 juta pada 2025. Pendapatan tersebut terdiri atas USD135,5 juta dari segmen pelayaran, USD19,7 juta dari segmen galangan kapal, serta USD44,8 ribu dari pendapatan lainnya.

Pendapatan dari segmen pelayaran didominasi oleh time charter sebesar USD115,1 juta dan spot charter sebesar USD20,4 juta. Tingkat utilisasi rata-rata armada selama 2025 tercatat sekitar 86 persen. Sementara itu, segmen galangan kapal menangani total 37 unit kapal yang sebagian besar merupakan proyek docking dan perbaikan.

Dari sisi beban, perseroan mencatat beban lain-lain neto sebesar USD20.460.947 pada 2025, meningkat dibandingkan USD11.488.909 pada 2024. Laba sebelum beban pajak tercatat USD9.522.889, turun dari USD19.136.874 pada tahun sebelumnya. Setelah memperhitungkan beban pajak neto sebesar USD1.878.183, laba tahun berjalan tercatat USD7.644.706.

Selain pelepasan kapal, perseroan juga mencatat akuisisi dua unit kapal tanker sepanjang 2025. Pada kuartal I, SOCI mengakuisisi satu unit kapal tanker Liquefied Natural Gas (LNG) berkapasitas sekitar 74.000 Deadweight Tonnage (DWT) yang telah memperoleh kontrak penyewaan. Kemudian pada kuartal III, perseroan mengakuisisi satu unit kapal tanker jenis Medium Range (MR) berkapasitas sekitar 45.000 DWT yang juga telah mengantongi kontrak charter.

Pada 2025, lifting minyak Indonesia dilaporkan mencapai 605 ribu barel per hari, sedangkan lifting gas bumi mencapai 951 ribu barel per hari. Pemerintah juga menargetkan peningkatan produksi gas dari sekitar 5–6 miliar standar kaki kubik per hari (BSCFD) menjadi 12 BSCFD pada 2030.

Di sisi lain, total beban bunga atas pinjaman jangka panjang pada 2025 tercatat USD10.802.074, lebih rendah dibandingkan USD11.276.940 pada 2024. Beban tersebut dicatat sebagai bagian dari biaya keuangan dalam laporan laba rugi konsolidasian. (*)

Disclaimer:
Berita atau informasi yang Anda baca membahas emiten atau saham tertentu berdasarkan data yang tersedia dari keterbukaan informasi PT Bursa Efek Indonesia dan sumber lain yang dapat dipercaya. Konten ini tidak dimaksudkan sebagai ajakan untuk membeli atau menjual saham tertentu. Selalu lakukan riset mandiri dan konsultasikan keputusan investasi Anda dengan penasihat keuangan profesional. Pastikan Anda memahami risiko dari setiap keputusan investasi yang diambil.

Dapatkan Sinyal Pasar Saat Ini

Ikuti kami di WhatsApp Channel dan dapatkan informasi terbaru langsung di ponsel Anda.

Gabung Sekarang

Jurnalis

Syahrianto

Jurnalis ekonomi yang telah berkarier sejak 2019 dan memperoleh sertifikasi Wartawan Muda dari Dewan Pers pada 2021. Sejak 2024, mulai memfokuskan diri sebagai jurnalis pasar modal.

Saat ini, bertanggung jawab atas rubrik "Market Hari Ini" di Kabarbursa.com, menyajikan laporan terkini, analisis berbasis data, serta insight tentang pergerakan pasar saham di Indonesia.

Dengan lebih dari satu tahun secara khusus meliput dan menganalisis isu-isu pasar modal, secara konsisten menghasilkan tulisan premium (premium content) yang menawarkan perspektif kedua (second opinion) strategis bagi investor.

Sebagai seorang jurnalis yang berkomitmen pada akurasi, transparansi, dan kualitas informasi, saya terus mengedepankan standar tinggi dalam jurnalisme ekonomi dan pasar modal.