Logo
>

STOXX 600 Terkoreksi 0,05 Persen, Mayoritas Bursa Regional Masih Menguat

Penurunan ini sejalan dengan koreksi saham chip di Amerika Serikat, setelah proyeksi optimistis dari raksasa kecerdasan buatan Nvidia gagal menyalakan sentimen positif

Ditulis oleh Pramirvan Datu
STOXX 600 Terkoreksi 0,05 Persen, Mayoritas Bursa Regional Masih Menguat
Ilustrasi Pasar Saham Eropa. Foto: Dok KabarBursa.com

KABARBURSA.COM - Bursa ekuitas Eropa menutup perdagangan Kamis dengan pelemahan tipis, setelah sempat menorehkan rekor tertinggi intraday. Tekanan dari sektor kesehatan dan teknologi menjadi beban utama pergerakan indeks, meski sejumlah emiten dengan kinerja positif berhasil membatasi koreksi.

Indeks acuan pan-Eropa STOXX 600 ditutup turun 0,05 persen atau 0,29 poin ke level 633,18, setelah sebelumnya menyentuh puncak intraday sepanjang masa di awal sesi. Laporan ini dihimpun oleh Reuters, Jumat 27 Februari 2026 WIB.

Meski begitu, mayoritas bursa regional utama justru berakhir di zona hijau. Indeks DAX Jerman menguat 0,45 persen atau 113,08 poin menjadi 25.289,02, FTSE 100 Inggris naik 0,37 persen atau 40,29 poin ke 10.846,70, dan CAC 40 bertambah 0,72 persen atau 61,86 poin menjadi 8.620,93.

Sektor kesehatan menjadi penekan terbesar, merosot sekitar 1 persen. Sementara itu, sektor teknologi turun 0,5 persen, dipimpin saham-saham semikonduktor seperti ASML, ASM, dan BE Semiconductor, yang masing-masing anjlok sekitar 4 persen.

Penurunan ini sejalan dengan koreksi saham chip di Amerika Serikat, setelah proyeksi optimistis dari raksasa kecerdasan buatan Nvidia gagal menyalakan sentimen positif bagi investor.

Kepala Riset Teknologi Quilter Cheviot, Ben Barringer, menuturkan bahwa pasar mulai terbiasa dengan kinerja Nvidia yang sering melampaui ekspektasi. Investor kini lebih skeptis terhadap besarnya belanja modal perusahaan hyperscaler dibandingkan tingkat pengembalian investasinya.

Pergerakan ini berlangsung di tengah meningkatnya perhatian global pada sektor teknologi, khususnya potensi disrupsi dari model-model AI terbaru terhadap bisnis tradisional.

Chief Investment Officer Moneyfarm, Richard Flax, menilai masih banyak pertanyaan terkait dampak AI, terutama di ranah perangkat lunak. Namun, untuk saat ini, prospek pada sisi perangkat keras masih cukup konstruktif, ujarnya.(*)

Dapatkan Sinyal Pasar Saat Ini

Ikuti kami di WhatsApp Channel dan dapatkan informasi terbaru langsung di ponsel Anda.

Gabung Sekarang

Jurnalis

Pramirvan Datu

Pram panggilan akrabnya, jurnalis sudah terverifikasi dewan pers. Mengawali karirnya sejak tahun 2012 silam. Berkecimpung pewarta keuangan, perbankan, ekonomi makro dan mikro serta pasar modal.