KABARBURSA.COM – Aktivitas tiga broker asing terbesar di Bursa Efek Indonesia (BEI) selama periode 11–13 Mei 2026 menembus lebih dari Rp22 triliun.
Data broker summary menunjukkan UBS Sekuritas Indonesia (AK), Maybank Sekuritas Indonesia (ZP), dan Mirae Asset Sekuritas Indonesia (YP) menjadi broker asing dengan transaksi terbesar di pasar reguler.
Di tengah tingginya aktivitas tersebut, dua broker asing justru mencatat tekanan jual bersih jumbo.
AK menjadi broker asing dengan nilai transaksi terbesar kedua di pasar reguler setelah XL. Broker ini membukukan total transaksi Rp9,4 triliun.
Dari total tersebut, nilai beli AK mencapai Rp4,4 triliun, sedangkan nilai jualnya sekitar Rp5 triliun. Aktivitas itu membuat broker asing ini mencatat net sell sebesar Rp536,4 miliar.
Volume transaksi AK mencapai 12 miliar saham dengan frekuensi perdagangan sekitar 915,3 ribu kali selama tiga hari perdagangan.
Sementara itu, ZP mencatat total transaksi Rp7,6 triliun. Broker asing ini membukukan nilai beli sekitar Rp3,2 triliun dan nilai jual Rp4,3 triliun.
Besarnya tekanan jual membuat ZP mencatat net sell sekitar Rp1,1 triliun. Volume transaksi broker ini mencapai 7 miliar saham dengan frekuensi sekitar 552,5 ribu kali.
Di posisi berikutnya, YP mencatat total transaksi sekitar Rp5,5 triliun. Broker ini membukukan nilai beli Rp2,9 triliun dan nilai jual Rp2,6 triliun.
Berbeda dengan AK dan ZP, YP justru mencatat net buy sebesar Rp235,2 miliar. Volume transaksi broker ini mencapai 15,3 miliar saham dengan frekuensi perdagangan sekitar 1 juta kali.
Jika digabungkan, total nilai jual ketiga broker asing tersebut mencapai sekitar Rp11,9 triliun. Sementara total nilai belinya berada di kisaran Rp10,5 triliun.
Data tersebut menunjukkan masih besarnya aktivitas distribusi asing di pasar reguler dalam beberapa hari perdagangan terakhir.
Kondisi itu muncul di tengah volatilitas pasar yang meningkat setelah sejumlah saham big caps terkena tekanan akibat penyesuaian indeks MSCI dan sentimen global.(*)