Logo
>

Super Bank (SUPA) Pangkas Rugi Jadi Rp99 Miliar pada 2025

Super Bank Indonesia mencatat rugi bersih Rp99,68 miliar pada 2025, menyusut dibandingkan kerugian Rp366,37 miliar.

Ditulis oleh Syahrianto
Super Bank (SUPA) Pangkas Rugi Jadi Rp99 Miliar pada 2025
PT Super Bank Indonesia Tbk (SUPA) berhasil menekan kerugian pada tahun buku 2025. (Foto: Dok. Super Bank)

KABARBURSA.COM – PT Super Bank Indonesia Tbk (SUPA) berhasil menekan kerugian pada tahun buku 2025. 

Berdasarkan laporan keuangan perseroan yang berakhir pada 31 Desember 2025, rugi bersih tercatat Rp99,68 miliar, menyusut dibandingkan kerugian tahun sebelumnya sebesar Rp366,37 miliar.

Perbaikan kinerja tersebut terjadi seiring dengan pertumbuhan sejumlah indikator keuangan bank selama periode berjalan.

Dari sisi total aset, Super Bank mencatat nilai sekitar Rp9,66 triliun pada akhir 2025. Angka tersebut meningkat dibandingkan posisi tahun sebelumnya yang berada di kisaran Rp7,86 triliun.

Sementara itu, dari sisi penyaluran kredit, bank membukukan kredit yang diberikan sekitar Rp4,18 triliun hingga akhir Desember 2025.

Di sisi pendanaan, dana pihak ketiga (DPK) tercatat sekitar Rp5,17 triliun pada akhir 2025.

Selain itu, total ekuitas bank tercatat sekitar Rp3,87 triliun pada akhir periode laporan keuangan.

Kinerja keuangan perseroan juga dipengaruhi oleh sejumlah komponen biaya operasional dan beban penurunan nilai aset keuangan yang masih tercatat dalam laporan laba rugi komprehensif konsolidasian.

Laporan keuangan tersebut juga menunjukkan bahwa perseroan masih mencatat defisit saldo laba, yang merupakan akumulasi kerugian dari periode sebelumnya.

Super Bank Indonesia merupakan bank yang berfokus pada pengembangan layanan perbankan digital dan transformasi model bisnis perbankan yang berbasis teknologi.

Laporan keuangan yang disampaikan perseroan kepada Bursa Efek Indonesia (BEI) tersebut mencakup laporan posisi keuangan, laporan laba rugi dan penghasilan komprehensif lain, laporan perubahan ekuitas, serta laporan arus kas untuk periode yang berakhir pada 31 Desember 2025.

Dokumen tersebut juga dilengkapi dengan penjelasan atas pos-pos tertentu dalam laporan keuangan yang menjelaskan perubahan sejumlah akun dalam laporan keuangan bank selama tahun berjalan.

Dengan penyusutan kerugian tersebut, kinerja perseroan menunjukkan perbaikan dibandingkan periode sebelumnya seiring dengan langkah transformasi yang dijalankan perusahaan. (*)

Dapatkan Sinyal Pasar Saat Ini

Ikuti kami di WhatsApp Channel dan dapatkan informasi terbaru langsung di ponsel Anda.

Gabung Sekarang

Jurnalis

Syahrianto

Jurnalis ekonomi yang telah berkarier sejak 2019 dan memperoleh sertifikasi Wartawan Muda dari Dewan Pers pada 2021. Sejak 2024, mulai memfokuskan diri sebagai jurnalis pasar modal.

Saat ini, bertanggung jawab atas rubrik "Market Hari Ini" di Kabarbursa.com, menyajikan laporan terkini, analisis berbasis data, serta insight tentang pergerakan pasar saham di Indonesia.

Dengan lebih dari satu tahun secara khusus meliput dan menganalisis isu-isu pasar modal, secara konsisten menghasilkan tulisan premium (premium content) yang menawarkan perspektif kedua (second opinion) strategis bagi investor.

Sebagai seorang jurnalis yang berkomitmen pada akurasi, transparansi, dan kualitas informasi, saya terus mengedepankan standar tinggi dalam jurnalisme ekonomi dan pasar modal.