Logo
>

Strategi Hadapi IHSG Volatil, BEI Sarankan Diversifikasi dan Fokus Fundamental

IHSG bergerak volatil akibat tekanan global, BEI sarankan diversifikasi, fokus fundamental, dan disiplin strategi investasi.

Ditulis oleh Desty Luthfiani
Strategi Hadapi IHSG Volatil, BEI Sarankan Diversifikasi dan Fokus Fundamental
Bursa Efek Indonesia (BEI) menekankan pentingnya memahami profil risiko serta tujuan investasi sebelum mengambil keputusan di pasar saham. Foto: dok KabarBursa.com

KABARBURSA.COM – Pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) selama 2026 ini cenderung mengalami volatil belakangan terutama setelah muncul berbagai review indeks global bahkan karena imbas gejolak geopolitik Timur Tengah.

Di tengah dinamika global dan tekanan eksternal, pendekatan yang tepat dinilai menjadi kunci menjaga kinerja portofolio.

Economic Analyst Bursa Efek Indonesia, Anita Kesia Zonebia, menekankan pentingnya memahami profil risiko serta tujuan investasi sebelum mengambil keputusan di pasar saham.

“Strategi investasi of course di tengah-tengah volatilitas ini diversifikasi aset itu penting sekali,” ujar Anita dalam paparannya dikutip Rabu, 25 Maret 2026.

Menurutnya, investor tidak disarankan menempatkan seluruh dana pada satu jenis aset. Kehadiran aset defensif dalam portofolio menjadi penting untuk meredam risiko, sementara aset berisiko tetap dapat dipertahankan dalam porsi terbatas bagi investor yang mengejar imbal hasil lebih tinggi.

Ia menjelaskan bahwa kondisi pasar yang cepat berubah membuat pergerakan antar aset bisa terjadi dalam waktu singkat, bahkan dalam hitungan hari atau minggu. Oleh karena itu, investor perlu aktif memantau perkembangan pasar dan menyesuaikan strategi secara berkala.

Selain diversifikasi, Anita juga mengingatkan pentingnya memilih saham berdasarkan fundamental perusahaan yang kuat, terutama di tengah kondisi pasar yang tidak menentu.

“Dan harus lihat juga timing gitu ya,” katanya.

Di sisi lain, peran investor domestik dinilai semakin penting dalam menjaga stabilitas IHSG. Ketika investor asing melakukan aksi jual, aliran dana dari investor lokal, terutama ritel, menjadi penopang utama pasar.

Fenomena ini terlihat dari kemampuan investor domestik dalam menyerap tekanan jual asing, sehingga pergerakan IHSG tidak mengalami penurunan yang lebih dalam.

Lantaran kondisi tersebut, investor ritel diharapkan tidak hanya reaktif terhadap gejolak jangka pendek, tetapi juga tetap berpegang pada strategi jangka panjang berbasis fundamental.

Dalam situasi volatil seperti saat ini, disiplin dalam diversifikasi, pemilihan aset, serta pemahaman risiko menjadi faktor utama agar investasi tetap optimal dan terjaga di tengah ketidakpastian pasar.(*)

Dapatkan Sinyal Pasar Saat Ini

Ikuti kami di WhatsApp Channel dan dapatkan informasi terbaru langsung di ponsel Anda.

Gabung Sekarang

Jurnalis

Desty Luthfiani

Desty Luthfiani seorang jurnalis muda yang bergabung dengan KabarBursa.com sejak Desember 2024 lalu. Perempuan yang akrab dengan sapaan Desty ini sudah berkecimpung di dunia jurnalistik cukup lama. Dimulai sejak mengenyam pendidikan di salah satu Universitas negeri di Surakarta dengan fokus komunikasi jurnalistik. Perempuan asal Jawa Tengah dulu juga aktif dalam kegiatan organisasi teater kampus, radio kampus dan pers mahasiswa jurusan. Selain itu dia juga sempat mendirikan komunitas peduli budaya dengan konten-konten kebudayaan bernama "Mata Budaya". 

Karir jurnalisnya dimulai saat Desty menjalani magang pendidikan di Times Indonesia biro Yogyakarta pada 2019-2020. Kemudian dilanjutkan magang pendidikan lagi di media lokal Solopos pada 2020. Dilanjutkan bekerja di beberapa media maenstream yang terverifikasi dewan pers.

Ia pernah ditempatkan di desk hukum kriminal, ekonomi dan nasional politik. Sekarang fokus penulisan di KabarBursa.com mengulas informasi seputar ekonomi dan pasar modal.

Motivasi yang diilhami Desty yakni "do anything what i want artinya melakukan segala sesuatu yang disuka. Melakukan segala sesuatu semaksimal mungkin, berpegang teguh pada kebenaran dan menjadi bermanfaat untuk Republik".