Logo
>

Strategi Saham EMAS Buy on Weakness, Masuk di Harga Berapa?

Harga memantul dari support 8.100 dengan bid menumpuk di 8.200–8.100, sementara tekanan jual terlihat di 8.400–8.500 jelang uji target 8.850–9.000.

Ditulis oleh Yunila Wati
Strategi Saham EMAS Buy on Weakness, Masuk di Harga Berapa?
Harga EMAS masih berpotensi naik, strategi masuk di harga rendah apakah sudah tepat/ (Foto: Dok MDKA)

KABARBURSA.COM - Saham PT Merdeka Gold Resources Tbk (EMAS) pada perdagangan Jumat, 27 Februari 2026, hingga pukul 10.00 WIB, berada di level 8.275. Level ini naik 50 poin setara 0,61 persen dibandingkan penutupan sebelumnya di 8.225. 

Harga dibuka di 8.150 dan sempat tertekan hingga menyentuh level terendah 8.100. Setelah itu, harga bergerak naik dan mencapai level tertinggi 8.450 sebelum akhirnya ditutup di bawah area high harian. 

Dari pergerakan ini, nilai transaksi yang berhasil dibukukan hingga waktu berjalan tercatat sekitar Rp51,8 miliar, dengan volume 62,38 ribu lot dan rata-rata harga di 8.299. Angka tersebut sedikit di atas harga penutupan dan menunjukkan sebagian transaksi terjadi di area distribusi atas.

Jika melihat dari rentang pergerakan intraday sebesar 350 poin antara 8.100 hingga 8.450, tampak bahwa ada volatilitas yang cukup lebar dalam satu sesi. Area 8.100 menjadi titik krusial, karena di level tersebut harga mengalami penolakan tekanan jual dan kembali bergerak naik. 

Respons beli yang muncul setelah menyentuh 8.100 memperlihatkan bahwa zona tersebut berfungsi sebagai support jangka pendek yang aktif.

Dari sisi orderbook, total antrian offer mencapai 62.703 lot dengan frekuensi 1.610 kali. Antrean ini lebih besar dibandingkan total bid 31.463 lot dengan frekuensi 1.075 kali. Meski secara agregat sisi jual lebih tebal, distribusi bid menunjukkan penumpukan signifikan di area 8.250 dan 8.200. 

Pada level 8.100 tercatat antrian bid 3.001 lot dengan frekuensi 98 kali. Inilah yang kemudian menjadikannya sebagai salah satu titik akumulasi terbesar di sisi bawah. Dan, hal ini memperkuat posisi 8.100 sebagai zona pertahanan terdekat.

Di sisi atas, tekanan suplai terlihat mulai menebal di rentang 8.400 hingga 8.500. Pada 8.400 tercatat adanya antrian sebanyak 3.411 lot, kemudian 1.952 lot di 8.425, 2.699 lot di 8.450, dan 3.900 lot di 8.500. Struktur ini menunjukkan bahwa sebelum harga menguji kembali target 8.850–9.000, saham harus melewati klaster distribusi jangka pendek di area 8.400–8.500.

Secara teknikal, pola pergerakan yang sempat terkoreksi ke support lalu ditutup lebih tinggi mengindikasikan adanya fase konsolidasi sehat setelah tekanan sebelumnya. 

Berdasarkan riset Semesta Sunrise, area 8.200–8.100 menjadi zona buy on weakness yang rasional karena berada dekat dengan titik pantulan intraday sekaligus support terdekat. Masuk bertahap di 8.200 dan mendekati 8.100 memberikan jarak risiko yang lebih terukur terhadap batas cut loss di bawah 8.000.

Selama harga bertahan di atas 8.100 dan tidak menembus 8.000, struktur jangka pendek masih menjaga peluang kelanjutan penguatan. Apabila harga mampu kembali menembus dan bertahan di atas 8.450 disertai peningkatan volume, ruang pergerakan terbuka menuju 8.850 hingga 9.000 sesuai target teknikal yang ditetapkan.(*)

Dapatkan Sinyal Pasar Saat Ini

Ikuti kami di WhatsApp Channel dan dapatkan informasi terbaru langsung di ponsel Anda.

Gabung Sekarang

Jurnalis

Yunila Wati

Telah berkarier sebagai jurnalis sejak 2002 dan telah aktif menulis tentang politik, olahraga, hiburan, serta makro ekonomi. Berkarier lebih dari satu dekade di dunia jurnalistik dengan beragam media, mulai dari media umum hingga media yang mengkhususkan pada sektor perempuan, keluarga dan anak.

Saat ini, sudah lebih dari 1000 naskah ditulis mengenai saham, emiten, dan ekonomi makro lainnya.

Tercatat pula sebagai Wartawan Utama sejak 2022, melalui Uji Kompetensi Wartawan yang diinisiasi oleh Persatuan Wartawan Indonesia (PWI), dengan nomor 914-PWI/WU/DP/XII/2022/08/06/79