KABARBURSA.COM – Direktur Utama PT Janu Putra Sejahtera Tbk (AYAM) Sri Mulyani menargetkan pertumbuhan laba bersih sebesar 6 persen hingga 8 persen pada 2026. Target tersebut ditopang segmen Parent Stock atau day old chick (DOC).
Sri Mulyani menyatakan segmen DOC akan menjadi kontributor utama kinerja perusahaan.
“Untuk tahun 2026, kontribusi laba terbesar masih diproyeksikan berasal dari segmen Parent Stock (DOC), dengan potensi harga berada pada kisaran Rp7.000–Rp7.500 per DOC, dengan HPP sekitar Rp4.600–Rp6.000,” ujarnya dalam paparan publik, dikutip Jumat, 20 Maret 2026.
Ia menambahkan pertumbuhan laba berpotensi lebih tinggi seiring perbaikan industri. “Manajemen memperkirakan pertumbuhan laba bersih di tahun 2026 berada pada kisaran 6 persen–8 persen, dengan potensi mencapai hingga 10 persen,” kata Sri Mulyani.
Dalam paparan tersebut, manajemen menjelaskan peningkatan liabilitas pada 2024 dilakukan untuk mendukung ekspansi aset biologis dan operasional. Sumber utang berasal dari kerja sama dengan pemasok pakan serta pembiayaan bank untuk investasi kandang.
Perusahaan menyebut skema pembayaran dengan pemasok pakan dilakukan dengan tenor hingga dua bulan. Skema ini digunakan untuk menjaga fleksibilitas likuiditas dan memastikan operasional tetap berjalan.
Manajemen menyatakan seluruh kewajiban berjalan sesuai rencana dan kondisi keuangan tetap terkendali. Proyeksi arus kas telah disusun untuk menjaga kemampuan pembayaran utang dan bunga.
Dari sisi permintaan, perusahaan telah memasok produk ayam ke sekitar 50 dapur program makan bergizi gratis (MBG) di wilayah Solo dan Yogyakarta. Pasokan dilakukan melalui fasilitas Rumah Potong Ayam (RPA) yang dimiliki.
Untuk produk telur, kontribusi masih dalam tahap pengembangan seiring peningkatan kapasitas layer sejak 2025. Optimalisasi produksi diproyeksikan terjadi pada 2026.
Manajemen juga menyebut perbaikan harga mulai terlihat sejak Oktober 2025. Harga DOC dan produk poultry lainnya mengalami peningkatan seiring penyesuaian supply dan demand industri.
Perusahaan menjelaskan kuota Grand Parent Stock pada 2026 berada pada kisaran 20.000 hingga 25.000, disesuaikan dengan kapasitas kandang. Informasi tambahan kuota hingga 90.000 dinyatakan tidak benar.
Dalam strategi pengembangan, perusahaan akan memperkuat segmen RPA sebagai sumber pendapatan tambahan. Pengembangan produk olahan akan dilakukan secara bertahap melalui kerja sama distribusi dan pemasaran.
Perusahaan juga menyatakan belum memiliki rencana penambahan modal melalui penerbitan saham baru. Strategi ekspansi akan dilakukan secara selektif melalui kerja sama untuk menjaga likuiditas.
Public expose ini diselenggarakan pada 13 Maret 2026 secara daring dan dihadiri manajemen, investor, serta media. Agenda mencakup kinerja keuangan, prospek usaha, target, dan tantangan yang dihadapi perusahaan.(*)
Berita atau informasi yang Anda baca membahas emiten atau saham tertentu berdasarkan data yang tersedia dari keterbukaan informasi PT Bursa Efek Indonesia dan sumber lain yang dapat dipercaya. Konten ini tidak dimaksudkan sebagai ajakan untuk membeli atau menjual saham tertentu. Selalu lakukan riset mandiri dan konsultasikan keputusan investasi Anda dengan penasihat keuangan profesional. Pastikan Anda memahami risiko dari setiap keputusan investasi yang diambil.